Mengapa Apotek Hidup dan Warung Hidup Harus Ada di Rumah?

Mengapa Apotek Hidup dan Warung Hidup Harus Ada di Rumah?

Apotek Hidup. Tinggal di kampung memang memiliki banyak keterbatasan. Apalagi saat ini saya tidak memiliki kendaraan sendiri untuk bepergian. Sehingga, menjadi kendala tersendiri bagi saya untuk bepergian mengandalkan moda transportasi umum seperti angkot atau gojek online. Kendalanya ya pastinya diongkos yang semakin mahal. Semakin jauh jarak pastinya ongkos semakin mahal, bukan?

Oleh karenanya, saya memang jarang bepergian jauh kecuali kesibukan mengantar jemput anak sekolah. Namun, sejak virus corona mulai mewabah di negeri kita bahkan sampai ke daerah perkampungan seperti tempat tingal saya, kegiatan mengantar jemput anak sekolah pun berhenti. Anak-anak diberlakukan belajar di rumah. Aktivitas keluar rumah pun otomatis dibatasi, apalagi setelah diberlakukannya PSBB.

Rutinitas belanja ke pasar otomatis berkurang karena ingin menjaga kesehatan diri dan keluarga dari bahaya virus corona. Hampir tiga bulan, aktivitas kami sekeluarga di rumah saja sebelum diberlakukannya new normal. Otomatis, keterbatasan aktivitas keluar rumah menjadi kendala untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.

Tanaman Sereh di Kebun

Saat  virus covid-19 mewabah, kebutuhan atas tumbuhan rimpang untuk jamu-jamuan , seperti jahe, kunyit, dan kencur semakin meningkat. Bahkan dari berita yang saya tonton, karena kebutuhannya meningkat dan harga jahe pun melonjak tajam.

Saya sendiri memang sudah biasa mengonsumsi rebusan jahe, kunyit, dan sereh. Makanya, saya punya apotek hidup biar nggak usah beli ke pasar kalua butuh bahan-bahan untuk rebusan.

Apa yang Dimaksud Apotek Hidup?

Namanya apotek ya tempat untuk mendapatkan obat-obatan. Nah, kalau apotek hidup berarti obat-obatannya tumbuh hidup. Yang dimaksud obat-obatan di apotek hidup pastinya bukan obat-obatan kimia seperti yang ada di apotek umum melainkan tumbuh-tumbuhan yang bisa dracik menjadi obat tradisional untuk keluhan sakit ringan.

Tanaman kencur di pot

Beruntung sekali saya tinggal di kampung dengan tanah dan kebun yang bisa ditanami beragam tanaman.  Sehingga sejak tinggal di sini, saya memang sudah menanam beberapa tanaman obat seperti jahe, kunyit, sereh, dan kencur. Alasan pertama sih kalau butuh bumbu dapur tinggal ambil di kebun, tidak harus pergi ke warung atau ke pasar. Apalagi di sekitar tempat saya tinggal, tidak ada warung yang menjual sayuran atau tanaman bumbu. Kalau perlu mesti ke pasar dan membeli dengan jumlah banyak. Jika menanam sendiri pastinya saya tinggal mengambil secukupnya untuk kebutuhan saat itu.

Daftar Isi

  1. Apa yang Dimaksud Apotek Hidup?
  2. Warung Hidup Apa Saja?
  3. Manfaat Apotek Hidup dan Warung Hidup Bagi Keluarga

 

Warung Hidup Apa Saja?

Seperti saya ceritakan sebelumnya, di lingkungan tempat tinggal saya tidak ada warung yang menjual sayuran dan kebutuhan masak seperti bawang merah, bawang putih, dan lain-lain. Kalau butuh, saya mesti ke pasar dan menyetok dalam jumlah banyak. Kadang kendalanya, bahan-bahan segar seperti itu tidak awet disimpan lama. Untuk mengakalinya, saya menanam beberapa tanaman seperti cabe rawit, bawang daun, daun pandan di pot halaman rumah. Jika saya butuh, tinggal mengambilnya di halaman rumah.

Di kebun, saya menanami beberapa pohon buah-buahan. Sayangnya, pohon buah-buahan itu lama nunggu masa berbuahnya. Tapi beberapa pohon sudah berbuah, seperti pohon alpukat, pohon sirsak, pohon manga, dan pohon nangka. Sebenarnya, pohon yang ditanam di kebun belum berbuah, malah yang sudah berbuah adalah pohon-pohon yang ditanam di halaman dan samping rumah. Lumayan banget, saat musim alpukat tidak harus beli ke pasar.Tapi memang manjat pohon alpukat itu perjuangan berat bagi saya. Tapi terasa sangat membahagiakan saat bisa menyantap buah-buahan petik sendiri bersama keluarga.

Di kebun, saya menanami pohon pisang dan pohon singkong. Alhamdulillah, saat masa PSBB selama bulan Ramadhan, saya bersama keluarga masih bisa menikmati olahan singkong seperti kolak singkong, combro buatan sendiri, dan goreng singkong keju yang gurih untuk berbuka puasa. Pohon pisang pun rutin berbuah dan mencukupi kebutuhan buah-buahan buat saya dan keluarga.

Saat akan memasak pun, saya mengandalkan warung hidup. Di kebun banyak daun-daunan yang bisa dipetik dan diolah jadi bahan masakan. Ada daun singkong yang bisa dibuat lalapan ataupun sayur daun singkong santan. Ada juga bunga turi yang bisa dijadikan tumisan ataupun jantung pohon pisang yang bisa diolah jadi sayur yang lezat.

kembang turi untuk tumisan

Memang sih tidak semua bahan kebutuhansehari-hari bisa diambil dari warung hidup. Tapi setidaknya dengan adanya warung hidup membuat beberapa kebutuhan dasar terpenuhi tanpa harus pergi belanja ke pasar.

 

Manfaat Apotek Hidup dan Warung Hidup Bagi Keluarga

Selama masa pandemi dan PSBB kemarin,keberadaan apotek hidup dan warung hidup sangat terasa manfaatnya bagi saya sekeluarga. Saat masa pandemi, banyak tetangga yang di-PHK dari pabrik sehingga kehilangan pekerjaan, sementara kebutuhan hidup terus berjalan. Dengan kehadiran apotek hidup dan warung hidup di sekitar rumah, saya bisa membantu tetangga yang membutuhkan bahan-bahan kebutuhan dapur. Saya memang tidak bisa membantu banyak, setidaknya dengan adanya warung hidup, tetangga yang membutuhkan bisa memetiknya di kebun.

Beberapa manfaat apotek hidup dan warung hidup yang saya rasakan yaitu:

  1. Penyediaan persediaan obat-obatan alami

Kehadiran apotek hidup membuat saya sekeluarga memiliki persediaan obat-obatan alami. Jika anak-anak diare, tinggal ambil daun jambu. Jika saya atau anak batuk, tinggal ambil kencur di halaman. Setiap pagi pun saya bisa membuat air jeruk hangat dari buah jeru limo yang saya petik di kebun. Ternyata jeruk limo yang biasanya untuk campuran sambal, bisa lho dijadikan minuman jeruk hangat pengganti jeruk lemon yang harganya cukup mahal. Keluhan sakit tenggorokan yang saya rasakan hilang sejak rutin minum air hangat perasan jeruk limo.

lidah buaya di pot

  1. Penyediaan bahan dapur

Sering nggak sih mengalami mau bikin sambal, eh ternyata stok cabe rawit di dapur udah busuk karena kelamaan disimpan. Nah, karena sering mengalami, akhirnya biji cabe rawit dan biji cabek yang sudah mongering itu saya taburkan di pot. Eh, ternyata tumbuh jadi pohon cabe rawit yang bisa dipetik kapan pun. Seneng bangetlah. Kebutuhan bumbu dapur lainnya pun semacam daun salam, sereh, bawang daun, jahe, dan kunyit tinggal ambil di pot bunga. Lumayan khan pot bunga yang nganggur sekarang ditanami apotek hidup.

 

  1. Ketahanan pangan keluarga

Nah ini penting banget, apalagi di masa pandemi. Saat harga-harga kebutuhan sayur dan buah melonjak karena stoknya berkurang di pasaran, setidaknya kami sekeluarga masih bisa menikmati manisnya pisang ambon. Saat belanja sayuran bikin dompet mengosong, saya bisa memetik daun singkong, daun bayam, dan daun katuk untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan serat keluarga. Saat kebutuhan karbohidrat meningkat, saya masih bisa menyajikan kukus singkong hangat sebagai pengganti nasi yang nikmat.

Daun pepaya jepang untuk lalapan dan tumisan

  1. Lingkungan lebih asri dan hijau

Adanya apotek hidup dan warung hidup memang bikin lingkungan lebih asri dan hijau. Namun, memang mesti rajin membuang rumput-rumput liar di kebun dan pot bunga.

 

  1. Membantu tetangga

Memiiliki apotek hidup dan warung hidup juga bisa membantu tetangga yang membutuhkan. Mereka bisa ikut memetik daun singkong jika butuh. Bahkan, kami bisa bertukar.Jika saya butuh yang lain yang tidak saya punya, saya bisa meminta pada tetangga.

 

  1. Menambah kegiatan bermanfaat

Selama masa PSBB dan diharuskan di rumah saja, banyak yang mengeluh bosan. Kalau saya bisa melakukan kegiatan bermanfaat merawat tanaman di warung hidup.

Menurut saya, memiliki apotek hidup dan warung hidup tidak harus tinggal di perkampungan seperti saya. Bagi teman-teman yang tinggal di perkotaan pun bisa membuat apotek hidup danwarung hidup dengan beragam cara.Ada yang menanam di pot yang disimpan di halaman rumah. Ada juga yang menanam dengan cara hidroponik sehingga bisa dilakukan di loteng rumah. Asalkan ada niat dan kemauan, kita bisa membuat apotek hidup dan warung hidup di lingkungan sekitar rumah. Ceritakan yuk, pengalaman teman-teman memiliki apotek hidup dan apa manfaatnya di kolom komentar.

 

 

 

 

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

55 Responses

  1. Vivi says:

    Saya lagi tertarik ni mba sama berkebun. Tapi blom terealisasi sampai skrg.
    Suka de liat foto foto tanamannya

  2. Alfizza says:

    Duh kalo baca bahasan apotek dan warung hidup itu jadi kangen suasana rumah orang tua di kalimantan yang tanahnya masih luas dan ada berbagai macam rimpang-rimpangan, umbi2an, dan tanaman warung hidup begitu. Di Jakarta, apalagi tinggal di apartemen ga punya lahan utk bercocok tanam

  3. Aduh, saya kok lihat kembang turinya langsung pengen bikin pecel. Sukaaaaa banget. Saya selalu beli nih tiap ke pasar kalo ada yg jual. BTW, orang tua saya tinggal di desa itu punya apotek hidup dan warung hidup. Apa aja tinggal ambil di kebun belakang. Memang beda pola hidup di kota dan di desa. Mungkin karena keterbatasan lahan juga ya. Namun, sesungguhnya jika mau belajar, bukankah sekarang sudah ada hidroponik? Jadi, mau bertanam apapun di lahan sekecil apapun tidak masalah. NIAT sih emang intinya.

  4. Warung hidup yang lagi naik daun itu budidamber ya mba. Beberapa teman saya tertarik dan berhasil akhirnya membudidayakan ikan lele plus kangkung.
    Kalo apotik hidup, aku jadi inget almarhum bapak yang suka sekali menanam dedaunan tanaman obat

  5. Yeni Sovia says:

    MasyAllah mba hebat ikh punya apotek hidup di rumahnya. Iya sebenernya ada banyak manfaat ya kalau punya apotek hidup di rumah, cuma masalahnya aku nggak jago nanem atau berkebun gitu dan kurang suka. Jadi aja nggak punya apotek hidup deh *plakkk

  6. Erfano says:

    Tulisan yang keren dan menarik. Bicara soal tanam menanam sudah seharusnya jadi gaya hidup kita ya mbak. Secara Indonesia ini lahannya masih luas, tanah yang subur. Even itu di perkotaan sekalipun.
    Yg saya rasakan ketika banyak tanaman yg ditanam adalah lebih hemat dan bisa berbagi ke tetangga.

  7. Rani R Tyas says:

    Bawang merah, bawang putih tuh termasuk apotek hidup?

  8. Menarik Mbak Rani..Benar sekali keberadaan wapotek hidup dan warung hidup banyak manfaatnya, diantaranya menjaga ketahanan pangan keluarga. Dulu jaman tinggal di rumah dinas, halamannya sangat luas. Jadi saya menanam jenis tanaman ini. Butuh tinggal petik di halaman sendiri. Giliran pindah Jakarta dengan lahan terbatas jadi keluar rasa malas. Nanam sih tapi enggak optimal dengan alasan lahan. Syukurnya hikmah pandemi saya mulai berkebun lagi

  9. lina muryani says:

    di rumah saya juga mulai bercocok tanam dengan polibag ini selain sebagai iseng2 isi waktu moga saja bisa dapat sayur seger tiap hari

  10. Aku di rumah sudah mulai menanam pandan di pot mbak. Soalnya kadang mau bikin bubur rasa kurang lengkap kalau tanpa ini. Dan tertarik banget menanam yang lain, tapi sayangnya kami masih hidup nomaden.

  11. Tanti Amelia says:

    iya juga ya, aku kok belum pernah bikin lagi

    dulu di kebun depan komplit, Rani. Ada singkong, mangga, ada pisang, pepaya, tomat, sirih aneka macam, lhaaa terus sama suami dibeton karena bikin gudang, ya sudahlah…. pasrah sekarang males

  12. Lia Yuliani says:

    Wah senangnya, Mbak. Di pekarangannya Ada berbagai tumbuhan sebagai apotek hidup. Banyak juga stok rempah, ya. Sekarang ini saya sering banget minum minuman rempah ini berasa nyaman dan enak ke badan. Beruntung Mbak bisa memanfaatkan lahan jadi apotek hidup

  13. Minimal cabe rawit aja mah gak perlu beli lagi kalau pohon di rumah lagi lebat cabenya. MEmang asik kalau punya tanaman di rumah

  14. Dian says:

    Aku juga punya mbak, senang pas bisa makan sayur kangkung hasil menanam sendiri.
    Ada kebanggan gitu, hehe

  15. memang apotek hidup dan warung hidup banyak sekali manfaatnya ya, Mbak Rany. Dan di halaman rumah saya sih, sudah ada. Tapi baru sedikit hehehe. Misalnya apotek hidup ada serai, lengkuas, pohon jarak, daun sirih. Sedangkan warung hidup ada pisang kepok, pohon kelor, kemangi, dan cabai. Nanti kalau sempat akan saya tanam lainnya lagi.

  16. NurulRahma says:

    Bener bangeeettt Mba Rani.
    Manfaatnya segabruk, apalagi pas pandemi gini, beneran ngebantu bgt kita bisa masak dari hasil panen di taman depan rumah ye kaaannn

  17. Nurhilmiyah says:

    Seneng ya Mbak tinggal di kampung bs menghirup udara segar terus. Saya meski tinggal di kota juga memanfaatkan lahan halaman buat warung hidup Mbak. Ada rimbang buat sayuran, daun jeruk purut, pohon mangga, dan lidah buaya. Selebihnya bebungaan hias dalam pot sih hehe

  18. BayuFitri says:

    Betul sekali punya apotek dan warung yg berisi tanaman untuk kebutuhan sehari2 itu membantu dan menyenangkan bngt ya mba Rani..selain bisa bebas petik sendiri jg jadi ada penghijauan di rumah..klo sy serba pohon nih yg ada dirmh..mulai pohon mangga, kelor, mengkudu, dan tnman rambat daun sirih, pandan mangkokan ..

  19. Apotik dan warung hidup memang harus ada di perkarangan rumah kita, agar lebih mudah dan sebaiknya setiap rumah untuk bisa menciptakan apotik dan warung hidup di setiap halaman rumahnya

  20. Enny says:

    Saya punya impian juga nih punya toga/apotek hidup di halaman rumah. Tapi nanti pas punya rumah sendiri. Semoga sebentar lagi. Bantu doa’in juga ya mbak

  21. saya tu pengen bikin apotik hidup begini di depan rumah, tapi kok nggak telaten ya mbak 🙁 semangat nanamnya aja, pas di tunggu2 nggak muncul2 langsung padam semangatnya 🙁

  22. Arda Sitepu says:

    Saya juga punya kebun Toga atau Apotik Hidup mbak, mulai dari cabe, serai, lidah buaya, jahe dan beberapa lainnya. Manfaatnya apotik hidup ini baik banget karena sangat membantu di saat dibutuhkan.

  23. Husnul Khotimah says:

    Itu sebabnya.. kayaknya saya harus ambil tawaran ortu buat ninggalin kebun mereka nih, biar leluasa menanam.. kegiatan paling menyenangkan. Apalagi kalau inget pas butuh kencur dikit, tapi gak punya, bingung dah nyari hahahhaaaa.. emak-emak pasti ngerti rasanya :))

  24. Ida Tahmidah says:

    Wah iya nih ketahanan pangan keluarga perlu ditingkatkan ya Teh aku juga suah nyoba sih bertanam terutama sayuran alhamdulillah sudah ada yg dipanen walau baru sedikit ke depan pengen diseriusin nih….

  25. Desri Desri says:

    rumah ku yang di desa punya apotek hidup dan warung hidup, nyaman banget tinggal disana, segala macam tumbuhan sampe pohon buah besar ada dekat rumah.

  26. lendyagasshi says:

    Teteeh, daun pepaya Jepang ini apa bedanya sama pepaya biasa?
    Bagus yaah….aku juga mulai nanem-nanem, tapi gak bisa dibilang apotek hidup juga…

  27. Ida Raihan says:

    Pas baca paragraph awal tak kira memiliki apotik dan warung sendiri di dalam rumah tadinya. Hahaha ternyataaa.

    Kalo telaten tanam menanam gitu emang lumayan banget sih Mak. Masa kecilku mamakku tu segala apa ditanem, alhasil sayuran lebih dari cukup, berlimpah bisa berbagi ngan tetangga.

  28. Helena says:

    aku ga punya tanaman sama sekali, huhu … tapi suka lihat ada ibu tetangga yang rajin banget menanam apotek hidup. Duh, ingin belajar sama beliau.

  29. Jarwadi MJ says:

    tanaman2 yang saya familier banget. hampir semuanya di kampungku ada dan banyak digunakan orang orang di sini

  30. Prita HW says:

    masyaaAllah, rajinnn banget mbak Rani. Warung hidup, seru juga ya mbak. Dan semestinya memang sekarang harus mulai dibiasakan lagi ya, apalagi sekarang jg sdh mulai banyak dikenal urban farming ya. Aku dan suami juga nanem2 lagi nih mbak, lbh rajin krn stay at home, hehe

  31. Indah Nuria says:

    I want to have one at home as well, but we don’t really have much plays and space for that. But maybe we can try with something small

  32. Intan Daswan says:

    Kalau saya baru punya beberapa jenis tanaman nih, Mbak. Emang enak sih, jadi kalau pas lagi butuh, tinggal petik aja nggak perlu ribet harus ke tukang sayur atau ke pasar.

  33. Arda Sitepu says:

    Lingkungan jadi asri saat menanam berbagai jenis tanaman obat yang ada di pekarangan rumah ya mbak. Saya senang memanfaatkan halaman yang kecil untuk berbagai jenis tumbuhan mbak.

  34. Ria Nugros says:

    wah ternyata menanam apotek hidup dirumah memiliki banyak manfaatnya ya, mama mertua nih yang suka nanam. Kalau saya masih belum telaten hehe

  35. Duh kalau ngomongin apotik hidup jadi ingat pelajaran biologi jaman SMA harus nanem ini dirumah. Memang penting ya minimal tanaman yang sering dipakai

  36. Aldhi Fajar says:

    Disaat darurat apotek hidup ini memang menjadi salah satu yang utama. Jaman dulu nenekku mengandalkan tanaman dan ramuan klo ada yg sakit, dan memang terbukti manjur

  37. setuju nih, mbak, sesedikit apapun kudu tanam2 ya. aku kerasa banget nih udah dapet manfaat tanam2 mpon-mpon dan beberapa sayuran 😀

  38. setuju nih, mbak, sesedikit apapun kudu tanam2 ya. aku kerasa banget nih udah dapet manfaat tanam2 mpon-mpon dan beberapa sayuran 😀 jadi kalo urgent, bisa langsung “panen”

  39. memang sebenarnya banyak banget ya, mbak manfaat dari menanam apotek hidup maupun tanaman lainnya buat keluarga. Apalagi di masa pandemi sekarang kayaknya bertanam mulai digemari juga

  40. dulu waktu aku sd dan tinggal d jakarta, tanaman obat kayaknya banyak banget dipekarangan rumah, tapi sekarang di halamanku kebanyakantanaman hias aja huhu

  41. Kang Alee says:

    Setuju banget, apotek hidup sudah diajarkan turun temurun, tinggal kita mau nerapin apa nggak ya. Di rumah walau lahan kecil tetap ada apotek hidup dan sayuran dong

  42. Siska Dwyta says:

    Kalau apotek hidup sudah sering dengar, warung hidup ini baru tahu, ternyata maksudnya itu tanamanya yang bisa dijadikan bahan makanan di rumah ya. Emang bagus banget kalau ada apotek dan warung hidup di rumah. Kalau butuh, tinggal petik.

  43. Semenjak WFH aku jadi suka berkebun, tapi baru sayur-mayur, next time nanem warung hidup kayak Mbak Rani ah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *