Belajar Menjadi Diri Sendiri dari Kungfu Panda 3

credit gambar: smeaker.com

credit gambar: smeaker.com

Menjadi diri sendiri. Sebuah kalimat yang sering didengar dan mudah diucapkan. Namun, apakah mudah dilakukan? Saat masa remaja datang, kalimat menjadi diri sendiri sering digaungkan tatkala sang remaja mengidolakan seseorang. Lebih baik menjadi diri sendiri daripada meniru orang lain. Tema yang sederhana dan sangat umum tapi diracik begitu memukau dalam film animasi Kungfu Panda 3. Seperti film Kungfu Panda 1 dan Kungfu Panda 2, film Kungfu Panda  3  memberikan pelajaran-pelajaran dan hikmah kepada para penontonnya. Film yang penuh filosofi kehidupan namun digambarkan dengan cara yang sangat menyenangkan.

Tidak setiap orang sadar mengenai potensi yang ada dalam dirinya. Begitu juga dengan Po yang tidak percaya diri saat Master Shifu memberinya tugas menjadi guru dan mengajari teman-temannya kungfu. Po merasa dirinya tidak pantas menjadi seorang master, sementara itu label ‘Dargon Warrior’ pada dirinya terasa begitu berat. Po merasa bangga dirinya dipilih sebagai Dragon Warrior namun jauh di lubuk hatinya Po merasa tidak mengerti kenapa dirinya dipilih menjadi Dragon Warrior. Po tetap merasa teman-temannya jauh lebih hebat dan berpengalaman dibandingkan dengan dirinya.

Sementara di Alam Roh, Kai, Sang Jenderal berhasil merebut chi para master termasuk Master Oogway. Dulu, Kay adalah tangan kanan Master Oogway. Namun, dia menjadi serakah dan ingin menguasai chi.  Chi merupakan energi yang mengalir dari seluruh makhluk hidup. Saat chi-nya akan diambil, Master Oogway hanya berkata bukan dirinyalah yang bertugas menghentikan Kai, tapi ada orang lain yang akan menghentikan Kai.

Saat Po merasa tidak percaya diri untuk menjadi Master, Master Shifu menjawab dengan kalimat bijaksana.

“Kalau kamu hanya melakukan apa yang sudah bisa kamu lakukan … kamu tidak akan pernah bisa melakukan lebih dari apa yang kamu bisa lakukan sekarang.”

Kalimat bermakna yang jika dilakukan akan melejitkan potensi seseorang.

Kebingungan Jati Diri

Bukan tanpa alasan Po merasa belum mengenal dirinya sendiri. Selama ini, Po diasuh dan dibesarkan oleh ayahnya yang seekor bebek.  Selama 20 tahun, Po percaya dirinya keluar dari sebutir telur. Kenyataan membahagiakan datang saat ayahnya Po datang mencari dirinya. Ayahnya adalah Li Shan, seekor Panda yang gagah perkasa. Po pun diajak ke Desa Panda untuk belajar kembali menjadi seekor panda. Memulai segalanya dari awal karena banyak hal yang Po tidak tahu tentang kehidupan Panda. Namun, apakah bergaul dengan kaum Panda membuat Po bisa mengenal jati dirinya?

Bergaul dengan kelompok Panda memang merupakan salah satu jalan bagi Po untuk lebih mengenal siapa dirinya dan bagaimana asal-usulnya. Dari mana ia memiliki penyakit asma panda, kenapa dia suka makan pangsit, dan hal-hal lainnya. Namun, hal tersebut tidak seratus persen berpengaruh karena pada dasarnya untuk mengenal diri sendiri itu harus melihat ke dalam diri. Po berhasil mengetahui hal tersebut saat harus melindungi para Panda dari serangan Kai.

Menjadi Guru yang Bisa Melesatkan Potensi Diri Murid

Saat Desa Panda akan diserang oleh Kai, Po berusaha berlatih keras agar bisa melawan Kai yang sudah mengambil Chi Master Shifu dan teman-temannya. Namun, akhirnya dia sadar bahwa usahanya itu sia-sia karena Kai memiliki pasukan giok yang terdiri atas chi para master. Para Panda sepakat ingin diajari kungfu untuk bisa membantu Po melawan Kai. Po kembali galau dan merasa dirinya tidak bisa mengajari kungfu kepada para panda.

“… kami akan menjadi dirimu …” kalimat pendek yang menyadarkan Po bahwa dia tidak harus membuat orang lain menjadi dirinya tapi membuat mereka menjadi dirinya sendiri. Po harus bisa mengeluarkan potensi terdahsyat mereka. Dengan bekal tersebut, Po pun mengajari para panda untuk mengasah potensi masing-masing. Panda cantik yang pandai menari pita diajarkan bagaimana tariannya bisa melumpuhkan lawan. Panda yang sukanya memeluk diajari bagaimana pelukannya bisa membuat lawan tidak berkutik. Masing-masing dari mereka diajari untuk mengasah potensi mereka. Hasilnya para panda berhasil menghalau tentara giok milik Kai. Walaupun pada akhirnya, Po tidak berhasil melumpuhkan Kai dengan jurusnya. Namun, dengan kecerdikannya Po berhasil membawa Kai ke Alam Roh. Di sana, mereka kembali bertarung. Po yang sudah terdesak dan hampir diambil Chi-nya, ditolong oleh para panda yang menyadari siapa diri mereka dan mengalirkan energi chi mereka ke Alam Roh untuk menolong Po.

“Semakin banyak yang kau ambil maka semakin sedikit yang kamu punya” kalimat bijaksana dari Master Oogway yang sangat bermakna.  Saat Po melemparkan seluruh chi-nya kepada Kai, Kai malah kalah karena tidak sanggup menerima chi yang begitu besar dan kuat. Pada akhirnya  bukan kekuatan Po yang berhasil mengalahkan Kai tapi keserakahannyalah yang membuat binasa. Sungguh pesan yang sangat bermakna dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan-pesan Bermakna dalam Film Kungfu Panda 3

  1. Jadilah diri sendiri dengan mengenal lebih ke dalam diri sendiri. Po berhasil menjadi Master bukan dengan cara meniru Master Shifu yang kalem dan tegas. Po tetap menjadi dirinya sendiri yang ceria, ceroboh, namun perhatian dan baik hati. Dia tetap menjadi Po apa adanya tanpa ada ego dan tetap berhasil mengajari orang-orang kungfu.
  2. Menjadi guru yang baik itu membuat para murid mengetahui dan mengembangkan potensinya. Itu yang dilakukan Po, dia tidak memaksa teman-temannya dan para panda untuk berlatih kungfu seperti dirinya. Po mempelajari karakter dan kelebihan setiap panda. Lalu, Po membuat kelebihan itu lebih tajam.
  3. Setiap orang memiliki porsi masing-masing. Saat Po diangkat menjadi Master, teman-temannya langsung memberi hormat. Mereka tidak merasa iri karena mereka tahu porsi mereka saat itu menjadi seorang guru. Po pun tidak menjadi sombong, malah dia belajar untuk mengenal dan menggali potensi yang ada dalam dirinya.
  4. Mengajarkan untuk menjadi pribadi yang lebih baik “Be Your Better Self”. Saat kita merasa cukup dengan apa yang sudah kita lakukan mungkin sebenarnya kita bisa melakukan yang lebih baik dengan melakukan hal-hal yang belum pernah kita lakukan. Seperti Po, sebagai pendekar dia sudah cukup baik dan berhasil mengalahkan musuh. Namun, saat ditantang menjadi seorang Master, Po merasa tidak percaya. Namun, saat dia melakukan hal baru dengan menjadi seorang Master dan mengajari orang lain, Po sadar bahwa dia sudah melakukan hal yang sebelumnya tidak dia lakukan dan ternyata hal tersebut baik untuknya. Jadi, kalau saat ini saya merasa mentok dan berjalan di tempat mungkin memang saya masih melakukan hal-hal biasa yang saya lakukan.
  5. Keserakahan yang membinasakan. Bukan kekuatan chi milik Po yang berhasil mengalahkan Kai akan tetapi keserakahan Kai untuk menguasai chi. Saat Po memberikan chi-nya yang sangat besar, Kai malah binasa. Hal tersebut membuktikan bahwa setiap orang memiliki wadah yang berbeda dan sudah dicukupkan oleh sang pencipta. Saat seseorang mengambil milik orang lain padahal sesungguhnya ada yang lebih besar dalam dirinya yang hilang. Itu yang terjadi pada Kai, dan bisa saja terjadi pada diri kita dalam kehidupan sehari-hari.

Fiuuuh … film Kungfu Panda 3 ini durasinya memang tidak panjang, hanya sekitar satu jam. Namun, dalam waktu yang tidak panjang ini, Kungfu Panda berhasil memberikan pelajaran yang padat yang mungkin jika mempelajarinya harus membaca buku-buku tebal mengenai filosofi. Namun, filosofi dalam film Kungfu Panda diracik sedemikan rupa sehingga sangat menyenangkan. Sama sekali tidak terasa bahwa kita sedang belajar sesuatu. Sebagai penonton saya menikmati joke ringan dalam film ini sehingga menghangatkan suasana studio teater. Pengambilan gambar begitu sempurna dan membuat imajinasi saya sebagai penonton berkeliaran. Terpesona dengan penggambaran Desa Panda yang begitu indah, damai, dan riang. Hidup di Desa Panda akan membuat panjang umur. Kekuatan lain dari film ini adalah soundtrack yang menggugah semangat. Sangat cocok untuk film kungfu yang ringan namun penuh pelajaran hidup.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

16 Responses

  1. Kang Alee says:

    Film yang super duper keren

  2. Turis cantik says:

    Aku malah blom nonton neh mbak weeken end ini deh nonton. Thanks reviewnya

  3. ipeh alena says:

    Keren beneran filmnya, suka dengan Mengoptimalkan Potensi yang memang sesuai dengan diri sendiri. Apalagi pas di bagian mengajari semua panda sesuai dengan keahlian mereka. Cool!

    • iyah mba ipeh, nilai pembelajarannya itu lho, mantep banget, bikin kita ngeh bahwa seringkali kita ingin seperti orang lain padahal mungkin masing-masing punya potensi yang bisa dioptimalkan

  4. Sekar says:

    aku mau nonton ini aku mauuu! orang-orang pada bilang keren, aku nggak mau kalah. Aku juga harus nonton. Yosh!

  5. ahmad says:

    keren ya filmnya. Ada lagi film animasi anak yang keren, Good Dinosaurus. Sama, ini jg tentang kepercayaan diri. File film ada di persinggahan pak eman hehehe

  6. dWi (nining) says:

    Banyak yang bilang dan saya sering ngebaca kalo banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik di film Kungfu Panda ini. Tapi ntah kenapa saya kok malah belum pernah nonton filmnya sekalipun hihihi *ditoyormassal*

    Salam kenal mba Rani ^^

  7. pemutih wajah says:

    Saya begitu menyukai artikel yang disajikan dalam blog ini,
    Semoga sukses terus memberikan informasi bermanfaat utk semua orang.

  8. betul, kalau cerita sih biasa aja, tapi niali-nilai moralnya itu lhoo, kece bingits

  9. Andi says:

    Sipppp

    Master Oogway hanya berkata bukan dirinyalah yang bertugas menghentikan Kai, tapi ada orang lain yang akan menghentikan Kai.

    “Bukan takdirku untuk mengalahkan kamu”

    Ketenangan luar biasa mengikuti kehendak alam….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *