Traveling Bersama Balita

traveling-bersama-balita

Traveling Bersama Balita. Zaman masih kuliah, saya senang jika melakukan perjalanan. Seorang diri tidak masalah, rasanya menyenangkan jadi bertualang ke daerah yang tidak dikenal, bertemu teman baru dalam perjalanan. Setelah menikah, rasanya semua keberanian itu hilang. Tidak percaya diri jika harus bepergian sendirian.

Setelah punya anak, kegiatan traveling bisa dihitung dengan jari. Rasanya tidak tega jika harus bepergian tanpa keluarga. Pastinya agenda traveling mesti menyertakan buah hati. Pastinya berbeda sekali traveling sendiri, berdua suami, atau rombongan kecil. Lebih repot memang tapi saya berharap sih perjalanan-perjalanan tersebut dapat memberikan pengalaman baru juga untuk anak-anak. Walaupun jarang bepergian, tapi setidaknya anak-anak sudah merasakan beragam moda transportasi selama traveling.

Traveling dengan Mobil

Sepertinya mobil merupakan kendaraan yang paling sering kami pergunakan untuk traveling. Apalagi kami bepergian dengan anak-anak, pastinya lebih leluasa jika bepergian dengan menggunakan kendaraan sendiri. Kami bisa membawa banyak barang kebutuhan keluarga. Tidak hanya koper berisi pakaian dan perlengkapan selama perjalanan tapi juga mainan, makanan, minuman, dan obat-obatan. Traveling menggunakan mobil, sering kami lakukan jika pergi ke rumah neneknya anak-anak di Tasikmalaya. Pernah juga kami melakukan perjalanan dari Sukabumi-Depok-Jakarta-Bandung-Sukabumi, selama tiga hari dengan menggunakan mobil. Agenda kami bersilaturahim ke rumah saudara.

Perjalanan cukup jauh, pernah kami tempuh menuju Wonosobo. Kami sengaja ke sana menggunakan mobil agar kami bisa mampir-mampir dulu ke Cirebon. Walaupun cuma sehari mampir ke Cirebon, tapi kami senang dan mendapatkan kesan yang menarik di Kota Udang tersebut. Menurut kami, Cirebon merupakan kota yang menyenangkan dengan makanan yang enak. Walaupun cuacanya panas dan kami tidak terbiasa, tapi kami senang menjelajahi kota itu. Waktu yang sempit membuat kami tidak bisa berlama-lama di sana. Kami pun melanjutkan perjalanan ke Wonosobo.

traveling-bersama-balita

Perjalanan paling jauh yang pernah kami tempuh dengan menggunakan mobil yaitu perjalanan ke Pulau Sumatera, tepatnya ke Kota Palembang. Perjalanan yang sangat melelahkan untuk kami berempat, terutama anak-anak. Apalagi, tidak ada yang bergantian menyetir mobil sehingga selama perjalanan suami banyak berhenti untuk beristirahat. Perjalanan yang kami lakukan memang perjalanan santai sehingga perjalanan memakan waktu hampir dua hari penuh. Selama dua hari, kami menghabiskan waktu di jalan. Perjalanan ke Pulau Sumatera tersebut juga jadi pengalaman traveling yang paling mengesankan karena pertama kalinya anak-anak naik kapal feri dan menikmati sensasi naik kapal yang terombang-ambing air laut.

traveling

Traveling bersama balita dengan menggunakan mobil memang lebih leluasa. Namun tetap saja banyak yang harus dipersiapkan, apalagi jika akan menempuh perjalanan yang cukup panjang. Persiapan yang kami lakukan sebelum perjalanan.

  1. Pastikan kondisi mobil dalam keadaan baik. Cek kondisi mobil, ban, dan kendaraan secara keseluruhan. Jangan sampai ada masalah saat di perjalanan.
  2. Istirahat yang cukup, terutama buat sopir yang membawa kendaraan. Perjalanan panjang dengan menggunakan mobil sangat melelahkan. Kalau bisa sih ada yang gantian menyetir. Sayangnya, saya belum bisa menyetir mobil, jadi selama perjalanan suami menyetir sendiri.
  3. Membawa pakaian yang cukup selama perjalanan. Pisahkan alat solat di tas kecil sehingga saat di perjalanan berhenti akan solat, tidak harus membuka koper pakaian.
  4. Siapkan persediaan makanan dan minuman di tas yang berbeda. Terutama camilan anak-anak karena selama perjalanan anak akan rewel jika merasa lapar. Apalagi kadang anal balita bangun tengah malam dan di perjalanan, dan belum tentu di jalan ada minimarket.
  5. Siapkan obat-obatan, minyak kayu putih, dan vitamin untuk seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak.
  6. Siapkan kantong keresek untuk tempat muntah. Anak pertama saya, sering merasa mual jika naik mobil. Makanya kadang dia mabuk perjalanan dan muntah.
  7. Siapkan juga mainan kesukaan anak-anak. Kadang perjalanan jauh membuat anak-anak merasa bosan. Jika bosan, anak-anak bisa rewel dan tentunya perjalanan pun jadi tidak menyenangkan.
  8. Agar perjalanan panjang lebih nyaman, biasanya kami bekal selimut dan bantal, sehingga saat lelah kami bisa tidur dengan lebih nyaman.
  9. Membawa power bank agar hape bisa diisi dayanya walaupun di tengah hutan. Kenapa hape harus tetap nyala? Karena kami membutuhkan gps sebagai penunjuk jalan.

Traveling dengan Bis

Traveling dengan Bis kami lakukan saat ikut serta rombongan wisata dari kantor tempat saya bekerja. Wisata rihlah tersebut tujuannya mengunjungi tempat-tempat wisata di Jogjakarta. Pastinya perjalanan Bandung-Jogjakarta dengan menggunakan jalur darat bukan perjalanan sebentar. Jika kondisi anak kurang baik, maka perjalanan akan menjadi kurang menyenangkan karena anak-anak rewel. Hal tersebut terjadi pada beberapa keluarga rekan kerja saya. Selama perjalanan, anak-anaknya rewel karena bosan dan kelelahan. Perjalanan dengan menggunakan bis tentunya tidak seleluasa perjalanan dengan menggunakan mobil sendiri. Kami tidak leluasa membawa barang untuk traveling. Tentunya kami harus berbagi bagasi bis dengan penumpang lain. Jadi kami harus lebih ringkas dalam membawa perlengkapan selama perjalanan.

Persiapan yang kami lakukan saat traveling dengan menggunakan bis, di antaranya:

  1. Membawa pakaian secukupnya dalam satu koper. Lalu membawa satu tas yang lebih kecil untuk perlengkapan di atas bis, seperti makanan, mainan, obat-obatan, dan alat solat.
  2. Traveling dengan menggunakan bis tentunya tidak bisa sesuka hati berhenti untuk ke kamar kecil. Jadi, kami usahakan tidak sering minum selama perjalanan agar tidak sering ingin BAK. Apalagi balita sering belum bisa menahan rasa ingin pipis.
  3. Membawa bantal leher agar leher tidak terlalu pegal selama perjalanan.

Traveling dengan Kereta Api

Traveling dengan Kereta Api juga merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak yang masih balita. Perjalanan dengan menggunakan kereta api kami lakukan saat melakukan perjalanan ke Kediri, Jawa Timur. Saat itu, kami menggunakan kereta bisnis agar lebih nyaman, apalagi kami membawa anak-anak tentunya membutuhkan kondisi yang lebih kondusif. Persiapan traveling dengan menggunakan kereta api tidak jauh berbeda dengan menggunakan bis karena sama-sama menggunakan kendaraan umum. Namun, menurut saya sih ada beberapa kelebihan traveling dengan menggunakan kereta api yaitu kami bisa mengisi daya hape selama di perjalanan karena kereta api menyediakan fasilitas colokan, jika ingin BAK bisa menggunakan toilet yang ada di gerbong kereta api, terdapat restoran di kereta api, hingga saat lapar tinggal memesan makanan, disediakan selimut dan bantal selama perjalanan di atas kereta api.

Persiapan yang kami lakukan saat traveling dengan kereta api yaitu membeli tiket jauh hari dan memilih perjalanan malam agar anak-anak balita ini bisa tidur selama perjalanan.

Traveling dengan Pesawat Terbang

traveling

Traveling dengan menggunakan pesawat terbang kami lakukan saat kami sekeluarga berkunjung ke Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Anak-anak sangat bersemangat sekali saat diberitahu akan naik pesawat terbang, terutama si sulung, Fathan. Traveling dengan menggunakan pesawat terbang pastinya jadi pengalaman berharga untuk mereka karena ini pertama kalinya mereka ke bandara dan mengikuti prosedur di sana.

Persiapan yang kami lakukan sebelum traveling menggunakan pesawat terbang di antaranya:

  1. Sounding kepada anak-anak bahwa kami akan naik pesawat terbang dan memberi tahu hal-hal yang akan mereka rasakan saat naik pesawat terbang, seperti telinga terasa berdenging saat pesawat take off, dan lain-lain. Sehingga mereka tidak kaget dan mau mengikuti petunjuk selama naik pesawat terbang.
  2. Membeli tiket dan memilih pesawat terbang yang kira-kira pelayanannya ramah terhadap anak-anak sehingga mereka nyaman selama perjalanan.
  3. Menyiapkan pakaian secukupnya dalam satu koper karena bagasi yang terbatas.

Alhamdulillah, selama ini traveling bersama balita tidak mengalami kendala yang berarti. Saya dan suami berusaha sebisa mungkin agar anak-anak merasa nyaman dan bahagia selama perjalanan. Harapannya, kami sekeluarga tetap bisa melakukan traveling dan berkunjung ke daerah-daerah yang baru. Tujuannya tentu agar anak-anak selalu mendapatkan pengalaman baru dalam perjalanan. Inginnya sih kami bisa mengajak anak-anak traveling ke luar negeri. Tujuannya negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Semoga kami ada rezeki bisa mengajak anak-anak melakukan traveling sehingga mereka mendapatkan banyak pengalaman berharga dan menyenangkan.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

11 Responses

  1. Winda says:

    Ming xia pernah aku ajak ke cirebon teh, kaisan dia kepanasan sampe dia nangis rewel terus, alhasil kami ga kemana-ana, diem di hotel atau ke mall yg ber-ac

  2. Cilya says:

    Aku belum pernah ngerasain bawa anak bayi traveling naik bus atau kereta atau pesawat mba. Tapi pas anak aku usia 5th aku baru berani bawa naik pesawat

  3. Cilya says:

    Seru ternyata ya bawa anak traveling. Peralatan yg dibawa bisa sekoper sendiri

  4. Aku salut deh sama yang bisa traveling bawa balita. Aku bawa balita jarak Deket aja susaaaaah dan ribet. Keren!

  5. Wahh, komplit banget tips-tipsnya, mbak. Dari pake mobil, kereta api, sampai bis pula. Emang yaa kalo bawa balita agak banyak printilannya. Harus siap sedia segala sesuatunya.

  6. Demia KamiL says:

    waaah seru banget yaa travelling bawa balitaa, menantang kayanya yaa ada plus minusnyaaa, seneng karena bawa anak, dan agak ribet kalo ternyata lagi rewel hihihi

  7. Alhamdulillah aku pernah bawa anak balita dengan bis, mobil dan pesawat. Walau ribet tapi seru bawa balita traveling ya. Penting banget persiapan yang matang biar makin nyaman dalam perjalanan.

  8. Indah Nuria says:

    Memang perlu persiapan yang mataaang ya teh.. dan anak-anak harus prioritas didahulukan kebutuhannya.. kaau ngg bakal rempong hehe

  9. Suzannita says:

    Pastinya banyak banget bawaan yang harus dibawa saat traveling bareng anak-anak ya dan persiapannya itu harus benar-benar matang

  10. Grandys says:

    Keren nih teh, ak kabayang nih effort nya saat travelling dan bawa para bocil-bocil ini. Masya Allah semuanya harus well prepared ya, ak jd pengen bisa nyetir juga, kalo road trip, suami bs gantian istirahatnya

  11. lendyagasshi says:

    Iya,
    Jangan takut traveling sendiri yaa, teh..
    Yakin bahwa ada Allah yang selalu bantu di tiap kesulitan.

    Kalo capek..?
    Iya banget…bawa anak yang masih kunyil-kunyil ini sungguh menguras energi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *