Yuk, #SelamatkanAnakBangsa dengan Permainan Tradisional!


Foto dari http://wesavethem.blogspot.com

Tidak bisa dipungkiri, anak-anak zaman sekarang sudah jauh berbeda dengan anak-anak pada masa saya semasih kanak-kanak. Saat saya masih kanak-kanak, belum banyak tayangan televisi. Saat itu hanya ada satu stasiun televisi, sebagai satu-satunya hiburan kepada anak-anak dan keluarga Indonesia. Waktu tayangnya pun sangat dibatasi. Hanya hari Minggu, anak-anak dan keluarga dapat menikmati acara hiburan di televisi. Sebagai alternatif hiburan, saya sering mendengarkan dongeng di radio atau bermain permainan tradisional seperti lompat karet, bola bekel, sondakh, galah asin, dan lain-lain. Anak-anak pada masa itu banyak memanfaatkan waktu luangnya dengan berbagai kegiatan fisik.

Berbeda jauh dengan anak-anak masa sekarang yang sudah dibanjiri dengan berbagai macam permainan elektronik dan aneka tayangan di televisi. Di satu sisi, perkembangan intelektual anak-anak sekarang berkembang sangat pesat. Anak-anak sekarang sudah sangat melek teknologi dan bahkan ada yang mampu membuat teknologi. Tidak jarang kita mendengar anak-anak yang sudah mampu membuat aplikasi software untuk komputer atau bahkan membuat media online. Namun, di sisi yang lain, terlalu banyaknya informasi yang tidak disaring juga berdampak kurang baik pada anak-anak. Banyak orang yang berpendapat bahwa tayangan di televisi tidak baik untuk perkembangan kognisi, bahkan merusak mental anak-anak.

Nah, bagaimana kita menyikapi hal tersebut? Tentu tidak dengan melarang anak-anak menonton televisi atau melarang bermain internet. Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk anak-anak? Ada yang mengatakan masa kanak-kanak adalah masa bermain. Tidak ada anak yang tidak suka bermain. Hanya jenis permainannya yang berbeda-beda, ada yang suka jenis permainan tradisional ataupun modern seperti game online.

Dahulu, anak-anak mengenal permainan tradisional sebagai ajang untuk bermain dan aktualisasi diri. Namun, sayangnya permainan tradisional sepertinya sudah mulai dilupakan. Untuk itu, kita bisa perkenalkan permainan-permainan tradisional yang dulu pernah kita mainkan. Permainan yang sederhana, murah, tapi tetap asyik dan seru dimainkan sehingga anak-anak tidak selalu menonton televisi. Permainan tradisional itu sangat banyak manfaatnya untuk anak-anak. Dengan permainan tradisonal, anak-anak belajar bekerja sama dalam satu tim, melatih kognisinya, melatih sikap tenggang rasa, melatih semangat juang pantang menyerah, dan masih banyak manfaat lainnya.

Indonesia sangat kaya dengan permainan tradisional. Sangat sayang jika harus dilupakan begitu saja. Alangkah baiknya, jika permainan tradisional dapat terus dimainkan oleh anak-anak Indonesia. Bahkan, permainan tradisional bisa menjadi permainan yang dapat dibanggakan di dunia internasional. Untuk memperkaya khazanah permainan tradisional, kita bisa menjalin hubungan dengan teman-teman di provinsi lain yang memiliki visi yang sama. Saling berbagi pengetahuan tentang permainan tradisional dari daerah masing-masing. Membentuk sebuah gerakan pencinta permainan tradisional untuk menyelamatkan anak bangsa. Kita juga bisa mengadakan workshop-workshop yang berkaitan dengan permainan tradisional.

Kita bisa membuat sebuah kelompok yang fokus pada perkenalan beragam permainan tradisional untuk anak-anak. Membuat konsep permainan tradisional yang asyik dan seru dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang. Anak-anak tetap merasa senang dan tidak merasa ketinggalan zaman. Kita bisa melakukan roadshow ke sekolah-sekolah dasar untuk memperkenalkan bagaimana asyiknya melakukan permainan tradisional. Bahkan, tidak hanya ke sekolah-sekolah tapi juga ke anak-anak jalanan sehingga mereka pun dapat menikmati serunya permainan tradisional. Kita bisa ajarkan bagaimana kita bisa membuat alat-alat sederhana dalam permainan tradisional.

Harapan dari gerakan ini, anak-anak Indonesia dapat terus berkembang secara intelektual. Mampu bersaing di dunia internasional tanpa melupakan akar budaya bangsa. Juga terus menghidupkan tradisi melalui permainan yang menyenangkan. Yuk, selamatkan anak bangsa dengan permainan tradisional, tidak kalah asyik, seru, dan menyenangkan.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *