Jangan Lupa Bahagia, Ran …

Jangan Lupa Bahagia, Ran …

Ada yang bilang bahagia itu diciptakan bukan dicari. Makanya stop mencari kebahagian tapi ciptaknalah bahagiamu sendiri.

Sok kasih nasehat, emangnya kamu udah bahagia, Ran?

Hehe, karena saya merasa tidak bahagia akhirnya saya belajar menciptakan bahagia di sisa hidup saya ini.

Saya sudah menghabiskan hampir 40 tahun hidup di dunia. Rasanya sia-sia jika saya masih saja merasa bahagia. Setelah berusaha belajar untuk menciptakan bahagia atau create happiness, saya memilih bahagia. So, saya hanya akan mengingat-ingat momen membahagiakan yang pernah terjadi dalam hidup. Kenapa saya harus menuliskan momen bahagia karena manusia itu lebih suka mengingat momen menyakitkan dalam hidupnya, menggenggam terus rasa sakit itu hingga lupa untuk bahagia.

Baca Juga: Melintasi Waktu Menuju Masa Depan

Dengan mengingat-ingat 7 momen yang paling membahagiakan dalam hiduo akan meuat saya lebih mensyukuri kehidupan yang sudah Allah berikan. Inj dia 7 hal yang paling membuat bahagia dalam hidup.

  1. Ranking 1 Saat SD

Momen bahagia inj harus saya gali jauh lebih dalam karena kennagan yang sudah sangat lama dan tertumpuk begitu dalam. Oke, sewaktu SD saya bersahabat dengan sang juara kelas. Setiap pembagian raport dapat dipastikan dia selalu ranking 1. Anaknya sangat cantik, baik hati,ramah, tidak sombong, dan berasal dari keluarga. Sebenarnya saya minder bersahabat dengannya. Keluarga saya biasa saja,otak saya juga nggak pintar-pintar amat. Masuk sih 10 besar tapi nggak pernah tetap, kadang ranking 5, ranking 3, ranking 7, pokoknya pindah-pindah setiap pembagian raport. Eh suatu ketika di kelas 5 SD, caturwulan kedua, saya dapat ranking 1. Saya syok, dong. Kok, bisa? Sampai sekarang hal itu menjadi misteri, tapi yang past menjadi momen bahagia sewaktu kecil dan saya menjadi lebih percaya diri.

2. Diterima di SMU Favorit

Saat lulus SD, saya masuk SMP biasa aja karena faktor biaya. Sementara sahabat saya masuk SMP favorit. Pastinya saya sedih karena harus berpisah dengan sahabat saya. Sewaktu lulus SMP, saya sangat ingin satu sekolah lagi dengan sahabat saya. Alhamdulillah saya diterima di SMU Favorit dan satu sekolah dengannya. Walaupun ternyata di SMU, kami sudah tidak bisa sedekat saat masih di SD karena kami sudah memiliki sahabat masing-masing.Tapi tetap saja hal ini menjadi moment membahagiakan bagi saya.

3. Jadi Sutradara Teater

Saat kuliah saya  merasa jenuh dengan mata kuliah di kelas. Akhirnya saya ikut kegiatan kampus. Pilihan saya jatuh pada UKM Teater, alasannya karena masuk teater tidak harus cantik. Saya tidak suka jika masuk UKM, yang dinilai oleh kakak-kakak tingkat adalah wajah cantik. Maklumlah wajah saya khan rata-rata aja, hehehe. Di teater, siapa saja bisa jadi cantik atau jelek saat di atas panggung. Yang diperlukan adalah kerja keras dan kemauan untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan.

Saya sangat bahagia, saat terpilih menjadi sutradara drama Ronggeng Dukuh Paruk. Saya menerima tantangangan untuk menjadi sutradara dan menulis naskah drama sendiri yang diadaptasi dari trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Momen ini tidak terlupakan saat pertunjukkan berakhir dan saya maju ke atas panggung sebagai sutradara. Pengalaman pertama dan tidak pernah terulang lagi.

Baca Juga: 5 Serial TV Favorit Saat Remaja

4. Menulis Buku Cerita Anak

Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan menulis buku cerita untuk anak. Perjalanan saya dimulai saat saya akan lulus kuliah dan magang di Penerbit Mizan. Saat itu saya berkenalan dengan editor, penulis, sekaligus mengor saya dalam menulis buku cerita anak yaitu Teh Ana. Beliau membimbing saya dengan sabar hingga saya mau menulis buku cerita anak. Buku cerita anak pertama saya juga diterbitkan di Penerbit DAR! Mizan, berjudul Petualangan ke Negeri Atmos. 

Apa saya lamgsung diakui jadi penulis buku cerita anak? Tentu tidak, bagi saya butuh proses panjang untuk bisa terus konsisten menulis buku cerita anak. Hingga akhirnya, sekarang saya berada pada masa vakum menulis buku cerita anak. Tali saya tetap bahia karena masih bisa menulis di blog.

Baca Juga: Lagu Untuk MoodBoosterku

5. Ikut Kompetisi Indigo Fellowship

Saya tidak terlalu memiliki jiwa kompetitif sehingga memang jarang banget ikut lomba. Kalaupun ikut lomba itu pun karena ya udah kadung daftar. Akibatnha, saya jarang mengerjakan lomba dengan sepenuh jiwa raga. Alhamdulillah, dengan keadaan saya yang kadang mager, saya ditantang rekan untuk mengikuti lomba Indigo Fellowship yang diadakan oleh PT Telkom. Saat itu, saya mengajak beberapa rekan untuk menjadi tim. Saya sebagai penulis naskah komik, ada teman desainer, teman  ilustrator, teman layouter, dan teman IT. 

Kami berlima pergi ke Jakarta untuk presentasi karya. Tidak menyangka, kami menyabet juara tiga kategori komik. Sayangnya, sehabis menang lomba, tim bubar jalan karena bertentangan dengan kebijakan kantor. Wisslah kita ngakah, yang penting dapat hadiah untuk dibagi rata.

6. Berbagi

Ternyata berbagi saat sempit menjadi hal yang membahagiakan bagi saya. Ceritanya, saat masih bekerja, saya langganan beli nasi plus lauk di ibu gang, sebutan bagi kami untuk pemilik warung nasi langganan. Suatu ketika, ibu gang tidak jualan berhari-hari. Saya inisiatif bertanya pada suaminya, ternyata ibu gang sakit setelah dioperasi miom. Nggak nyangka banget karena si ibu nggak pernah cerita sakit miom dan selalu cerita.

Akhirnya, saya mengajak rekan-rekan langganan ibu gang untuk menengok ibu gang dan berbagi sedikit rezeki. Alhamdulillah, saya merasa sangat bahagia. Semoga bisa selalu berbagi agar senantiasa bahagia.

7. Menjadi Seorang Ibu

Perjalanan menjadi seorang ibu berbeda pada setiap perempuan. Ada yang dimudahkan dan ada juga yang mesti melalui proses panjang berliku. Begitu pun dengan saya yang harus menanti selama 7 tahun untuk memiliki buah hati.

Awalnya saya santai aja sih belum dikaruniai buah hati. Tapi hati dan telinga mulai panas saat menginjak pernikahan ke 4 tahun. Saya pun mulai mengikuti semua saran, mulai dari minum jamu seharga 100 K, pergi ke tukang pijat, terapi air doa, dan ikut program hamil yang menguras tabungan. Akhirnya, saya berpikir, saya capek mengikuti kemauan orang lain. Saya berhenti usaha dan lanjut kuliah sambil bekerja.

Banyak yang nyinyir dengan keputusan saya, ada yang komentar ,”Gimana mau punya anak malah tambah kegiatan kuliah lagi,”. Tapi saya bahagia selama kuloah S2 karena sekelas dengan teman-teman fresh graduate S1 yang unyu-unyu. Kami sering nonton bareng di bioskop, ngerjain tugas di kafe, jalan-jalan, foto bareng, pokoknya serasa anak abege. Ealaah, saking keasyikan pas ngerjain Tesis, saya nggak nyadar kalau saya positif hamil. Itu rezeki yang tidak terkira. Saya wisuda dengan perut besar dan berat badan 75 kg. Nggak ada cantik-cantiknya karena malas dandan, tapi saya bahagia.

Alhamdulillah, si sulung Fathan lahir selamat walaupun melalui proses yang menyakitkan, antara hidup dan mati. Ceritanya, saya mau lahiran normal dan sudah mempersiapkan segalanya, mulai dari rajin senam hamil, jalan bebek, diet saat hamil karena takut bayinya besar, makan buah dan sayur. Rencana tinggal rencana, pembukaan saya nggak naik-naik, akhirnya induksi, ketuban pecah, tetap bayi besar ini susah keluar. Akhirnya dengan kondisi tidak karuan saya dilarikan ke rumah sakit dan langsung masuk ruang operasi. Saat itu, kondisi saya sudah lemah sekali dan harus dibius total. Saat sadar, rasa sakit bekas jahitan sangat menyiksa tapi begitu melihat bayi gendut berkulit putih itu, saya bahagia dan sadar bahwa saya sudah menjadi seorang ibu.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *