Tips Mengatasi Hal Menyakitkan dalam Hidup

tips mengatasi dalam hiduppahit

Tips Mengatasi Hal Menyakitkan dalam Hidup. Hidup itu tidak selalu menyenangkan. Kadang hadir hal yang tidak mengenakkan kadang menyakitkan dalam hidup. Terkadang hidup juga bagaikan roller coaster, sesekali diajak naik dengan kecepatan tinggi lalu dijatuhkan juga dengan kecepatan tinggi hingga membuat jantung serasa mau copot. Dalam perjalanan hidup saya pun sering mengalami hal yang tidak mengenakkan, entah itu karena akibat dari perbuatan sendiri atau penyebab lainnya. Selama perjalanan hidup ini, saya berusaha mempelajari tips mengatasi hal menyakitkan dalam hidup sehingga saya bisa move on melanjutkan hidup lagi.

Mungkin sejak sedari kecil, manusia sudah dikenalkan dengan hal-hal menyakitkan, entah itu secara fisik maupun psikis. Manusia terus tumbuh dan hal menyakitkan secara fisik mungkin bisa hilang atau sembuh namun hal menyakitkan secara psikis konon kabarnya akan meninggalkan jejak, apalagi jika tidak bisa diatasi dengan baik. Semakin dewasa, permasalahan yang dialami manusia semakin pelik bahkan blunder tidak jelas ujung pangkalnya. Tanpa saya sadari, kejadian-kejadian menyakitkan di masa lalu meninggalkan jejak yang takterlihat namun memiliki efek jangka panjang. Apalagi saya termasuk orang yang punya kemelekatan tinggi alias selalu gagal move on. Kalau ada hal yang menyakitkan dalam hidup selalu membekas lama dan susah sembuh. Hiksss… ini sih derita, loe eeh derita gue.

Beberapa hari terakhir, saya mengalami kejadian menyakitkan dalam hidup. Saya berusaha melupakannya namun yang terjadi saya malah merasa lebih marah dan kecewa. Parahnya lagi saya sempat membenci diri saya sendiri. Berbagai pertanyaan muncul dalam benak, kenapa begitu? Kenapa begini? Apa maksudnya itu? Kenapa dunia seakan menyerang saya? Kenapa … dan kenapa? Tanpa saya tahu apa yang menjadi penyebabnya. Namun, setelah dipikir lagi, jawabannya mungkin ada dalam diri saya sendiri. Seringkali, saya mencari jawaban keluar padahal jawabannya ada dalam diri. Bagaimana cara saya menyikapi permasalahan yang datang atau kekecewaan yang hadir. Seperti saya sebutkan di atas, ternyata saya termasuk orang yang tipe kemelekatannya tinggi sehingga jika mengalami sesuatu hal sering sulit melupakannya. Oh iya, saya tahu istilah kemelekatan setelah membaca blognya ARif RH mengenai vibrasi. Yang mau tahu lebih lanjut tentang vibrasi bisa gugling, yaaah.  Lalu bagaimana cara agar saya bisa mengatasi hal menyakitkan dalam hidup?

Menerima Apa Adanya

Awalnya memang terasa sangat sulit. Apalagi jika saya merasa hal menyakitkan tersebut bukan datang karena saya. Namun, cara yang jitu untuk bisa melepaskan diri dari kenangan menyakitkan adalah menerima apa adanya kejadian tersebut. Salah satu kalimat yang saya ucapkan saat merasa sulit lepas dari hal menyakitkan adalah

APAPUN YANG AKU RASAKAN DAN AKU ALAMI SAAT INI, AKU MENERIMA, MENCINTAI DIRI DAN KEHIDUPANKU APA ADANYA

Mencintai Diri Apa Adanya

Seringkali hal menyakitkan dalam hidup membuat saya membenci diri saya sendiri. Saya termasuk orang yang sulit melupakan kejadian masa lalu. Seringkali membenci kesalahan-kesalahan yang saya lakukan dan berdampak kurang baik dalam kehidupan. Setelah dirunut, hal itu ternyata karena saya kurang mencintai diri saya apa adanya sehingga saya selalu melihat kekurangan dalam diri. Salah satu kalimat yang saya ucapkan saat merasa terpuruk yaitu.

WALAUPUN SAYA SULIT SEKALI MENERIMA DAN MENCINTAI DIRI SAYA, SAYA MENERIMA DAN MENCINTAI DIRI SAYA APA ADANYA.

Belajar Ikhlas

Ikhlas adalah kata yang familiar dalam kehidupan sehari-hari dan sering didengungkan dalam berbagai ceramah agama namun ternyata sungguh sulit untuk dipraktekkan. Yah, mungkin saya termasuk orang yang sulit mengikhlaskan sesuatu sehingga seringkali memikirkan hal-hal yang menyakitkan dalam hidup. Padahal kuncinya untuk bisa melepaskan hal-hal kurang mengenakkan adalah dengan ikhlas menerima kejadian yang menyakitkan dalam hidup. Saya belajar untuk bisa menerimanya dan menganggapnya hal yang menyakitkan dalam hidup merupakan bagian dari hidup saya yang memang harus saya alami agar saya bisa naik kelas. Tinggal bagaimana saya menyikapinya. Saya juga termasuk orang yang punya kecenderungan mencemaskan masa depan sehingga membuat pikiran ruwet. Padahal saya tahu pasti yang sebaiknya saya lakukan bukanlah mencemaskan masa depan melainkan melakukan yang terbaik pada saat ini. Apa yang bisa saya lakukan, lakukan dengan cara terbaik dan dengan niat semata-mata mencari rido Allah Swt.  Kalimat yang saya ucapkan saat saya merasa sulit melepaskan diri dari hal menyakitkan adalah.

WALAUPUN SAYA SULIT IKHLAS, SAYA IKHLAS.

Bersyukur

Hal menyakitkan dalam hidup memang sering membuat saya hilang semangat dan malas melakukan hal-hal positif. Jika sudah begitu, cobalah untuk bersyukur karena ternyata hal menyakitkan dalam hidup itu hanya satu sementara hal baik dalam hidup jumlahnya lebih banyak bahkan ribuan. Hal baik dalam hidup, Alhamdulillah pagi ini bisa membuka mata dalam keadaan sehat, Alhamdulillah membuka mata dan mendapati anak dan suami dalam keadaan sehat, Alhamdulillah hari ini masih bisa makan dengan enak, Alhamdulillah masih tinggal di tempat yang layak, Alhamdulillah masih kuat untuk bekerja, dan masih banyak hal lain yang patut disyukuri. Kenapa harus terpatok pada satu hal menyakitkan dalam hidup?

Membebaskan Diri dari Luka Masa Lalu

Beberapa bulan lalu saya sempat mengikuti pelatihan Deep Psych Tapping Technique Atasi Kecanduan Internet dengan Cerdas. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan bagaimana cara membebaskan diri dari luka masa lalu dengan cara tapping. Menurut Dra. Yuli Suliswidiawati, M.Psi. dengan rutin melakukan teknik tapping ini, kita akan lebih sehat dan mampu berpikir dengan jernih.

Bebas dari Kemelekatan

Istilah ini cenderung baru saya ketahui namun ternyata kemelekatan sudah menjadi menu harian saya. Untuk lebih memahami kemelekatan, coba bayangkan ilustrasi berikut.

Bayangkan, Anda menempelkan lem gluco dengan kertas di kulit tangan kanan Anda. Lalu, tempelkan lem Alteco dengan kertas di tangan kiri Anda. Menurut mana kertas di tangan manakah yang paling sulit dilepas dan saat dilepas sangat sakit? Tentunya tangan yang ditempeli dengan lem yang daya rekatnya yang sangat kuat. Itulah kemelekatan, semakin melekat maka akan semakin menyakitkan. Namun, jika bisa hidup bebas dari kemelekatan, saya rasa hidup akan lebih nyaman dan easy going.

Hal-hal di atas sudah saya praktekkan untuk mengatasi hal menyakitkan dalam kehidupan saya. Awalnya memang terasa sulit namun setelah dipraktekkan berulang kali hasilnya lumayan. Saya yang mulanya sangat sulit move on, bisa waktu lama untuk bisa menerima hal menyakitkan kadang bertahun-tahun, sekarang saya bisa melepaskannya dalam waktu beberapa hari. Sehingga, saya bisa melanjutkan hidup dengan menerima hal-hal yang kurang menyenangkan menjadi bagian dari perjalanan hidup. Itulah Tips Mengatasi Hal Menyakitkan dalam Hidup. Selamat mencoba.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

16 Responses

  1. Adetruna says:

    baik bu. Menyejukan sekali artikelnya. Dari artikel ini saya belajar kemelekatan. Haha baru denger.. ini membahayakan tentu saja ..

    Cair. Ini yg bisa melawan kemelekatan, jadilah orang yang bisa mencairkan suasana baik hati atau pikiran ..

  2. tio says:

    Luar biasa saya jadi terinspirasi, utk jadi diri sendiri

  3. Rosanna Simanjuntak says:

    Baca vibrasi, yang terekam vibrator
    Hahaha… #uppps
    Maafkanlah aku…
    Baru dengar istilah, kemelekatan . Gagal move on, gitu yaa
    Benar tuh mbak, banyak-banyak bersyukur salah satu faktor membuat hidup bahagia
    Salam kenal dari bumi Borneo ya
    Main atuh ke lapak eike #modus.
    Hahaha

  4. Mbaa… ah…. kece banget ini tulisan. TFS.

  5. Ajen Angelina says:

    Wah keren nih Mbak Ulasannyaaa..
    Sip nanti diterapkan kalau mengalami hal menyakitkan 😀

  6. Nunu Amir says:

    Biar ga kecewa berlebihan, kudu ikhlas ya mbak.
    Mencapai tahap keikhlasan mmg sulit, tapi kalau dicoba Insya Allah bisa ^^
    Keren tulisannya ^^
    Btw, baru tau dari artikel ini ttg istilah “Kemelekatan”

  7. haaai letvia, betul banget, ikhlas itu mudah dikatakan tapi sulit dikerjakan, saya merasakanya sendiri, kok

  8. Umar Razyan says:

    Satu penyakit kronik adalah kemurungan yang berlaku dengan beberapa sebab. Seperti keramaian orang, warga emas mungkin mengalami kemurungan untuk banyak sebab yang sama. Walau bagaimanapun, warga tua juga mempunyai pelbagai isu-isu lain yang merumitkan perkara.

  9. makanya aku ga mau terlalu dalam mencintai/menyukai seseorang/sesuatu mbak.. supaya kalo pas kehilangan, ya ga terlalu sakit :).. cthnya sih kayak keluarga, sayang ama suami dan anak udh jelaslah.. tapi aku slalu tekanin stiap hari dlm ahti, kalo mereka semua bukan milikku.. Mereka milik yang di Atas.. jd kalo suatu saat Tuhan mau manggil mereka, ya aku g ada kuasa apa2.. itu aku ulang trus2an, supaya ttp sadar kalo ga ada 1 pun milik kita di dunia ini 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *