Apa Sih New Normal Life?

Apa sih New Normal Life Itu? Itu pertanyaan yang menggelayuti benak saya saat membaca istilah ini berseliweran di media sosial.

Tiga bulan terakhir, banyak perubahan dalam kehidupan,baik itu kehidupan pribadi maupun kehidupan secara umum. Malam itu, WAG ortu kelas sudah ramai dengan perbincangan apakah besok akan libur. Saya masih menyiapkan keperluan sekolah si sulung, menyiapkan seragam dan buku-bukunya untuk belajar besok. Ternyata semalamam WAG masih saja ramai, saya tidak mengikuti, lebih memilih menunggu keputusan pihak sekolah besok pagi. Keesokan harinya, belum ada kabar terbaru, barulah menjelang pukul 07.00 pagi, ada keputusan dari pihak sekolah berdasarkan hasil rapat dinas pendidikan kota, bahwa hari itu anak-anak akan belajar di rumah sampai tanggal sekian. Pastinya, si sulung gembira bisa libur sekolah karena selama ini memang kegiatan sekolah cukup padat. Seminggu berlalu, anak-anak masih gembira bisa bebas aktivitas belajar di rumah. Walaupub tugas sekolah tidak berhenti dan evaluasi belajar terus-menerus, si sulung masih gembira bisa bangun tidur siang.

Sebulan berlalu, anak-anak mulai bosan di rumah saja. Sebagai ibu pun, tugas dan tanggung jawab bertambah. Selain mesti mengurus rumah, mengurus keperluan sandang dan pangan anak-anak sehari-hari, tugas saya pun bertambah sebagai seorang guru. Selain itu, saya mesti selalu mengingatkan anak-anak tentang protokol kesehatan yang mesti dijadikan kebiasaan, yaitu selalu mencuci tangan dengan bersih menggunakan sabun.

Sekarang sudah hampir tiga bulan, kami sekeluarga berusaha mengikuti peraturan pemerintah untuk melakukan social distancing dan phisycal distancing. Anak-anak melakukan aktivitas di rumah saja dan saya memastikan anak-anak cukup makan, cukup belajar, dan cukup hiburan. Tantangan terbesar yaitu saat anak-anak sudah mulai bosan. Rumah berantakan sudah biasa, pontang-panting membersihkan rumah dan membereskan perabotan dan mainan yang berantakan menjadi lebih intens dan memang bikin gempor.

Selama kurang lebih tiga bulan ini memang banyak yang dialami walaupun di rumah saja. Kami menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan di rumah saja, bahkan merayakan hari raya Idul Fitri di rumah saja. Hiruk pikuk mudik yang biasa kami jalani pada tahun-tahun sebelumnya, tahun ini tidak kami alami. Si sulung sudah merengek ingin ke rumah neneknya di Tasik. Tapi sebelum kondisi membaik, sebaiknya kami tetap bersabar.

Istilah-Istilah Baru Selama Pandemi
Saat mengikuti peraturan pemerintah untuk di rumah saja, saya dan anak-anak mendapatkan banyak istilah baru yang mesti kami fahami dan jalankan. Istilah-istilah itu di antaranya,
social distancing,
physical distancing
– karantina mandiri
– jaga jarak
– PSBB
New Normal Life

Ya, setelah tiga bulan melewati masa pandemi, sekarang lagi ramai istilah New Normal Life. Istilah lama saja masih harus kami cerna dengan benar, sudah muncul istilah baru. Tiga bulan di rumah saja yang sungguh berwarna.

 

New Normal Life Versi Saya
Saya mengenal istilah New Normal Life dari media sosial. Banyak status mengenai New Normal Life berseliweran di time line media sosial. Di twitter pun banyak infografis mengenai New Normal Life.

Himbauan New Normal Life
Sumber foto: twitter

Saya membaca postingan seorang dokter di media sosial yang menyebutkan bahwa The New Normal Life itu sesungguhnya kebiasaan lama yang memang mesti dilakukan seperti kebiasaan mencuci tangan sebelum memegang wajah, menggunakan masker saat bepergian keluar rumah. Sesungguhnya, bukankah sejak kecil kita diajarkan untuk mencuci tangan sebelum makan, sebelum memegang wajah, dan setelah melakukan aktivitas lainnya. Sayangnya, kebiasaan tersebut sudah sering diskip karena alasan kesibukan, mencuci tangan seperlunya saja karena buru-buru, pegang-pegang wajah tanpa cuci tangan karena merasa ribet, keluar rumah nggak pakai masker karena udah capek-capek makeup eh malah ditutup masker, hehehe…

Saya sih setuju dengan postingan tersebut, karena sebenarnya yang disebut New Normal Life itu sebenarnya seharusnya kebiasaan lama yang memang mesti dilakukan. Nah, akibat pandemi corona ini, kebiasaan tersebut menjadi wajib dilakukan. Penggunaan masker pun memang kebiasaan bagus, buktinya masyarakat Jepang sudah biasa menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan ternyata tingkat penyebaran virus corona di sana sangat kecil.

Keputusan pemerintah untuk menggaungkan The New Normal Life kemungkinannya karena alasan ekonomi. Setelah 3 bulan melakukan social distancing, memgakibatkan banyak kerugian di sektor ekonomi karena roda perkenomian tidak berjalan lancar. Sekolah-sekolah tutup, mal tutup, tempat usaha tutup. Diharapkan dengan New Normal Life kehidupan akan berjalan lagi seperti sebelumnya namun sekarang ditambah dengan melakukan protokol kesehatan yang ketat, seperti selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, selalu membawa handsanitizer untuk mencuci tangan, dan selalu jaga jarak saat bertemu dengan orang lain. Tahan dulu deh cupika cupikinya saat bertemu teman atau saudara.

Lalu, bagaimana adaptasi saya dengan New Normal Life?


Saat ini, kegiatan saya di luar rumah tidak banyak. Saya keluar rumah hanya untuk belanja keperluan rumah, seperti belanja sembako, membeli obat-obatan, atau keperluan ke Bank. Saat keluar rumah, semaksimal mungkin saya mengikuti protokol kesehatan, selalu menggunakan masker dan bekal handsanitizer di tas. Akan tetapi, jika aktivitas sekolah sudah berjalan normal, pastinya saya mesti beradaptasi dengan The New Normal Life. Aktivitas saya mengantar jemput anak-anak sekolah akan kembali normal. Pastinya saat mengantar anak-anak sekolah, les, dan kegiatan lainnya, saya pasti akan bertemu dengan ibu-ibu lainnya, mengobrol, makan di luar, dan lain-lain.

Beberapa hal yang akan saya lakukan saat New Normal Life
1. Memakai masker saat aktivitas di luar rumah
2. Bekal Handsanitizer di tas
3. Membawa bekal makanan dari rumah (baik makanan berat seperti nasi plus lauk pauknya, camilan).
4. Membawa peralatan makan dan minum sendiri.
5. Tidak berjabat tangan, cukup salam.
6. Tidak cupika-cupiki saat bertemu teman.
7. Mengobrol dengan teman sambil tetap menggunakan masker.

Dokter Dave bilang, kita semua bisa tetap melakukan aktivitas normal selama menggunakan masker karena penyebaran virus corona itu melalui droplet atau cairan yang keluar dari mulut saat batuk atau bersin. Saat menggunakan masker, tingkat penularan virus hanya 0,5. Makanya selalu menggunakan masker dan hindari mengobrol dengan orang yang tidak menggunakan masker. Usahakan untuk tidak sering menyentuh wajah dengan alasan apa pun. Jika pun sangat penting mesti menyentuh wajah, selalu cuci tangan sebelumnya.

Pastinya tidak akan mudah mengubah kebiasaan tersebut, akan ada sungkan terutama jika bertemu dengan orang lain. Apalagi masyarakat kita terkenal dengan sikap ramah tamahnya dan suka bersosialisasi. Pastinya akan jadi tantangan luar biasa bagi saya saat mesti bersosialisasi tetapi tetap harus jaga jarak. Terutama jika bertemu dengan teman yang tidak menggunakan masker dan mengajak mengobrol. Pasti sulit menghindarinya. Jika diingatkan untuk menggunakan masker khawatir akan tersinggung, jika menghindari mengobrol akan dicap sombong.

Saya sih berharap, kita semua bisa mengubah gaya kita bersosialisasi sebelumnya dengan gaya New Normal ini. Berusaha menghargai dan menghormati orang lain yang mengikuti protokol kesehatan. Tidak mudah menghakimi orang lain dengan melontarkan komentar yang membuat tidak nyaman yang berkaitan dengan corona.

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

31 Responses

  1. lina muryani says:

    banyak banget ya bekal yang harus di bawa sama kita. tapi gpp sih demi kesehatan begitu loh

  2. Masa yang membuat orang untuk lebih melindungi diri sehingga selalu jaga jarak dan aware dengan kebersihan diri. Tapi bagi aku dan anak2 masih belum masa yang aman untuk keluar rumah.

  3. Komunitas Sahabat Blogger says:

    3 ulan diam dirumah aja menjadikan kita bisa mawas diri, merenung apa yang telah terjadi dan tentunya banyak bersyukur apa yang telah kita nikmati selama di dunia ini. Tetep jaga kesehatan kita ya … karena kita belum tahu corona ini belum bisa ditebak kapan bisa berahir

  4. Mporatne says:

    Walaupun barang bawaan yang kita bawa saat new normal banyak banget tapi tidak apalah yang penting jaga kesehatan kita jangan sampai sakit kena covid-19

  5. Keke Naima says:

    Memang jadinya dilema. Biar bagaimana ekonomi urusannya ke perut. Gak bisa ditunda terus. Tetapi, di sisi lain, beraktivitas juga butuh tubuh yang sehat. Ya semoga aja ada jalan keluar terbaik

  6. New Normal Life memang harus dijalankan dengan hati-hayti. Gak boleh gegabah karena biar bagaimana ini situasi yang berbeda

  7. Fenni Bungsu says:

    Kalau daku sempat bikin Postingan juga di instagram, tapi tentang padanan kata “New Normal” dalam bahasa Indonesia. Tetep berharap semoga keadaan lekas kondusif ya.

  8. Emma says:

    Iya mbak kita memang harus terbiasa dengan New normal yang abnormal tapi itu semua di lakukan memang untuk kebaikan kita sendiri Dan orang sekitar kita.

  9. meskipun barang bawaan jadi lebih banyak setiap keluar rumah, tapi gpp. semoga kita senantiasa diberi kesehatan ya mba πŸ™‚

  10. Intan Daswan says:

    Kadang masih khawatir sendiri aja masukin New Normal. Apalagi tahun ini mesti masukin anak ke TK, dan di daerah saya sebagian besar menganggap enteng virus ini. Orang-orang masih ngajak salaman, ada pertemuan, dll. Jadi kitanya harus pintar-pintar nolak secara halus, biar merekanya juga nggak tersinggung πŸ™‚

  11. Visya Al Biruni says:

    New Normal taoi Makin Makin yah Mbak huhu sedih deh semoga kita semakin berkesadaran walau new normal tapi protection kesehatan is a must. Plus tetap membatasi keluar rumah.

  12. Emma says:

    Cepat atau lambat new normal ini harus kita jalani yang penting tetap jaga kesehatan dengan hidup bersih, cuci tangan, pakai mazker, jaga jarak Dan minum vitamin deh.

  13. Semenjak pandemi membuat kita lebih aware lagi dengan kebersihan dan kesehatan, semoga pandemi ini cepat berakhir ya. Sama-sama kita patuhi protokol kesehatan agar tetap sehat.

  14. Dian says:

    New normal membuat kita harus bisa beradaptasi dgn kondisi sekarang ini ya mbak…
    Ah smg pandemi segera berlalu

  15. lendyagasshi says:

    Mari kita tetap menjaga kebiasaan baik dan jangan lupa untuk bepergian hanya jika ada keperluan yaa, teh..
    Kalau sedang adem ayem, lebih enakan di rumah. Hhehee..

  16. Diah Alsa says:

    yaaah mau gak mau kita memang harus terbiasa dengan protokoler kehidupan yang normal dan baru ini, demi kebaikan bersama, demi kesehatan kita bersama.
    semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa menjalani kehidupan yang lebih baik lagi πŸ™‚

  17. Rizka Ed.anda says:

    Perlengkapanku sebekum new normal juga udah kayak diatas wkwkw maklum emak emak, bawaannya khawatiran dan jadi clean freaks

  18. Afifah Haq says:

    New Normal Life ini nampaknya akan jadi tren gaya hidup yang baru ya, dan akan bertahan cukup lama, selama vaksin nya belum ditemukan. Beberapa kebiasaan kaya cuci tangan dan pakai masker sih sebetulnya udah sering saya terapkan sebelum adanya penyakit ini. Hanya untuk social distancing memang jadi kebiasaan baru.

  19. Rani says:

    Semoga segera ditemukan obatnya, agar semua kembali pulih.
    Yang penting sekarang kita jalani dulu protokol yang ditetapkan ya mom.

  20. Ria says:

    Setuju banget dengan tulisan diatas, kalau sebelum new normal yang mungkin tidak wajib sekarang hukumnya wajib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *