Feeling

Suatu hari, saya memasang status di fesbuk dengan tulisan ‘sad …” Tidak berapa lama ada beberapa respon. Rata-rata bertanya, ‘kenapa?’ Namun, ada satu komentar yang cukup menggelitik, yaitu ‘penulis buku anak sedang sad …’ Komentar tersebut menarik karena berhubungan dengan pekerjaan saya.

Saya jadi berpikir tentang anak-anak dan perasaan yang mereka. Bagaimana cara seorang anak mengungkapkan perasaannya. Perasaan sedih sudah tentu berbeda dengan perasaan gembira. Efeknya pun berbeda. Perasaan gembira berefek positif pada lingkungan sekitar berbeda dengan perasaan sedih yang memberikan efek kurang menyenangkan.

Seorang anak akan menangis ketika bersedih. Menangis sekuatnya tanpa bisa mengatakan kenapa dia sedih. Sedangkan orang tua akan panik jika anaknya menangis, terutama jika menangis di depan umum. Kepanikannya itu seringkali membuatnya tidak sadar berbuat keras seperti menghardik, memarahi, sampai mencubitnya. Bukannya berhenti tentu saja tangisnya akan semakin menjadi.

Ada sebuah kisah menarik tentang hal itu. Di bandara, seorang anak laki-laki tiba-tiba menangis keras dan menarik perhatian orang-orang di sketira. Si ibu langsung membujuk anaknya supaya berhenti menangis. Namun, si anak tidak menghiraukan bujukan ibunya. Si ayah ikut serta mencoba membujuknya, hasilnya tetap sama, tangis si anak semakin menjadi. Kedua orang tua tampaknya sudah putus asa dan bingung bagaimana membujuk anaknya.

Lalu, sang ayah berwudhu. Setelahnya, langsung duduk di samping si anak yang sedang menangis. Si Ayah diam saja, si anak membalikkan badannya. Lalu, si ayah berkata, “Kakak marah sama ayah?” si anak tetap menangis. “Kalo kakak tidak marah sama ayah, ayah boleh minta maaf ya,” tangis si anak sudah mulai agak reda. “Kakak, ayah boleh ya peluk kakak,” si anak tampak ragu lalu, dia menerima pelukan dari ayahnya. Setelah itu, tangisnya reda dan senyumnya kembali ceria. Kesedihan itu langsung tergantikan oleh senyum cerah setelah mendapat perhatian dari sang ayah.Ketulusanlah yang mengobati kesedihan si anak.

 

 

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *