Stres? Ikut Program Regenesis+, Yuk!

Stres_ Ikut Program Regenesis+, Yuk!

Stres? Ikut Program Regensis+, Yuk! Stres bisa dialami oleh siapa saja, baik laki-laki dan perempuan dalam beragam kondisi dan bahkan beragam tingkatan usia. Pernah khan mendengar ada anak kecil yang mengalami stres? Mungkin dulu sebelum saya mengalaminya sendiri, saya akan menanggapi dengan berkata, masa sih anak-anak bisa stres? Ternyata, zaman sekarang ini, stres tidak mengenal tingkatan usia, lho. Anak-anak bisa juga mengalami stres. Sebuah lembaga konseling bernama Personal Growth mencatat 4 dari 5 anak dalam rentang usia 2-15 tahun ternyata mengalami stres. Wow, ternyata anak usia 2 tahun juga bisa stres, ya. Makanya masalah stres jangan diabaikan, lho. Bahkan, Psikolog dan direktur Personal Growth Dra Ratih Ibrahim, MM, menyebutkan anak usia 2-15 tahun itu 40%-nya dalah balita dan 60%-nya anak usia sekolah (sumber: kompas.com)
Jika anak saja sudah mengalami stres, bagiamana dengan orang dewasa yang tentu saja beban hidupnya jauh lebih tinggi? Tentu saja tingkat stres bisa lebih tinggi hanya saja seringkali orang dewasa tidak mau menyadari atau bahkan tidak mau mengakuinya. Seringkali orang yang mengalami stres tidak mau mengakui bahwa dirinya stres karena stres identik dengan gangguan jiwa dan emosi. Seringkali jika orang berkonsultasi ke psikolog sering mendapatkan label orang yang sakit jiwa dari masyarakat. Padahal, mungkin saja konsultasi tersebut merupakan tindakan preventif dari yang bersangkutan agar tidak mengalami stres berkepanjangan hingga akhirnya bisa menyebabkan depresi.

Baca Juga: Wajah Tirus Plus Tidak berkerut dengan Perawatan RF
Dulu pun saya tidak mengakui diri mengalami ‘masalah’dan stres. Padahal saat itu, saya melakukan kesalahan dan kecerobohan dengan meracau di media sosial. Ya, saya yang selama ini selalu menahan jari jemari  untuk tidak memposting hal-hal aneh di medsos, tiba-tiba saja menjadi liar dan menumpahkan segala kemarahan dan emosi di medsos. Tujuannya apa? Untuk mencari perhatian? Perhatian siapa? Hanya saya yang tahu, tapi ternyata kecerobohan itu berbuah buruk karenanya banyak cibiran yang mampir ke messenger saya, juga ancaman berbalut simpati yang tidak jelas. Hingga cap negatif pun hadir di kening saya dan tentunya diam-diam menjadi buah bibir dari beberapa kalangan. Saat itu, saya tidak percaya siapa pun, rasanya berada di lubang gelap sendirian. Saya bisa tiba-tiba tertawa, menangis, dan jerit-jerit tidak jelas. Tentunya kondisi saya tersebut tidak baik juga untuk perkembangan anak-anak. Namun, saya tidak tahu harus bagaimana untuk menyelesaikan segala beban yang menghimpit tersebut. Rasanya semua pintu tertutup dan keadaan menjadi sangat sempit. Hingga, saya mengobrol dengan seorang sahabat dan dia pun menawarkan bantuan atas kondisi tersebut.

Baca Juga: 4 Langkah Mudah Kulit Cantik Luar Dalam
Awal tahun 2017, saat kondisi terasa sangat berat, sahabat saya itu mengajak saya konsultasi ke Lineation Centre (saat itu masih bernama DF Clinic). Ternyata tempat yang selama ini dikenal sebagai klinik aestetik ini juga menyediakan program “stress management” yaitu program Regenesis+.

lebih relax setelah mengikuti program Regensis+

lebih relax setelah mengikuti program Regensis+

Seperti disebutkan di awal, kadang kala orang tidak menyadari dirinya mengalami stress, oleh karena itu, alangkah baiknya untuk mengetahui apa itu stres? Stres sebenarnya merupakan reaksi atau respon biologis tubuh saat menghadapi masalah yang dirasa sulit untuk diselesaikan. Stres bisa berbahaya jika bersifat kronis dan mengganggu secara berlebihan seperti tidak bisa tidur atau insomnia, wajah kusam, emosi naik turun, rambut rontok, dan lain-lain. Jika respon stres selalu aktif maka akan menyebabkan kelenjar adrenal menghasilkan hormon-hormon yang bisa menyebabkan kerugian bagi kesehatan. Stres bisa menyebabkan kadar glukosa dalam aliran darah naik karena hati dipaksa untuk memproduksinya. Akibatnya bisa menyebabkan sindrom metabolik dan diabetes tipe 2.

Stres juga menyebabkan hormon meninggi dan rentan terkena infeksi, seperti terganggunya kekebalan tubuh. Stres juga bisa berdampak pada system pencernaan yang tidak berfungsi normal, metabolisme tubuh yang melambat sehingga menyebabkan kegemukan, badan selalu lesu dan lelah, cara kerja hormon insulin dan hormon reproduksi berubah, selain itu kolesterol dan triliserida naik dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. So, jangan mengabaikan tanda-tanda stres, ya. Sebaiknya segera menyadari alarm tubuh jika terjadi gangguan kesehatan karena stress.

Baca Juga: Hapiness Managemen Satu Langkah Menciptakan Kebahagiaan

Apa itu Regensis+?
Relax, Refresh, Recharge, and Reborn
Kata regenesis bisa berarti terlahir kembali. Rasa itulah yang saya alami setelah mengikuti 5 langkah stres management dari program Regensis+. Program yang dikelola Lineation Centre ini memang bertujuan untuk membuat pasien yang mengalami stres. Program yang diprakarsai oleh Lineation Centre ini mengusung ‘5 Lines of Happiness Regenesis+” yaitu 5 langkah yang dilakukan oleh pasien untuk bisa sembuh dari stres dan memiliki hidup yang bahagia dengan indikasi “relax, refresh, recharge, and reborn”. Tentunya orang yang bahagia itu akan selalu terlihat santai, segar, dan berdaya tinggi, dan bergairah seperti terlahir kembali. Lima langkah tersebut dikelola oleh para pakar ahli dan tepercaya di bidangnya masing-masing. Berikut 5 langkah yang terdapat dalam program Regenesis+:
1. Find Your True Colour
Sudahkah mengenal dirimu sendiri? Itu pertanyaan yang sangat mendasar namun ternyata sering diabaikan. Seringkali kita tidak mengenali diri sendiri dan terlalu terfokus pada orang lain. Kondisi seperti itu bisa dialami siapa saja, tidak hanya remaja yang sedang mencari jati diri, orang dewasa pun seringkali tidak mampu melihat kelebihan dan kekurangan diri dan fokus pada kelebihan orang lain. Ini misalnya saja ya, merasa ingin seperti orang lain yang pintar memasak padahal kemampuan diri adalah bersosialisasi dengan orang lain, iri dengan prestasi orang lain yang jago menggambar padahal kemampuan diri adalah memecahkan masalah secara logika, dan lain-lain. Fokus pada kelebihan orang lain sering mengaburkan kemampuan mengenali diri sendiri.

Program Find Your True Colour merupakan program pertama dari Regenesis+ untuk pasien mampu mengenali diri sendiri melalui teknik sidik jari. Dengan melakukan analisis sidik jari (finger print analysis), pasien akan mampu melihat cara kerja otaknya melalui sidik jar. Setiap orang memiliki sidik jari yang berbeda-beda dan unik. Di setiap jari kita ada pola-pola unik yang memperlihatkan cara kerja otak manusia yang berbeda dan unik. Dengan mengetahui sidik jari dan polanya tentunya pasien akan mengetahui kenapa dirinya begitu, kenapa dia melakukan keputusan A dan bukan B, bagaimana cara mengelola kelebihan dan kekurangannya dengan tepat. Dengan mengetahui siapa dirinya, tentunya juga kita akan tahu apakah pasien termasuk orang yang mudah stress atau tidak, lalu bagaimana cara menangani stress yang dialaminya.

2. Brain Optimizer
Tahap selanjutnya dari program Regenesis+ yaitu dengan memaksimalkan cara kerja otak kita. Saat terjadi stress, otak dalam keadaan tidak seimbang yang bisa disebabkan ketidakselarasan antara otak dan anggota tubuhnya. Ada orang yang mampu berpikir cepat namun lambat dalam bergerak, namun ada juga ada yang lambat dalam berpikir tapi tubuhnya sudah cepat merespon. Hal-hal seperti itu bisa diselaraskan dengan program Brain Optimizer yang fungsinya menyeimbangkan cara kerja otak. Cara brain optimizer yaitu dengan teknik Brain Gym atau senam otak.

Dengan BG, tubuh dan otak akan selalu siap dalam kondisi apa pun. Saat tiba-tiba harus melakukan presentasi padahal belum siap, dengan BG, tubuh dan otak akan siap sehingga mampu tenang dan melakukan presentasi dengan baik. Ada 26 gerakan dasar atau body movement yang dapat mengintegrasikan kecerdasan otak agar otak menjadi dinamis dan mampu seimbang dalam kondisi apa pun.

3. Natural Trauma Healing (NTH)
Langkah ketiga yaitu Natural Trauma Healing atau disingkat dengan NTH merupakan langkah untuk membantu meleaskan diri dari trauma tanpa harus bercerita akan tetapi menyerahkan pada kecerdasan tubuh untuk melakukan relases. Program ini dilakukan dengan memfokuskan pada gerakan psoas stretch dan exercise sehingga melatih kecerdasan tubuh untuk melakukan self healing secara natural dalam kondisi apa pun. Dengan gerakan-gerakan khusu NTH dapat melepaskan trauma yang secara sadar ataupun tidak sadar tersimpan di dalam tubuh.

Contoh kasus NTH: ada orang yang pernah mengalami kecelakaan dan kakinya sakit kemudian sembuh. Otaknya sudah lupa dengan rasa sakit yang pernah dialami tapi tidak dengan kakinya. Saat melakukan gerakan NTH, kaki akan melepaskan trauma yang pernah dialaminya dan tentunya bisa sembuh seutuhnya.

Program exercise NTH dilakukan untuk menangani gangguan psikosomatis yaitu penyakit fisik yang disebabkan oleh factor mental sepert stress, rasa cemas berlebihan. Tanda-tanda psikosomatis badan biasanya seperti maag akut, pegal-pegal di pundak, nyeri di bagian tubuh tertentu, insomsia, susah konsentrasi, mudah cemas, tidak nyaman dengan tubuh sendiri dan bahkan bisa tampak seperti gatal-gatal, kesemutan, mati rasa, dll.

4. Energy and Set Reprogramming
Energy and Set Reprogramming (EMR) merupakan treatment yang membantu melepaskan pikiran dan emosi negatif dalam tubuh. Beberapa metode yang dilakukan dalam EMR seperti Transpersonal Psychology, Energi Tubuh, Pola Bangun Alam Sadar dan Bawah Sadar, Emostional Freedom Technique (EFT) dan meditasi. Program ini akan mengubah cara pandang hidup dan membuat hidup menjadi lebih positif dan meningkat. Beberapa manfaat yang didapatkan dengan treatment EMR yaitu:
– Berdampak positif terhadap kesehatan secara holistic baik itu fisik, mental, dan emosional.
– Mampu meningkatkan produkivitas, efisiensi, dan kreativitas.
– EMR juga berdampak positif bagi kinerja organisasi.

5. Pain Release/Fisioterapi
Zaman sekarang sudah terjadi perubahan bentuk tubuh manusia yang tadinya tegak menjadi bungkuk. Perubahan bentuk tubuh manusia itu bisa terjadi karena stress dan gaya hidup yang menggantungkan diri pada gawai. Selalu memegang ponsel pintar secara membungkuk bisa membuat perubahan bentuk tubuh pada manusia. Tentu saja hal tersebut bisa mengganggu ksehatan. Fisioterapi merupakan bentuk treatment kesehatan untuk memelihara, memulihkan, dan meningkatkan gerak normal tubuh dan kemandirian pasien semaksimal mungkin. Metode yang dilakukan bisa berbentuk latihan gerak, penggunaan elektro terapi, terapi pemanasan, dan massage. Pain release diberikan kepada pasien yang menalami rasa sakit dari tekanan yang terjadi ada otot-otot tubuh karena stres. Fisioterapi mampu menguasi, meredakan, dan menghilangkan rasa sakit pada syaraf atau otot bagian tubuh yang terganggu.

Tim Dokter dan Regenesis+ Lineation Centre

Tim Dokter dan Regenesis+ Lineation Centre

Lima langkah yang terangkum dalam “5 Lines of Happiness Regenesis+”tersebut membantu pasien yang mengalami stress, depresi, bahkan trauma berkepanjangan. Efeknya tentu saja membuat hidup semakin berkualitas dan menjadi pribadi baru yang lebih segar dan mampu menghargai diri sendiri. Tujuan dari program Regensis+ ini yaitu untuk memperbaiki kualitas hidup individu menjadi lebih baik dengan cara mengelola gaya hidup, pikiran, emosi, dan kemampuan dalam menangani masalah. Seberat apa pun masalah yang dihadapi, tubuh dan otak sudah siap dan mampu menangani tekanan.
Lineation Centre juga megadakan seminar/workshop untuk program Regenesis+, info lebih lanjut di sini.
stres 6
Lineation Centre
Solusi Perawatan Untuk Cantik dari Dalam Melalui Konsep Korean Beauty Lifestyle
Jl Lemah Neundeut No 10 Bandung
Telp 022-2010593

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

62 Responses

  1. Nchie Hanie says:

    Alhamdulillah banget ya, bisa mengenal Regenesis+, moga menjadi pribadi yg lebih sehat dan tetep kece yaaa

  2. Intan Daswan says:

    Cuman ada di Bandung ya, Teh?

  3. Elisa Koraag says:

    Wah info kece nih. Kayaknya Saya kudu daftar. Thx u

  4. Endah marina says:

    Stres itu paling bahaya disegala aspek, saya pun yg lagi promil dilarang stres oleh dokter. Mbak dalam program regenis itu akan di dampingi psikologi ya atau gmn??

  5. Aan says:

    Baru tahu ada regenesis + …sepakat bund.. Sbagian besar penyebab sakit mendera kala kondisi psikologis melemah

  6. Lineation ini emang integrated banget,

  7. ivonie says:

    Wah ternyata da klinic-nya juga ya buat mengaasi stres. Coba di Malang ada gitu, secara pernah nglamin tanda2 stres di atas 😀

  8. Uwien Budi says:

    Alhamdulillah menemukan Lineation ya teh sehingga stress sudah menjadi masa lalu

  9. Regenesis+ emang program keren yang layak banget jadi program unggulan dalam hal stress management ya, Ran? Udah ngebantu banyak orang dalam menata dan mengelola stress mereka, sehingga bisa menghadapi hari depan yang jauh lebih baik dan bahagia.

  10. umi says:

    Stress kalo dikelola dengan baik menguntungkan ya, apalagi kalo ditangan ahlinya

  11. Putu Ayu says:

    kayaknya di usia kinyis2 kayak aku gini mesti ikutan programnya ya…. bukan cuma mengatasi setres, tapi demi pengembangan diri juga yaa

  12. Mantap ya teh 5 langkah regenesis ini semoga banyak orang yang tahu tentang ini dan bisa ikutan supaya jadi pribadi yang bahagia dan bebas stress

  13. Cuma ada di Bandung ya mbak? Pgn banyak belajar ttg stress terutama buat yang umur 2th. Artikelnya mantap bgt. Bookmarked buat belajar lagi 🙂

  14. Adriana Dian says:

    aaaak mau banget ikutan program Regensis+ iniiiii. nanticari info lebih lengkap lagi deh. makasi infonya yaaaa

  15. Ida Tahmidah says:

    Wah keren banget ya programnya 🙂

  16. Iya nih, penting ada acara beginian dan disosialisasikan. Karena sekarang banyak orang yang stres dan tak tahu gimana cara memulihkannya yang akhirnya malah berujung pada keputusan bunuh diri yang amat sangat disayangkan.

  17. lendyagasshi says:

    Stres memang selalu muncul dan seringkali aku gak sadar.
    Pernah aku diare, teh…sampai maunya ke rumah sakit aja, gak mau minum obat warung.
    Masuk IGD lalu dokternya tanya sedikit ((karena sebelumnya uda ditanya-tinyi sama si suster)), langsung boleh pulang.

    Tanpa obat.

    Cuma dikasih tau kalau Ibu stres. Ibu hanya perlu istirahat dan gak terlalu banyak pikiran.

    Diengg!
    Sampai mobil, suami langsung ajak nge-date.
    Wkkwkk….remeh banget yaa, teh…((keliatannya))

  18. April Hamsa says:

    Baru tahu kalau anak kecil pun bisa setres. Lalu sebaiknya gmn ya supaya anak melepas setresnya?
    Biasa ortu kan kadang tuntutannya banyak pd si kecil, bgmn supaya gk terllau membebani, pdhl maksudnya memotivasi gtu.
    Lineation Center ternyata gak cuma ttg kecantikan tapi jg kesehtaan jiwa ya mbak? baru tau TFS

  19. tomi says:

    terima kasih mba atas informasinya. Saya juga sering mengalami stress namun untungnya karena banyak teman kuliah yang jurusan psikologi, makanya saya sedikit banyak lebih tau bagaimana cara mengatasinya. Makanya kalau udah stress di kantor, pas pulang saya biasanya main gitar sekaligus berdendang atau malah mewarnai coloring book di ipad wkwkwk.. atau kalau pas stress berat malah saya bawa jogging mba biar emosi bisa terluapkan secara positif

  20. Stres ternyata bisa dialami siapapun, syukurlah ada program regenesis yang bagus ini sehingga bisa terbebas dari stres. Hidup pun bisa punya kualitas yang lebih baik lagi.

  21. jadi ingat pernah ikut pembahasan mengenai kesehatan mental di dunia kerja. memang benar orang kadang takut datang ke psikolog atau psikiater, krna takut dibilang gila. tapi salah satu cara agar kita bisa mengontrol emosi ya dengan curhat pada psikolog atau org yg lebih ahli. program regenesis ini bagus banget agar pikiran kita bisa relaks kembali.

  22. Program regenesis+ saya rasa ajib tuh programnya dimana kalo stress bisa langsumh fresh setelah mengikuti program tersebut.

  23. ruziana says:

    Hihihihi
    Kadang kita merasa udah perfect banget
    Tp ternyata kita stress
    Dan mmg tidak kita sadari kecuali ada yg negur atau suatu saat kita dah sadar dan malu sendiri melihat jejak stress di medsos.

    Bagus banget nih program nya. Moga ada di kota sy biar bisa ikut nyoba

  24. Sally Fauzi says:

    Aku kok jadi pengen nyobain ya… Iya, kadang kita stress, tapi gengsi ngakuin.

    Kalau deket aja, aku mau banget nyobain.

  25. Informasinya bermanfaat banget mba,.. jadi dengan program ini kita bisa mengurangi dampak stres ya mba.., apalagi didukung sama tenaga ahli yang mumpuni, stres pasti minggat kayakna…

  26. unggulcenter says:

    Waduh alhamdulillah sampai saat ini masih jauh dari stress. Tapi tip triknya melalui program ini bisa jd acuan kalau ada temen yang tiba2 curhat ke gw uring2an n stress soal kerjaan ya.

  27. zefy says:

    Dapat istilah baru aku mbak, regnesis 🙂

    kirain tadi itu ada nama, ternyata itu singkatan toh

    penting sekali kita tahu cara penanganan stres mbak, karena memang zaman now semakin banyak orang yang rawan terkena stres

  28. Kadangkala ada orang yang gak menyadari kalau dirinya sedang stress. Merasa ada keluhan penyakit bermacam-macam, tapi ternyata sumbernya di pikiran. Obatnya, ternyata butuh refreshing dan juga dengan mengikuti program yang diprakarsai oleh Lineation Centre yaitu 5 Lines of Happiness Regenesis. Semoga semakin banyak orang yang bisa mengatasi stress-nya ya…

  29. mahadewi says:

    Saya kalau stress keliatan banget di kulit. Stress dikit jerawat satu keluar.. stress banyak…jerawat nyerbu. ampunn

    • Nah itu, ada orang yang stres dan jerawatan tapi tidak tahu kalau jerawatnya karena stres, akhirnya walaupun akai krim apa pun jerawatnya nggak se,bih, jadi mesti disembuhin dulu stresnya

  30. erinajulia says:

    Stress ya, jaman masih skripsian, berasa ada beban batu satu ton yang menghimpit pundak, kalo dulu healing saya ke makanan, kalo sekarang jadi sering piknik atau pergi. Hehehe

    Ampuh buat saya menenangkan diri :3

  31. Oky Maulana says:

    ih akutu kalo stress biasanya kebawa ke pola makan, dikit2 makan dikit2 makan. kesel. hhahahaa.

  32. Manusia sekarang banyak banget kebutuhannya makanya banyak yang stress, daripada ngelakuin yang nggak-nggak mending serahkan ke ahlinya ya teh hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *