Sudahkah Kita Bekerja Sesuai dengan Passion?

Untitled design

Sudahkah Kita Bekerja Sesuai Passion? Pertanyaan ini sering singgah di hati saya saat masih bekerja. Apakah memang pekerjaan yang saya lakukan sesuai dengan passion saya sehingga saya sangat bergairah dan bersemangat dalam mengerjakannya.Lalu, penting nggak sih bekerja sesuai dengan passion?

Bagi teman-teman mungkin sudah tidak asing dengan kata ‘passion’ yang kalau diterjemahkan artinya gairah. Gairah di sini maksudnya gairah atau semangat  dalam dalam melakukan sesuatu. Passion identik dengan melakukan sesuatu yang disukai dengan sepenuh hati. Banyak orang yang menginginkan bekerja sesuai passion sehingga dalam melakukan pekerjaan bisa maksimal. Passion bisa berawal dari hobi, misalnya hobinya menggambar lalu pekerjaannya sebagai ilustrator. Pastinya pekerjaannya itu sesuai dengan passion. Jika bekerja sesuai passion, biasanya tidak akan terasa lelah saat mengerjakannya. Bahkan saat mengerjakannya tidak seperti bekerja tapi seperti mengerjakan hobi yang dibayar. Namun, ternyata walaupun passion bisa berawal dari hobi tapi ada perbedaan antara hobi dan passion.

Hobi itu berkaitan dengan kegemaran dan biasanya dilakukan dengan santai. Sementara passion ada keinginan untuk melakukan dari sekadar hobi. Misalnya si A punya hobi menyanyi, dia akan menyanyi saat waktu santai untuk refreshing. Sementara jika si A punya passion menyanyi maka dia tidak hanya sekadar menyanyi tapi akan terus berusaha menyanyi dengan lebih baik dan tentunya ada keinginan untuk diakui bahwa nyanyiannya bagus.

Hobi selalu berkaitan dengan pengeluaran. Tidak jarang bukan ada orang  mengoleksi tas mewah hanya sekadar sebagai hobi. Tentunya mengoleksi tas mewah memerlukan pengeluaran yang besar, mulai dari belanja tas mewah tersebut, tempat penyimpanan, dan perawatannya yang mesti telaten. Sementara passion tidak sekadar mengeluarkan uang, walaupun awalnya mengeluarkan uang tapi ke depannya passion akan membuat kita menghasilkan uang.

Seseorang melakukan hobi sebagai pelepas stres rutinitasnya. Seperti alm, bapak saya hobi memancing dan memelihara ikan di kolam sebagai sarana release dari stres dari pekerjaannya. Namun, jika passion malah bisa mendatangkan stres? Lha ini maksudnya gimana? Maksudnya passion tidak sekadar kegiatan melepas stres tapi ada tantangan yang ingin ditaklukkan atau tujuan yang diraih dalam melakukan kegiatan tersebut. Misalnya alm. Bapa awalnya hanya hobi memancing dan memelihara ikan di kolam lalu beliau pun ingin memelihara ikan untuk dibudidayakan. Pembudidayaan ikan tentunya bukan lagi kegiatan sekadar hobi melepas stres melainkan kegiatan yang memerlukan tambahan skill dan ilmu pengetahuan dalam teknik pembudidayaan ikan. Namun jika dilakukan dengan passion tentunya akan berusaha maksimal untuk bisa menaklukkan tantangan tentang teknik pembudidayaan ikan.

Nah, selain itu kalau hobi biasanya hanya untuk diri sendiri sementara passion berkaitan dengan orang lain. Hobi mancing dan memelihara untuk kesenangan diri sendiri, sementara passion membudidayakan ikan berkaitan dengan penghasilan untuk keluarga, penjual ikan, pembeli ikan, dan lain-lain.

Spiritual Passion

Nah, apalagi ini spiritual passion? Menurut buku yang saya baca, spiritual passion adalah ketika sebuah passion dilandasi dengan nilai-nilai spiritua, nilai-nilai ketuhanan. Jika disinkronkan dengan konsep ajaran agama Islam yang saya anut, passion bisnis/pekerjaan yang dikerjakan merupakan bagian ibadah kepada-Nya. Saat spiritual passion ditemukan, sesungguhnya kita tidak lagi sedang bekerja, sesungguhnya yang terjadi adalah Dia (Allah) bekerja melalui perantara diri kita. Kita menjadi manusia yang memberi manfaat bagi orang lain. Sehingga hidup pun akan sangat bermakna.

Bagaimana cara menemukan spiritual passion? Menurut buku yang saya baca, yaitu dengan cara menggeser tujuan pribadi menuju wilayah yang cakupannya lebih luas. Misalnya, seorang petugas palang kereta api yang bekerja mengangkat dan menurunkan palang pintu perlintasan kereta api, ketika orientasi kerjanya adalah untuk mendapatkan gaji maka itu tujuannya untuk dirinya. Sementara jika tujuannya digeser menjadi bertujuan menyelamatkan nyawa ratusan bahkan ribuan orang setiap hari, maka pekerjaannya lebih bermakna. Ketika orientasinya menyelamatkan nyawa maka cakupannya lebih luas,dan nilai spiritualnya pun semakin besar. Semakin besar nilai spiritual dalam pekerjaan/bisnis kita, campur tangan Tuhan akan semakin besar. Ketika Tuhan sudah turut campur, apa dan siapa yang mampu menghalangi.

Setelah membaca buku tersebut, saya pun tersadar apakah selama ini saya sudah bekerja dengan spiritual passion. Rasanya memang selama ini tujuan saya bekerja untuk tujuan pribadi, paling banter untuk keluarga. Oleh karenanya, saya pun mulai berniat melakukan segala sesuatu dengan menggeser tujuan. Misalnya, saya suka menulis blog ini dan tujuannya mulai digeser tidak sekadar menulis sebagai sarana menyalurkan hobi atau mendapatkan rupiah tapi juga membagikan konten-konten yang bermanfaat bagi pembaca blog.

Saya berharap, tulisan-tulisan yang ada di blog ini memang bisa memberikan manfaat bagi pembaca. Bukan sekadar curhat ala-ala ibu rumah tangga tapi tempat berbagi pengalaman hidup dan tips yang mungkin bisa bermanfaat.

Jadi, sudahkah kita bekerja sesuai dengan passion? Atau mungkin Anda sekalian sudah bekerja dengan spiritual passion.

Sumber bacaan:

Rh, Arif. Kitab Ilmu Vibrasi. 2017. Yogyakarta: eSKa Publishing.

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

37 Responses

  1. Setuju teh semuanya harus dilandasi keimanan kepada Tuhan dan bermanfaat bagi semesta Tuhan yang menciptakan passion dan gift pada kita ❤️

  2. saya langsung nanya sama diri sendiri nih, huhhu udah sesuai passion ga yah

  3. Fenni Bungsu says:

    Bekerja sesuai dengan passionnya itu sangat mengasyikkan karena ketulusan dan ketenangan mengalir begitu saja

  4. kalau udah nemu yang sesuai degan passion itu pasti lebih semangat kerjanya

  5. Eni Martini says:

    Sempat ngantor 10 tahun diluar passion demi sebutir kehidupan hahahs. Setelah puas kerja, Alhamdullilah sekarang sesuai passion

  6. Aku ada yg sebagian sesuai passion, ada yang belum.

  7. zefy says:

    bekerja sesuai dengna passio pasti bahagia luar biasa. kerja sama ga kayak kerja, semuanya membahagiakan. Ya maklumlah sesuai passion, eh aku udah sesuai belum ya

  8. Iya bekerja sesuai passion memang menyenangkan sekalipun banyak deadlinenya pasti dibawa happy

  9. bekerja sesuai passion emang bikin kita semangat klo aku si teh dari jd Hrd n blogger keduanya mengasyikan

  10. Huhu asa diingetin lagi euy ,,saya udah bekerja sesuai passion apa belum,,tapi yang jelas untuk saat ini saya bekerja karena butuh haha.

  11. Makasih buat sharingnya yah Raaan, bikin aku jadi introspeksi lagi tentang passion-ku deh :))

  12. April Hamsa says:

    Kalau bekerja sesuai passion tu biasanya awet kerjaannya, enggak gampang setres maupun bosan. Biasanya sih buat freelancer2 gtu. Makanya sekarang banyak bermunculan start up mungkin awalnya dr passion jg kali ya mabk 😀

  13. Liza says:

    bener banget mbak Rani, harus dipisahkan antara passion dan hobi karena hobi ya hanya sekadar dilakukan untuk refreshing atau memuaskan nafsu belaka, kalau passion, ada hal lebih yang kita inginkan dari kegemaran kita ini. Aku kepingin banget kerja sesuai dengan passion, tapi kadang banyak hal yang menjadi pertimbangan ketika memutuskan untuk bekerja sesuai dengan passion atau tetap bekerja ditempat yang bukan passion kita. yang penting sih dinikmati saja prosesnya

  14. Akarui Cha says:

    Ternyata hobi dan passion itu beda ya. Kalau hobi itu untuk kesenangan diri sendiri, sememtara passion juga untuk orang lain. Noted. Makasih banyak infonya mba.

  15. Manusia memang diciptakan untuk beribadah ya, Mbak. Jika pekerjaannya sesuai dengan passion dan diniatkan untuk ibadah, bermanfaat pula untuk orang lain, bagus banget ya Mbak itu. Spiritual passionnya dapet. Semoga kita bisa seperti itu. Aamiin.

  16. Subhanallah tulisannya menyentuh sekali teh, alhamdulillah sekarang aku sedang menjalani kerja sesuai dengan passion setelah 8 tahun kerja di tempat yang ‘salah’. Hahaha. Harus ditambah lagi nih niatnya bekerja karena Allah ya biar semakin lancar dan bahagia jalannya..

  17. Bekerja di bidang yang sesuai passion itu, biasanya lebih asyik. Kalau ada masalah, lebih santai menghadapinya.
    Saya sedang berusaha agar bisa bekerja dengan spiritual passion.

  18. gita siwi says:

    Akh aku passion banget. Kuliah komunikasi. Kerja di radio sekarang ngeblog kadang masih suka ngemsi dan juga isi suara buat Company profile/iklan juga buat kelas

  19. Passionku sih ngeblog. Sukanya ngeblog. Tapi Ibu gak ngijinin ngeblog sebagai pekerjaan. Cukup hobi saja. Gak boleh sepenuhnya untuk mengandalkan blog aja.

    Ibu ya menyarankan aku jadi guru. Ya nanti aku ambil guru. Ibu, tujuannya supaya aku pns. Aku sih, gak terlalu materil. Kalaupun aku jadi guru, ya nanti aku menyampaikan ilmu, tanpa memaksakan kehendak kepada anak didik. Tugas guru, cuma menyampaikan ilmu, bukan memintarkan.

    Jadi ya kalaupun nanti jadi guru, maka hal pembangkit kebahagiaanku adalah blog. Bisa jadi, suka duka jadi guru akan kuceritakan di blog

  20. Jiah says:

    Spiritual passion, aku berharap sedang atau sudah mengerjakan itu. Dan ketika kita bekerja sesuai dg apa yg kita mau, rasanya membahagiakan berlipat-lipat

  21. Saya beruntung sekarang sudah bekerja sesuai dengan passion jadi bisa ngejalanin dengan bhagia. seberapa besar hambatannya. tetap bisa dilewati, kerja juga enjoy dan selalu happy

  22. Bagus Mbak pemikiran nya. Aku share ke suami ya. Biar semakin semangat dan enggak stres karena kerjaan

  23. Hellofika says:

    Dulu sempat kerja dengan passion.. tapi skrg udah enggak lagi.. krn udah jadi ibu rumah tangga…

  24. Nova Violita says:

    Wah…kebanyakan kerja gak sesuai passion..bahkan melenceng dari pendidikan yg iya tempuh..

    Bagiku apa yang dikerjakan hari ini tetap disyukuri aja…

  25. Fandy says:

    Jika ditanya soal passion, mungkin pekerjaanku saat ini tidak sesua8 dengan passionku. Passion yang aku miliki mungkin adalah membaca buku, bersantai, menulis, tidur, dan sedikit bermain voli.
    Tapi jika hanya terpaku pada passion semata, niscaya segalanya akan terasa sia sia jika tanpa diiringi usaha yang nyata untuk mewujudkan “kerja sesuai passion”

    Sungguh beruntunglah mereka yang bisa bekerja sesuai passion mereka, bekerja terasa seperti melakukan hobi semata, tanpa adanya paksaan tuntutan ataupun tenggat waktu. Bekerja sesuai passion itu mungkin terasa seperti melakukan hobi yang dibayar.

    Sungguh beruntungnya…

  26. Alhamdulillah, aku sekarang bekerja sesuai passion dan dengan passion. Jadinya gak terbebani. Walopun gak sesuai dengan basic pendidikan, tapinya enjoy. Cuma ya gitu, orang2 deket suka pada nyinyir. yang penting enjoylah :))))

  27. Elly Nurul says:

    Bicara tentang passion, memang sangat personal, dengan niat baik dan usaha yang baik juga InshaAllah kita dapat mencapai passion.. dan dalam mencapai passion dibutuhkan kenyamaan dalam menjalankannya.. Dan InshaAllah saya sudah menjalankan hidup sesuai passion.. jika sesuai passion maka hidup akan lebih terarah tsahhh..

  28. Natara says:

    Kalo bekerja sesuai passion mah dijamin ga akan ada rasa beban ya kak…

  29. Zia says:

    Insyaallah aku kerja selalu sesuai passion. Comfort zone, tapi sekarang fokus freelance aja yang penting ga keluar passion biar semangat. Heheh

  30. ZILQIAH says:

    emang betul ya harus kerja sesuai passion kalo gak ya gak akan profesional malah terbebani ,, aku juga nih semoga passion ku bisa jadi kerjaan yg menghasilkan hehe

  31. Novitania says:

    Alhamdulillah aku sudah mba, rasanya menyenangkan yaa. Tp walau sudah sesuai pasion kadang mau coba tantanga baru sih

  32. Ida Tahmidah says:

    Dulu aku kerja sesuai jurusan wkt.kuliah kurang enjoy ternyata beberapa kali keluar masuk kerja hehe… Alhamdulillah sekarang sudah nemu passion saya sambil freelance kerja juga …bersyukur banget…:)

  33. Alhamdulillah, menjadi blogger dan penulis buku adalah passion saya. Gimana dengan passion spiritual? in sya Allah seiring sejalan dengan passion material. hehe…

  34. Klo aku sih, penting bgt kerja sesuai passion krn aku orgnya susah jika ngerjain sesuatu yg tak sesuai hati. Bakalan ngga bener hasilnya

  35. Tika Samosir says:

    Kalau dibilang belanja sesuai dengan fashion sih aku mah belanja yang mana mau dibeli aja mba. Terkadang kebablasan juga belanjanya lihat diskon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *