5 Lagu untuk MoodBoasterku

Apa Saja Lagu Favoritmu?

5 Lagu yang Mengembalikan Moodku

Saya bukan pendengar musik. Apalagi sekarang, kebanyakan nguprek di dapur dan ngurusin bocil membuat saya tidak terlalu faham lagu-lagu yang lagi ngehits atau kekinian. Tapi kalau suasana hati lagi kacau dan mood jongkok, sering juga sih dengerin beberapa lagu. Lagu itu diputer bolak-bolik hanya sekadar jadi teman nangis atau teman teriak-teriak nggak jelas. Tapi setelah itu, hati menjadi ong dan suasana hati menjadi lebih cerah. Ini dia beberapa lagu yang sering jadi temanku saat mood jungkir balik.

Baca Juga: 5 Tempat Liburan Favorit

  1. Alone – PT 2 By Alan Walker
    Saya suka lagu-lagunya Alan Walker. Entahlah bagi saya, lirik dan musik karya musisi ini seperti mengandung sihir. Lirik-liriknya jika diterjemahkan kadang seperti ditujukan pada sesuatu yang Maha Besar. Tapi, saya juga nggak gitu sering sih baca terjemahan dari lirik-lirik lagunya Alan Walker. Di antara semua lagunya Alan Walker, Alone -PT2 yang paling sering saya denger untuk jadi moodboaster. Alasannya karena lagu ini asyik banget dinyanyikan sambil teriak-teriak, nggak peduli dengan nadanya yang sumbang. Haha, saya memang nggak pandai menyanyi. Kalau lagi bete, dengerin lagu ini sambil ngikutin liriknya dengan teriak-teriak, habis itu plong, deh. Daripada teriakin anak dan bikin anak jadi korslet khan lebih baik nyanyi-nyanyi nggak jelas. Untungnya nggak setiap hari kayak gini, kalau keseringan kayak gini bisa diangkut ke RSJ kali, yah.
  2. The Street You Left – By Gliver & Gallblader
    Sejak pertama dengar lagu ini di drama When The Devils Calls Your Name, saya langsung suka. Gimana yah menggambarkannya. Walaupun liriknya berbahasa Korea dan blass saya nggak ngerti juga liriknya, dan nggak berusaha cari tahu juga, tapi saya seperti faham rasa sakit, rasa rindu, semangat yang tercampur dalam lagu ini.

Dramanya sendiri bercerita tentang seorang musikus gagal yang kemudian menjual jiwanya kepada iblis. Padahal dia punya talenta luar biasa di bidang musik, tapi kariernya hancur. Setelah menjual jiwanya pada jblis, dia kembali muda dan menjadi jenius di bidang musik. Lagu The Street You Left merupakan lagu miliknya yang dia ciptakan saat muda. Saat konser, lagu ini dinyanyikan membuat orang-orang seperti melihat orang yang mati bangkit kembali. Hehe, maaf jika penggambarannya lebay karena memang seperti itulah reaksi orang-orang dalam drama saat lagu itu dinyanyikan lagi oleh orang yang sama dengan penampilan berbeda.

Baca Juga: Bepergian di Saat Pandemi, Jangan Lupa Bawa Barang Ini

  1. Chandelier by Sia
    Saya blass nggak ngerti lirik lagu Chandelier ini. Yang bisa saya ikuti Cuma pas Sia nyanyi One Two Three … One Two Three… yang ngerti lirik lagu ini bisa deh tulis di kolom komentar. Tapi Sia merupakan salah satu penyanyi berpenampilan unik yang saya suka. Saya suka lagu-lagunya Sia, suaranya yang unik, potongan rambutnya yang nyentrik. Mendengarkan lagu-lagunya Sia seperti memunculkan keberanian yang terpendam.

Lalu apa bedanya Chandelier dengan lagu-lagu Sia lainnya hingga saya sering putar bolak-balik. Alasannya sih hampir sama saat dengan saat mendengar lagu Alone Pt2. Chandelier bisa jadi teman teriak-teriak yang oke tanpa khawatir nada sumbang. Apalagi pas bagian chorus, tabrak aja, yang penting hati plong.

  1. Stay With Me – By Punch & Chanyeol Exo
    Tidak banyak soundtrack drama yang masih saya dengar sampai sekarang. Saya suka dengar soundtrack drama tapi biasanya kalau drama itu selesai tayang, ya udah aja. Beda sama lagunya Punch & Chanyeol Exo yang jadi soundtrack-nya drama Goblin ini, sampai sekarang masih sering bolak-balik saya dengerin sambil bersenandung. Asli saya nggak bisa bahasa Korea, nggak ngerti juga artinya, tapi suka aja denger suara Punch di lagu ini dan musiknya yang kadang melow kadang menghentak.

Baca Juga: 5 Serial Tv Favorit

Kalau lagi merasa sedih, merasa mood ada di batas bawah, denger lagu ini, sambil inget-inget wajah Goblin Gong Yoo yang ngademin, hati langsung berbunga-bunga. Jadi mood oke ini karena denger lagunya atau bayangin wajah Mas Gong Yoo, sih?

  1. Broken Angel – By Arash
    Sebenarnya ini kayak lagu patah hati gitu, tapi beat musiknya yang cukup cepat sudah membuat saya menyukainya sejak pertama kali mendengar. Apalagi di pertengan lagu ada musik khas Timur Tengah yang seperti mengajak untuk bergoyang.

Saya bukan penggemar Arash, dan sepertinya ini satu-satunya lagu Arash yang saya dengarkan bolak-balik sejak bertahun lalu. Saat mendengarkan lagu ini, kadang saya sambil nangis, kadang sambil nari-nari nggak jelas, ikutan nyanyi-myanyi juga. Kalau ada yang lihat pasti disangkanya, otak saya udah korslet kali,ya. Tapi bagi saya itu adalah salah satu cara mengembalikan mood saya. Daripada saya marah-marah pada bocah dan uring-uringan nggak jelas, mending mendengarkan lagu-lagu yang bisa membuat saya memgekspresikan diri saya seutuhnya.

Kayaknya dari tadi lagu untuk naikin moodboasternya, lagu heboh semua ya. Ada ini satu lagu yang saya suka banget saya dengarkan sambil meditasi. Lagu Hooponopono. Kalau dengar lagu ini berasa tenang saja, apalagi sambil menyadari bergeraknya napas, saat napas masuk dan mengaliri seluruh bagian tubuh lalu keluar. Rasanya tenang sekali.

Nah itu tadi beberapa lagu yang sering bolak-balik saya dengarkan untuk mengembalikan mood saya agar saya bisa melalui hari yang terasa berat dengan hati lebih ringan. Ada yang punya lagu favorit sama? Atau punya rekomendasi lagu lainnya yang kira-kira bisa membuat mood lebih baik? Boleh banget kasih tahu di kolom komentar yaa.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *