Televisi, Berita, dan Kumparan

Televisi, Berita, dan Kumparan

Televisi, Berita, dan Kumparan. Saya merupakan salah seorang produk anak tahun 80an-90an yang mengandalkan hiburan dan berita kepada  sebuah kotak bernama televisi. Masih ingat bahwa saat itu radio dan televisi menjadi sebuah kemewahan bagi saya. Berbeda dengan zaman sekarang, saat masih kecil hanya ada satu satu stasiun penyiaran benama TVRI. Jam tayangnya terbatas, hanya sampai pukul 09.00 pada hari kerja. Lalu, pada akhir pekan, terutama hari Minggu, jam tayangnya bertambah sampai pukul 12.00 malam. Seingat, saat hari kerja, jam tayang acara pun mulainya sore hari. Jadi, kebayang khan bagaimana hari Minggu merupakan hari yang ditunggu oleh anak-anak sebaya saya yang haus dengan hiburan dan informasi. Jangan mengharapkan berita selebriti, gossip dan sebagainya, kami menerima berita yang tersortir dengan baik. Tidak ada tayangan aneh-aneh, hanya tayangan berita dan informasi dalam dan luar negeri. Kebanyakan sih memberitakan kinerja baik pemerintah.

televisi hitam putih sumber: pixabay

televisi hitam putih
sumber: pixabay

Hal paling menarik dari televisi saat itu datangnya penagih yang setiap bulan menagih iuran televisi untuk stasiun penyiaran. Mungkin zaman itu memang tidak ada iklan, jadinya dana didapat langsung dari masyarakat. Entahlah, saya pun kurang begitu paham.

Tahun berganti, perkembangan teknologi dari televisi hitam putih menjadi televisi berwarna perkembangan dunia stasiun penyiaran pun berkembang. Pihak swasta pun membuat stasiun penyiaran yang menghadirkan berita, informasi, dan hiburan tentunya. Selama 24 jam kita pun bisa menonton siaran di televisi dari beberapa stasiun penyiaran. Setiap stasiun penyiaran menawarkan beragam acara menarik untuk menarik perhatian penonton di rumah.

Televisi sempat menguasai sumber informasi, selain media cetak tentunya. Namun, hadirnya teknologi internet pelan-pelan membuat televisi tidak lagi menjadi sumber informasi dan hiburan. Internet telah mengubah cara kita mendapatkan informasi. Teknologi informasi pun terus berkembang menghadirkan teknologi digital yang membuat saluran informasi dan berita pun semakin banyak. Sehingga, ibu rumah tangga seperti saya pun tetap bisa mendapatkan informasi spesifik yang dibutuhkan.

Setahun terakhir ini, televisi yang ada di rumah ‘nganggur’. Bukan karena saya bersikap idealis ingin menghilangkan kebiasaan menonton televisi, tapi karena saya ‘malas’ memperbaiki televisi yang rusak remote dan tombolnya. Daripada anak-anak rebut pengen ganti channel, lebih baik tidak dinyalakan. Apakah selama televisi mati, saya tidak mendapatkan informasi. Tentu saja tetap dapat. Dari mana coba? Tentu saja dari sosial media. Saya sering baca postingan berita di sosial media lalu mencari berita utuhnya melalui berita online. Namun, terkadang cara seperti itu kurang efektif juga. Saya sering tertarik oleh banyak hal, terutama setelah resmi menjadi ibu rumah tangga, tentunya saya perlu lebih banyak informasi yang sesuai dengan passion dan rasa ketertarikan saya.

Diam di rumah membuat saya memiliki waktu lebih luang untuk mengeksplorasi dapur. Oleh karenanya saya sering mencari informasi seputar resep masakan dan tentunya informasi tentang penyajian makanan yang tepat dan kaya gizi untuk keluarga. Hal lain tentunya berita dan informasi lainnya yang saya butuhkan. Salah satu web portal yang sering saya buka adalah kumparan. Web portal ini termasuk baru tapi langsung saya suka karea penyajian informasinya yang tepat dengan Bahasa yang tidak terlalu bombastis dan bertele-tele. Nah, sekarang kumparan menyediakan aplikasinya membuat saya lebih mudah mencari informasi. Tidak perlu mengunjungi web-nya, cukup klik aplikasinya, saya pun akan mendapatkan berita yang saya butuhkan.

kumparan 2

kumparan 3

kumparan 5

Aplikasi kumparan sudah tersedia di play store dan apps store. Setelah saya unduh di apps store, saya klik apsnya dan langsung masuk ke laman yang berisi daftar  tema di kumparan. Saya klik, tema-tema berita yang memang sesuai dengan ketertarikan saya. Lalu, saya pun login melalui akun sosmed. Di sana tersedia dua pilihan yaitu masuk melalui akun facebook dana kun gmail. Saya pun masuk melalui akun facebook. Saya pun langsung masuk ke laman berita-berita yang ingin saya baca.

Setelah saya mengunduhnya beberapa lama, aplikasi ini cukup membantu saya untuk mendapatkan informasi yang saya ingin baca. Sekali klik, saya bisa langsung membaca berita. Berita baiknya, saya tidak mendapati keleletan saat setiap laman dibuka. Kalau membuka via website, kadang lelet karena koneksi internetnya yang lagi gangguan. Namun, jika buka melalui aplikasi, saya bisa membuka dan membaca berita dengan cepat. Tentu saja lebih efisien bagi saya yang kadang membaca berita dengan banyak gangguan dari dua bocah yang sering recokin ibunya.

 

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

2 Responses

  1. masirwin says:

    Otw download kumparan 🙂

  2. Himawan Sant says:

    Sekarang pengguna smartphone semakin dipermudah dengan beragam pilihan aplikasi berita,ya.
    Salah satu kumparan ini.
    Akan coba kudonlod aplikasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *