5 Fakta Tentang Diri Sendiri

5 Fakta Tentang Diri Sendiri. Kalau ngomongin diri sendiri tuh ada sebagian rasa seneng karena bisa mengulik diri sendiri ada juga rasa nggak pede karena serasa membuka kekurangan diri sendiri. Namun, dengan cara begini setidaknya saya lebih mengenal diri sendiri. Jangan sampai khan orang lain lebih mengenal diri kita dibandingkan kta sendiri. Baiklah, ini 5 fakta tentang diri saya saat ini. Saya bilangsaat ini karena fakta saya saat ini tentu berbeda dengan saya 5 tahun yang lalu dan kemungkinan akan berbeda pula pada 5 tahun ke depan.

Fakta saya seorang ibu membuat saya selalu mensyukuri hari-hari yang saya lalui saat ini. Apalagi saya perlu menunggu bertahun-tahun untuk bisa menjadi seorang ibu. Ada rentang waktu 7 tahun di mana saya begitu merindukan hadirnya anak dalam kehidupan saya dan suami. Perlu perjuangan lumayan panjang, melelahkan, dan kadang menyakitkan (ya menyakitkan tubuh saat harus melalui beragam tes kesehatan kesehatan alat reproduksi), dan tentu saja menguras emosi, dan juga menguras kantong. Malah kehadiran buah hati datang pada saat saya sudah tidak berharap lagi, pada saat saya sedang sibuk menyelesaikan tesis, buah hati yang dinanti hadir. Dengan proses hamil yang cukup menyenangkan karena tidak banyak mengalami mual namun berat badan yang naik sangat drastis yaitu sampai 25 kg, membuat proses melahirkan pun menjadi cerita luar biasa. Proses pembukan dua sampai pembukaan 4 yang memerlukan waktu tiga hari, hingga akhirnya bisa mencapai pembukaan 9 namun ternyata harus dibawa juga ke meja operasi. Namun, melihat bayi yang lahir begitu lucu, rasanya sakit sisa operasi sedikit berkurang. Tidak lama berselang, tapa direncanakan, hadir juga si adik yang tidak kalah lucunya. Faktanya sekarang, saya adalah seorang ibu dari dua balita yang sedang masa-masa menggemaskan.

Fakta tahun lalu dan fakta tahun ini berbeda 180 derajat. Tahun lalu, saya masih melakukan kesibukan sebagai ibu bekerja, kini saya melakukan kesibukan sebagai ibu rumah tangga. Tentunya keduanya merupakan zona yang berbeda. Zona sebagai ibu bekerja dengan tantangan di dunia kerja tentu berbeda dengan tantangan menghadapi kerewelan dua balita.Β  Faktanya sekarang, saya merupakan ibu rumah tangga yang berkutat dengan urusan dapur dan sumur. Saya sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan mengurus rumah dengan segala tetek bengeknya, mengurus anak-anak dengan segala kerempongannya.

FaktaΒ  selanjutnya, saat ini saya masih melakukan kegiatan yang saya sukai yatu blogging. Orangnya disebut blogger. Kegiatan blogger tuh apa saja sih? Ya tentu saja mengisi konten untuk blognya. Kontennya berupa tulisan, foto, gambar, infografis, dan video. Walaupun blog saya konten utamanya masih berupa tulisan dan yang lainnya berupa gambar, infografis, dan video sebagai pendukung dari tulisan. Setelah mengisi konten terus ngapain? Bisa share konten tersebut di emdia sosial, lalu melalukan kegiatan blog walking atau mengunjungi blog milik teman-teman blogger lainnya. Manfaatnya apa? Banyak manfaat dari blogwalking, salah satunya bisa menaikkan traffic kunjungan, DA/PA, dan tentu efeknya meningkatkan performa blog kita.

Nah kalau ini mungkin sudah menjurus padafakta mengenai kepribadian. Saya mengakui diri saya seorang introvert dan hal ini bukan berdasarkan terkaan tapi hasil dari tes sidik jari yang saya lakukan. Seorang intovert memang lebih menyukai kesendiriaan dan melakukan pekerjaan sendiri. Namun bukan berarti seorang introvert itu tidak bisa bergaul. Seorang introvert tetap kok bisa bergaul dan membaur dengan lingkungan. Namun, seorang introvert memang lebih nyaman dengan diri sendiri daripada berada di keramaian. Seorang introvert adalah orang yang suka dunia dalam (diri sendiri). Senang menyendiri, merenung, mampu bekerja sendiri, penuh konsentrasi dan fokus, bagus dalam pengolahan data secara internal dan pekejaan back office

Fakta ini saya dapatkan juga dari hasil tes sidik jari, bahwa ternyata saya lebih mudah menerima materi pembelajaran dalam bentuk gambar visual. Perbedaannya sedikit sih dengan visual teks, intinya gaya belajar saya visual baik itu visual gambar maupun visual teks. Oleh karenanya memang saya suka dengan warna-warna cerah, menarik, gambar-gambar yang menarik.

Itu 5 fakta tentang diri saya. Sebenarnya masih banyak fakta lainnya, tapi untuk artikel ini cukuplaj 5 fakta tersebut yang diungkap. Cheers.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

58 Responses

  1. Roosvansia says:

    Aduh, enak ya kalau hamil tapi ngga rewel hamilnya. TOS dulu kita hihihihihi. Btw salam untuk 2 dedek gemesnya ya mba. Salam kenal dari kak Roos.

  2. kalau saya tipe org yang kalau dijelasin cepet nempel mba, jadi engga perlu di review lagi biasanya udh nempel kayak ingatan. justru kalu aku belajar keras malah jeblok nilai wkwk

  3. Elliza Efina says:

    Waw, kita bertolak belakang, mbak.
    Aku ekstrovert, nih. Suka berbaur dengan orang banyak.Tapi bukan berarti aku nggak nyaman dengan kesendirian, sih. Somehow aku juga butuh waktu untuk solitude. Demi kewarasan. Wkwkwk

  4. Beautyasti1 says:

    Sama mba, ku juga lagi suka banget blogwalkingke blog teman teman blogger lainnya supaya silaturrahmi nya berlanjut DA dan PA serta backling yang tinggi hehehe

  5. Leyla says:

    Wah jadi makin kenal Teh Rani deh dengan baca artikel ini. Ga nyangka ternyata introvert. Kalo di vlog kayaknya rame gituu

  6. aku sisi introvert dan extrovertnya balance nih mba.. ada kalanya lebih suka sendiri, ada kalanya seneng rame-rame. alhamdulillah pas sendiri atau rame sama sama enjoy.haha

  7. dewaayuinda says:

    sometime saya sedih lo mba gabs ambil bbrpa pekerjaan karena situasi saya mengurus anak tanpa nanny, kadang melewatkan bbrpa event krna kasian ngajak anak,tapi kemudian saya menyesali ksedihan sy bhwa sy seharusnya bersyukur sudah menjadi seorang ibu dan memiiki putra smentara diluar sana banyak yg belum bertemu dg pasangan di usia yg setara dg saya, ada yang masih diuji krna blm diberi keturunan. reading this,make me realize that being a Mom is so precious.

  8. Suzannita says:

    Semoga aku juga segera menyusul bisa
    merasakan hamil dan memilikii anak juga ya mbak, by the way sehat selalu ya Mbak

  9. Rima Angel says:

    Aku juga introvert mbak dan punya teman jelasnya ya, bisa juga bergaul. Introvert ga melulu yg benar-benar diam sendiri yee kan cuma ya memang lebih enak jika pekerjaan dan melakukan hal lainnya itu sendiri.

    Btw, lama juga ya mbak menanti anaknya dan congrats sekarang sudah jadi ibu.

  10. Indah Nuria says:

    Menjadi Ibu memang anugrah luar biasa yaaa mba.. walaupun bukannya tanpa pengorbanan. Teh Rani orangnya rameee ah.. tapi memang bukan berarti ngg introvert yaaa ..

  11. Natasha says:

    seru banget memang jadi ibu, kita jadi tahu perjuangan seorang ibu untuk anaknya..
    semoga bahagia selalu kakak

  12. Novi H says:

    keren banget sih mbaa masih kuat ngerjain tesis dalam keadaan lagi hamil, semoga anaknya jadi pinter2 yaaa mba hehehe

  13. Rani R Tyas says:

    Lho Teh! Selain namanya kita samaan, ternyata kita juga orangnya visual banget ya. Aku sih bukan murni introvert. Aku cenderung outgoing introvert.

  14. Siti Faridah says:

    Aku juga blogger dan introvert nih. Kita samaan berarti ya, Mbak. Aku setuju banget nih kalau kita akan berbeda untuk saat ini dan lima tahun ke depan ataupun lima tahun yang lalu.

  15. Beautyasti1 says:

    Hehhee ku juga sibuk dengan dunia ku mba, hasil psikotes ku katanya introvert. Tapi orang orang bilang ku extrovert karena ga bisa diem anak nya, tapi apapun itu yang penting masih manusia normal

  16. Salut banget ama perjuangan para wanita yang menanti hadirnya anak hingga tahunan mba.
    Saya aja menanti 7 bulan lumayan galau, padahal gak sampai test aneh-aneh di dokter.
    Alhamdulillah ya mba, semua telah berlalu.

    Saya belum pernah ikut test sidik jari, tapi melalui test-test online saya sudah menyangkah kalau saya introvert.
    Dan setuju banget ama mba, orang introvert itu gak semuanya sulit membaur, cuman saja lebih nyaman dengan kesendirian, lebih suka bekerja sendiri, dan menyukai kesendirian ya hahaha

  17. Yoanna Fayza says:

    banyak yg ngira aku ekstrovert, padahal sebenernya introvert, terpaksa aja keliatan ‘berisik’ kalau pas event blogger atau sebangsanya demi pencitraan hahahaa.. padahal aslinya lebih suka diem di rumah, di suaasana sepi, ketemu teman pun nggak suka yg terlalu rame.

  18. Yati Rachmat says:

    Kl bunda mungkin karena pernah jd guru “abal-abal” jd pling suka kl menghadapi orang banyak, hehe

  19. Ternyata cerita kehamilan pertama kita percis ya, mba.
    Aku juga menanti 7 tahun kehadiran buah hati.
    Sama juga, saat itu aku sudah tidak berharap banyak lagi.
    Hanya pasrah dan pasrah semata.

  20. miyosi says:

    Gagal fokus sama bio “sudah menulia 100 buku anak”
    Luar biasaaaa
    Moga2 nular ke saya mbaa

    Btw saya juga lama loh mb nunggu anakny, 8 th
    Alhamdulillah y mb akhirny kita diamanahi
    Moga2 jd anak yg sholeh/sholehah aamiin

  21. Ade Lisna says:

    Mbak aku juga introvert tapi tidak 100% sih sekitar 67% introvert sisanya extrovert. begitu besarnya perjuangan menjaid seorang ibu yaa rabb

  22. Mpo ratne says:

    Memang anugrah anak tiada yang mengetahui kapan di beri kepercayaan. Lagi sibuk , eh dapat bonus yang tidak terduga.

    5 fakta diri sendiri bikin para pembaca blog mengenal siapa sih orang yang menulis blog ini.

  23. Bicara soal introvert jadi kaya diingatkan sama diriku sendiri nih. aku pernah menjadi orang introvert dalam jangka waktu panjang, malah sangat introvert mungkin.
    Semakin lama, makin ke sini berkurang sedikit demi sedikit karena berbagai hal.
    Semangat mba, dampingi anak-snak sampai waktunay mereka mandiri

  24. Mbak Raniiiii, akupun introvert. Dan setuju banget, orang introvert bukan berarti orang yang tidak bisa bergaul. πŸ™‚ Hanya memang punya cara untuk menemukan kedamaian dalam diri. #asyeeek

  25. Eni Martini says:

    Membaca fakta ini jadi berasa lebih kenal lebih dekat lagi dengan penulisnya hehehe. Aku kebalikan dari mba ini, aku pribadi yang terbuka banget sehingga konon banyak yang merasa dekat dan familiar

  26. Saya baru tahu kalo Mbak Rani menunggu 7 tahun untuk memiliki anak. Masya Allah perjuangan nya Mbak. Salut saya. Alhamdulillah sekarang sudah jadi ibu dua anak. Stay healthy and happy ya Mbak

  27. Faktanya sbg ibu n bkogger jelaslah tapi teh Rani introfert baru ngeh tuh…perasaan enggak deh hehe..

  28. Indah Nuria says:

    Masa siiih dirimu introvert mbaaa hehehe.. aku pikir sangat terbuka dan heboh hehe. Btw, sure ya mengenali diri sendiri πŸ™‚

  29. Gaya belajarnya sama kaya saya mba. Jadi kalau dengerin orang ngomong panjang lebar pasti lebih cepet lupa dibanding lihat infografis atau bikin Corat coret sendiri. Senengnya jadi orang visual memang lebih tertarik sama benda warna warni ya, saya juga gitu nih mba, dan itu buat suami kadang menyebalkan karena dia suka barang barang yang simpel hihihi

  30. 5 fakta tentang dirimu sepertinya sama dengan diriku Mba. Aku juga seorang ibu rt, blogger, introvert, dan learning style visual picture. Dan aku sekarang lagi berusaha ngilangin sifat introvert ini

  31. wah, ibu yang baik. pengalaman menunggu selama 7 tahun emang luar biasa ya mba. alhamdulillah anaknya lucu2 dan imut2.

    btw tes sidik jarinya kemana mba. apa ke psikolog ya. jadi pengen tahu tentang diri sendiri.

  32. Leyla says:

    Masya Allah ternyata Teh Rany butuh waktu 7 tahun ya untuk mendapatkan anak. Tapi sekarang Fathan dan Fahira cerdas dan soleh. Alhamdulillah.

  33. Barokallah akhirnya mendapatkan momongan setelah 7 tahun, alhamdulillah banget ya Mba Rani.
    aku juga sedang berharap diberikan amanah oleh Allah dapet momongan bismillah doakan ya Mba Ran nyusul kamu

  34. Siti hairul says:

    Masya Allah dapat momongan setelah 7 tajun pernikahan semoga samawa dan anak-anaknya jadi anak yang shalih-shalihah ya mbak .

  35. Diah says:

    waah Mbak, jadi pengen juga itu tes sidik jari biar tahu tentang diri kita ini.
    tapi kalau dari tulisan2 Mbak koq gak kayak introvert ya? gak ketukar kan Mbak hasil sidik jarinya? πŸ˜€

  36. wah aku dulu sih gaya belajar kinestetik mba yang akan cepet menerima materi kalau tangannya sambil coret-coret bikin jembatan kedelai gitu danaku akui kalau lagi terima telepon aja udah pegang pulpen satu kertas bakalan jadi keindahan panorama coretan karena memang aku mesti pegang sesuatu hehehe

  37. 7 tahun menunggu pastinya butuh kesabaran yang luar biasa ya, Mbak. Alhamdulillah kesabaran berbuah manis πŸ™‚

  38. Masya Allah…saya yang bukaan 1 ke 2 butuh waktu sehari semalam aja udah lemes, Mbak.. Bukaan 2 ke 4 butuh waktu seharian, tapi bukaan selanjutnya alhamdulillah lebih cepat. Gimana Mbak yang sampe tiga hari? Ya Allah, perjuanganmu luar biasa, Mbak… Jempolll

  39. lendyagasshi says:

    AKu pingin juga tes sidik jari/ stiffin.
    Beberapa kali ditawarkan dari sekolah anak agar bisa paham bagaimana memperlakukan anak sesuai dengan kondisi otaknya mencerna…
    Tapi belum detil, akunya addaaa….aja halangan.

    Bermanfaat banget yaa, teh…tes stiffin?

  40. Aku juga seorang introvert. Bahkan sangat introvert hehehe. enggak cepat akrab sama orang dan pemalu. Aku masih berproses untuk menjadi orang yang lebih percaya diri hehe

  41. Masya Allah mendengar cerita pengalaman Mbak memiliki buah hati setelah menunggu yang cukup lama aku merasa bersyukur sekali. Semoga kita menjadi Ibu yang bisa mendidik anak kita hingga mencapai cita-citanya dan melihat mereka berkeluarga ya mbak

  42. Duuh kebayang mulesnya waktu melalui pembukaan dua sampai pembukaan empat selama 3 hari. Saya aja yang mengalami proses pembukaan hingga melahirkan dalam jangka watu 4 jam saja, masih terbayang mulesnya saat itu.
    Alhamdulillah, sekarang sudah ada dua buah hati yang menggemaskan ya, Mbak .. semoga semua sehat selalu

  43. Bunda Biya says:

    Saya dulu mengira saya adalah seorang ambivert mba. Semakin dewasa dan paham diri, jadi paham bahwa sayapun rupanya seorang introvert πŸ˜€

  44. Hida says:

    Proses melahirkannya sama mbak dengan saya. Waktu mau melahirkan anak pertama saya juga begitu. Bahkan sampai disuruh pulang sama bidan karena dari pagi sampai sore cuma pembukaan satu. Besoknya balik lagi cuma sampai pembukaan tiga..sampai akhirnya hari ketiga dan pindah ke rumah sakit baru lancar pembukaannya. Itulah perjuangan jadi ibu ya, mbak.

  45. Ade anita says:

    aku awalnya merasa aku seorang yang introvert karena sering canggung ketika bertemu orang. Tapi setelah sering ketemu orang ternyata aku seorang yang extrovert.

  46. cari angin says:

    cukup lama juga menunggu untuk bisa punya momongan, 7 tahun. Tapi akhirnya ujian sabarnya diganjar dengan mudahnya mendapat anak susul-susulan hingga 2 orang. Alhamdulillah ya.

  47. Jiah says:

    Aku belum pernah tes, tapi ciri2 sih menunjukkan aku introvert. Yak kita bukan gak bisa gaul, cuma butuh waktu biar nyaman

  48. Utie adnu says:

    Akupun introvert mba kadang lebih nyaman sendiri, mengerjakan apapun msunya sendiri kepingin ikut test juga penasaran sama hasilnya

  49. Ida Tahmidah says:

    Kebayang nunggu sampai 7 tahun…wajar kalau dipake kuliah lagi tu….ga ada beban anak dulu nya hehe…mantaps lah…ttp ga setuju dirimu introvert hehe..

  50. Novitania says:

    Setiap orang pasti punya kisah hidup yg luar biasa ya kak. Baca postingan kamu ini aku jadi ngebayangin perjuangan kamu 7 tahun itu pasti luar biasa banget

  51. Waduh, aku kalo nulis tentang ini, bakalan lebih dari 5 dan bakalan banyak aibnya. Wkwkwkk…

  52. Kalau aku, secara kepribadian agak membingungkan. Di satu sisi suka banget bergaul dengan orang dan berada di keramaian. Namun di lain sisi, amat menikmati pula kesendirian. Malah bisa merasakan keriuhan hidup di kala sendirian. Gimana coba ya itu :))

  53. April Hamsa says:

    Seru kalau nulisin fakta ttg diri sendiri, aku msh blm bisa melakukannya haha πŸ˜›
    Tapi pengehn deh kapan2 coba njelasin ttg hobi dll gtu.
    Wah perubahan dr working mom ke murni SAHM itu emang gak mudah ya mbak. Kapan2 bis tulis tips adaptasinya tuh mbak πŸ˜€

  54. Dewi Natalia says:

    Sepertinya kebanyakan blogger itu introvert ya mba. Beberapa blogger yang aku temui juga introvert. Ini sih penelitian iseng-iseng aku aja hehehe. Aku juga introvert mba *toss dulu dong*

  55. kurang lebih sama nih mba faktanya akujuga tipe introvert sih makanya suka susah memulai pembicaraan, tapi kalau udah nyaman dan kenal biasanya lancar mau ngobrol

  56. Indri Noor says:

    Mba rani…sama banget. Aku juga introvert. Makanya awal aku buka sosmed sampai sekarang jarang banget curhat. Cuma kalau udah sama ibu, dan adik2nya beuhhh…bakalan berubah deh jadi ekstrovert. Eh ke suami sama anak2 juga deh

  57. Indira W says:

    Mba ada 2 poin yg sama dengan aku.
    Aku juga introvert dan cara belajarnya yang mudah dimengerti secara visual, tp aku bukan pakai tes Sidiki jari taunya.

  58. Apura says:

    Aku kayaknya pengin full time IRT dan nge-blog. Tapi ngerasa masih senang kerja. Salut banget loh buat moms yang di rumah tapi juga kreatif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *