Lupa (hahaha…baru ngeh, blom dikasih judul,beneran ‘lupa’)

Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya
Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya
Ingat, ingat ingat ingat, cuma ingat kuncinya
Ingat, aku ingat ingat, cuma ingat kuncinya

Masih ingat dengan penggalan lagu di atas? Sebenarnya bukan lagu itu yang menarik perhatian saya tapi liriknya mengenai ‘lupa‘. Akhir-akhir ini, saya sering sekali ‘lupa’. Lupa nyimpen kunci hingga pintu rumah harus dibongkar, lupa password, lupa bawa charger, dan lupa-lupa lainnya. Menurut salah seorang teman, lupa itu bisa terjadi karena otak kita sudah stress. Benarkah lupa itu merupakan salah satu indikasi stress?

Menurut artikel yang saya baca, susunan otak manusia terdiri atas dua unsur sel, yaitu sel neuron dan sel glia. Sel neuron berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi. Inilah petugas yang mengatar informasi dari dan ke tubuh manusia. Dialah yang mengendalikan ingatan, perhatian, persepsi, pertimbangan, bahasa, dan kesadaran kita. Pasukannya mencapai ratusan juta sel. Sedangkan sel glia bertugas membuat selubung lemak untuk melindungi saraf. Dia juga yang bertugas memberi asupan nutrisi ke saraf.

Nah, masih dari artikel yang sama disebutkan bahwa terkadang informasi-informasi tersimpan dalam saraf yang sama. Akibatnya, informasi itu saling bertumpuk atau informasi tertutupi oleh informasi baru. Nah, kondisi itulah yang disebut lupa..

Bagaimana biar kita tidak cepat lupa? Ada beberapa tips yang disarankan yaitu memperhatikan apa yang kita makan dengan cara mengurangi makanan berlemak dan berminyak yang dapat memicu terjadinya penebalan pembuluh darah. Akibatnya peredaran darah ke seluruh tubuh lambat. Kemudian, sebaiknya kita rileks dan jangan terlalu fokus pada sesuatu hal (kasus yang saya alami mungkin saya fokus pada kecemasan saya dalam penyusunan thesis). Terlalu fokus pada ketakutan dan pemikiran negatif membuat energi untuk mencari informasi di otak sedikit. Satu hal lagi yang bisa dilakukan yaitu rutin berolah raga karena dapat memperlancar peredaran darah ke seluruh tubuh, terutama otak.

Waah, kalo nggak mau dikatakan cepat tua karena pelupa, sebaiknya melakukan tips-tips tersebut. Mudah-mudahan bermanfaat.

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *