Pengen Jualan Tapi Nggak Punya Modal? Ini Solusinya!

Mulai dari Menjadi Dropshipper

Tahun 2020, kehidupan saya jungkir balik . Bukan hanya karena adanya pandemi yang memang membuat hampir seluruh umat manusia mengalami kesulitan di berbagai sektor. Pandemi memang memengaruhi kehidupan saya, tapi luka hati yang saya alami membuat saya merasa rapuh dan tidak berdaya. Saya berusaha keras mengobati luka hati itu, ingin bangkit dan menata kehidupan. Ternyata hal itu, tidak semudah membalikkan telapak tangan.

 Namun walaupun begitu, saya terus berusaha bangkit dan melakukan latihan ‘release’ emosi agar jiwa saya lebih stabil dan bisa bangkit. Saya tidak ingin terus-terusan meratapi nasib karena ada anak-anak yang harus dihidupi, mereka butuh perlindungan dan kasih sayang. Walaupun, saya sendiri membutuhkan uluran tangan, tapi saya harus kuat karena bagi mereka, saya adalah sosok dewasa yang bisa mereka andalkan.

Akhir tahun 2020, saya memutuskan untuk berjualan. Jujur, saya tidak punya modal. Modal dari mana? Tabungan sudah terkuras agar roda kehidupan bisa berputar dan tidak mati kelaparan. Saya ingin berjualan untuk menambah kebutuhan sehari-hari yang memang tidak bisa ditunda.  Saya tidak punya pengalaman berjualan. Saya juga tidak tahu apa yang akan saya jual. Tapi keinginan itu sangat kuat.

Allah memang Maha Mendengar. Allah SWT. mempertemukan dengan sepupu yang sukses berjualan secara daring. Dia menawari saya untuk menjadi dropshipper. Jujur, istilah itu baru saya dengar. Saya tidak tahu apa itu dropshipper? Tapi dia bilang gini, “Teteh pengen jualan tapi nggak punya modal? Ini solusinya, teh. Baiklah, saya pun mulai bertanya secara detail bagaimana cara menjadi dropshiper. Dia pun menjelaskan bahwa caranya cukup mudah, modal saya hanya kuota. Saya posting foto-foto produk dia di story WA dan media sosial yang saya punya. Saya pun mencoba melakukan hal tersebut.

Satu minggu pertama, saya mulai posting foto-foto jualan berupa baju-baju anak. Tapi, story WA saya hanya dilihat tapi tidak ada satu pun yang mencolek untuk membeli. Begitu pun minggu berikutnya. Saya hampir putus asa. Tiba-tiba, seorang teman lama menghubungi saya melalui WA dan menawari saya untuk berjualan produk-produk Pre Order yang dia kelola. Produk-produk itu memang produk import seperti mainan, sendal, selimut, dan peralatan masak. Tugas saya memposting foto-foto jualan dan mengumpulkan pemesan.

Barang dikirim oleh pihak suplier. Saya pun melakukannya, saat itu bagi saya peluang apa pun, sekecil apa pun akan saya ambil. Alhamdulillah, setelah saya posting produk-produk import tersebut, ada saja pembeli yang tertarik membelli produk-produk yang saya kpostingkan.

Tawaran pun mulai berdatangan. Saya senang, saya pun mencoba jualan perhiasan Mutiara Lombok, dress batik dan daster batik, bumbu masak nonmsg, makanan ringan. Produk yang saya jual pun jadi lebih banyak dan beraneka macam. Saya juga mulai berjualan produk kosmetik dan skincare. Setelah mencoba beberapa produk jualan, saya pun mulai fokus pada produk kosmetik & skincare, fashion berupa batik, dan mainan anak-anak.

Produk-produk itu memang pada dasarnya saya suka sehingga saya pun bisa merekomendasikan kepada pembeli. Saya tidak ingin menjual produk yang tidak tahu spesifikasi dan kualitasnya. Walaupun saya hanya seorang dropshipper yang hanya posting produk di media sosial, tapi saya tidak ingin mengecewakan pelanggan.

Saya ingin berkembang, ingin usaha saya lebih maju lagi. Saya butuh ilmu. Saya tahu, saat ini saya tidak punya modal. Setiap keuntungan yang saya dapat pasti dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi itu tidak masalah, saya punya mimpi. Oleh karenanya, saya berusaha meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti beragam workshop dan pelatihan online. Alhamdulillah tidak semua pelatihan itu berbayar, saya juga bisa mengikuti pelatihan yang gratis. Ternyata banyak orang yang pintar dan sangat baik mau mengamalkan ilmunya dengan memberikan kelas-kelas gratis.

Upgrade Skill Meningkatkan Kapasitas

Saya mengikuti kelas PoF (Popular on Facebook) selama satu bulan. Dengan biaya yang sangat terjangkau, saya mendapatkan banyak manfaat seperti bertambahnya teman yang memiliki bisnis, bertambah relasi, bertambah ilmu, dan akun facebook saya pun jadi ramai oleh pengunjung. Ternyata kelas PoF membuat saya ketagihan. Saya merasa belum menguasai ilmu-ilmu marketing yang diajarkan, sehingga lanjut ikut kelas PoF berikutnya.

jualan-dropshipper

Saya pun tidak hanya ingin mengandalkan akun facebook untuk berjualan, saya pun ikut kelas AIPI (kelas Instagram), lalu ikut kelas ATTIN (kelas TikTok). Iya, saya menjadi sangat sibuk dengan semua webinar dan kulwa. Tapi saya bahagia karena merasa ini adalah proses yang dilalui untuk meningkatkan kapasitas diri.

Tidak hanya ingin meningkatkan skill di bidang jualan, saya juga ingin meningkatkan skill di bidang blogging. Alhamdulillah, saya tergabung dengan beberapa komunitas yang tidak pernah bosan memberikan ilmu kepada para anggotanya. Saat ini saya ikut ISB Course di bawah asuhan Teh Ani Berta. Saya sudah mengikuti kelas pertamanya, dan senang sekali karena mendapatkan banyak ilmu dan insight dari beliau mengenai dunia blog.

Rasanya, semangat saya yang selama ini naik turun tidak menentu menjadi bangkit lagi. Saya tahu, proses yang saya lalui tidak akan mudah. Apalagi, jauh di dalam diri saya masih banyak kendala yang harus dihadapi. Baik itu, luka hati yang sering tiba-tiba bernanah lagi, emosi yang sering tidak stabil, juga anak-anak yang sering rewel dan butuh perhatian. 

Selain upgrade skill, saya pun mulai merawat diri. Saya tahu usia sudah tidak muda lagi. Stamina saya sudah tidak seperti dulu lagi, apalagi konsentrasi sering mudah buyar karena banyaknya persoalan datang. Saya mulai rutin berolahraga seminggu dua kali. Saya ikut kelas aerobic dan kelas yoga agar fisik tidak mudah lemah. Setiap pagi, saya melakuan “morning routine” seperti berdoa, meditasi, dan afirmasi agar tetap bisa berpikiran postif sepanjang hari.

Saya harus berupaya lebih keras untuk mengejar ketertinggalan. Walaupun langkah sering terseok karena usia yang tidak muda, beban yang terasa berat, namun saya mesti terus melangkah. Modal bukan halangan lagi untuk bisa berjualan, yang penting kita punya niat untuk berusaha dan terus belajar menambah skill, insya Allah peluang-peluang akan berdatangan.

Saya tahu, jalan saya masih panjang untuk bisa sukses dalam bidang-bidang yang dikerjakan saat ini. Namun, jika sekarang saya tidak berupaya keras, bagaimana dengan 10 tahun mendatang? Jika saya tidak meningkatkan kapasitas diri dari sekarang, bagaimana dengan anak-anak saat masa mendatang?  Saya tidak boleh terus larut dalam peristiwa pahit yang sudah terjadi. Saya juga tidak boleh mengandalkan orang lain untuk mengulurkan tangan. Sandaran saat ini hanyalah Sang Pencipta. Saat perasaan sedih muncul, saya hanya bisa mengucapkan “Allah … Allah …Allah” hingga hati  lebih tenang. Saya yakin, mudah bagi Allah untuk memuliakan seseorang.

Tantangan terberat saat ini masih dalam pengendalian emosi, dan konsistensi dalam menjalankan semua pola pikir positif.  Apalagi jika sepi pembeli sementara uang belanja sudah menipis, galau pun merajai hati dan membuat tidak fokus. Perasaan kecil hati sering muncul karena belum adanya modal yang cukup untuk berjualan. Saya juga tentunya tidak ingin menjadi dropshipper terus. Suatu saat, saya ingin punya toko sendiri, menjual produk sendiri, dan bisa memiliki pasukan penjual yang memasarkan produk yang dijual. Saya juga ingin suatu saat, usaha saya bisa berkembang dan mampu menghidupi anak-anak, membantu anak-anak dalam mencapai cita-cita mereka.

Saya Bisa Jualan, Kalian Juga Bisa!

Jadi ya, buat teman-teman yang pengen berjualan tapi belum punya modal. Jangan khawatir, kalian bisa memulai dari hal kecil, mengandalkan teknologi internet. Gunakan jejaring pertemanan kalian di media sosial untuk bisa berjualan. Terus berusaha menambah skill yang harus dikuasai. Terus mencari informasi kelas-kelas dan workshop gratis yang bisa diikuti untuk menambah kemampuan. Kita tidak pernah tahu jalan rezeki kita ada di mana, kita juga tidak pernah tahu kemampuan kita sampai di mana, jika kita tidak pernah memulainya. Saya yang dulu merasa malu berjualan dan merasa tidak punya kemampuan berjualan, kini saya berjualan online

Teman-teman yang ingin berjualan tapi nggak ada modal bisa memulai jualan seperti yang saya lakukan, mulai dari menjadi dropshipper. Menurut artikel yang say abaca, ada beberapa usaha yang bisa teman-teman lakukan jika ingin memulai usaha di zaman teknologi internet ini yaitu:

  1. Menjadi dropshipper
  2. Membuka toko online di marketplace
  3. Menjadi influencer

Satu hal lagi, terus belajar hal baru, apalagi zaman teknologi internet ini, semuanya serbacepat. Manfaatkan teknologi internet, cari ilmu sesuai dengan kebutuhan kita. Bisa dengan membaca artikel-artikel di internet, menonton video tutorial di youtube, bahkan bisa mengikuti kelas-kelas webinar gratis.

Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua mentor yang saat ini mau berbagi ilmu. Saya juga ingin suatu saat bisa memberikan manfaat kepada para perempuan lain agar bisa berdaya, agar mampu mandiri, dan bisa keluar dari segala kesulitan yang membelit kehidupan. Jika bukan kita sendiri yang berusaha keluar dari semua belitan ini, siapa lagi? Saat ini, saya memang masih dalam posisi berusaha keras keluar dari segala belitan kesulitan ini, berusaha keras meningkatkan kapasitas diri agar bisa melangkah ke tempat yang lebih luas. Tapi insya Allah, saya yakin bisa melaluinya dan memenuhi kehidupan ini dengan kebahagiaan. Bismillah

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

7 Responses

  1. Iim Rohimah says:

    Saya sering berpikir, “Apakah hanya saya yang berpikir bahwa perempuan harus mandiri?” Walau dalam kondisi aman, saya selalu merasa tidak pernah aman. Karena segala hal bisa saja terjadi.

    Ternyata masih banyak perempuan yg berpikir demikian. Jadi, tidak sendirian dengan pola pikir tersebut.

    Luka masa pandemi juga saya rasakan mba… tidak hanya soal finansial, tapi emosional juga. Semoga kita semua diberi kesabaran dan jalan keluar dan kemudahan.

    Peluk dari jauh.

  2. Hani says:

    Semangat terus ya Mbak. Aku belum berani sih jualan. Belum mulai juga…jadi belum tahu deh apakah suka, sukses, atau gimana.
    Tapi aku salut sama Mbak Rani, berjuang terus, engga mudah nyerah…

  3. Lidya says:

    Jadi solusi yang mau usaha tapi modal gak ada ya mbak jadi dropshipper. Yang penting ada niat & kemauan Insya Allah lancar usahanya

  4. Keren sekali, Mbak Rani. membuktikan bahwa Allah SWT selalu memberikan jalan untuk kita. Dengan semangat, maka apa pun usaha yang kita lakukan akan berjalan dan membuahkan hasil. Ceritanya sangat mengispirasi, Mbak Termasuk pesan bahwa di tengah pandemi ini, Insya Allah selalu ada jalan dan rezeki.

  5. Jalan rezeki bisa dari mana aja ya, termasuk dengan menjadi dropshipper. Semoga lancar dan sukses selalu usahanya.

  6. Dian says:

    banyak ya mbak peluang yg bisa dimanfaatkan untuk cari uang dari jualan meskipun g punya modal

  7. Benar mbak. Banyak jalan saat ini untuk mulai berjualan. Gak mesti punya modal (baik uang maupun barang sendiri dulu). Jadi ingat deh, dulu saya juga pernah jadi dropshipper.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *