Gayagay, berpesan tidak main-main dengan dunia gay….

gaya-gay

Gayagay, berpesan tidak main-main dengan dunia gay….

Apa yang terpikir oleh Anda ketika mendengar kata gay, homoseksual, lesbian atau transgender?  Tentu manusia-manusia kewanita-wanitaan, atau lelaki bertelanjang dada dengan perut sixpack seperti di iklan-iklan media.

Manusia-manusia seperti ini ada dalam novel Gayagay (Kontroversi Dunia Gay Investigasi Jurnalistik Mendalam) yang dirilis 2011 oleh PT. Pustaka Sinar Harapan Jakarta dengan ketebalan 309 halaman.Penulisnya sendiri sebagaimana tertera dalam novel tersebut seorang wartawan, namanya Dann Julian.

Tak mengherankan jika membaca novel ini seperti membaca repotase sebuah berita yang panjang. Bahkan kadang ditulis dengan jelas nama jalan-jalan di Jakarta yang memang ada, sehingga seperti reportase beneran.

Cerita makin sugestif, manakala dalam beberapa adegan tak sedikit digambarkan ruang kerja redaksi sebuah media, tata cara kerja wartawan, dan jahatnya industri media. Hal ini nampak jelas dalam akhir cerita, dimana antara kepentingan pribadi sang wartawan dan urusan professional tak dipisahkan, dan sangat merugikan orang yang diberitakan, dalam hal ini figure Arti, cewek ceking tinggi yang berprofesi foto model, salah satu person dalam novel ini.

Soal etis apakah tidak memberitakan aib orang lain demi balas dendam memang panjang kalau dibahas. Tapi begitulah industry media digambarkan dalam novel karya Dann Julian ini. Tersebutnya Jay, seorang wartawan muda, asal Surabaya, memiliki kekasih bernama Arti, foto model yang pernah diwawancarainya. Mulanya hubungan ini berlangsung mulus, sampai akhirnya lantaran ketakutan berbohong terus menerus, Arti membuka jati dirinya di sebuah hotel di Bali, di tengah temaran lampu kamar hotel.

Tentu saja Jay kaget bukan main. Ia sudah terlanjur sayang kepada Arti, namun kini fakta yang disodorkan Arti membuat dunia seperti terbalik, Arti ternyata seorang lelaki. Namun Jay menerimanya lantaran rasa kasihan, bahkan menerima ajakan Arti malam itu untuk merenggut  “kegadisannya”. Dari situlah Jay terbiasa melakukan seks menyimpang dan akhirnya tertular menjadi gay.

Kita pun dibawa masuk ke seluk beluk kehidupan malam gay. Dan disana bertebaran tokoh gay, mulai dari pemilik salon kecantikan sampai pejabat. Ada Benny vs Dinar, suami istri yang akhirnya cerai karena Benny ternyata gay. Lalu Dinar bertemu Maya, seorang biseks yang menjemurumuskan Dinar menjadi  lesbian. Namun akhirnya Dinar diam-diam “memakan” suami Maya bernama Anton. Keduanya pun ribut, dan berkelahi di ruang tengah rumah Dinar, keduanya saling menusuk dengan pisau dapur yang ada di ruangan itu.

Apa yang hendak disampaikan dalam novel ini? Bahwa sesuatu yang menyimpang, akhirnya akan berakhir menyimpang juga. Benar juga, sih. Memang pada mulanya digambarkan masing-masing pasangan haru biru menikmati romantisme dengan pasangannya. Namun akhirnya bubar semua. Intinya, pesan dalam novel ini, jangan pernah main-main atau coba-coba mendekat dengan dunia gay, amburadul endingnya.

Contoh di dunia nyata memang banyak. Saya pernah membacanya di ulasan media, bahwa dunia LGBT  adalah dunia sempit bagi para pelakunya. Tidak seperti kaum heteroseksual yang apabila putus dengan kekasih maka dengan mudah cari pengganti. Tidak demikian dengan kaum LGBT. Sering terdengar berita, seorang gay membunuh pasangannya gara-gara diputus cinta. Atau justru yang diputus cinta bunuh diri.

Kira-kira seperti itu secara keseluruhan apa yang ingin disampaikan oleh novel Gayagay ini. So far, novel ini enak dibaca, meski ada beberapa kesalahan spelling. Dan bagi orang yang tak pernah tahu kehidupan malam, terutama bagi wanita seperti saya, akan cukup kaget disodori  kelamnya kehidupan malam itu.

Bagi saya, yang awam dengan  kehidupan malam, kaget juga ketika sampai di halaman yang  menggambaran karaoke, dengan sederet lady escort tanpa busana ketika dipilih costumer. Apa ya tidak kedinginan tanpa busana di ruang karaoke? Ha…ha… pertanyaan lucu dari orang awam dunia malam seperti saya.

Lalu ada juga digambarkan, kalau karaoke ada yang memiliki ruangan seperti rumah, ada dapurnya, kamar mandi tembus pandang, kamar tidur besar (diutarakan oleh Dann Julian, spreinya menantang untuk dibuat bobo).Ha…ha….bener-bener pengetahuan baru  buat saya. Tapi tak ada salahnya membaca novel ini. Mengasyikkan….!

Inilah Gayagay, berpesan tidak main-main dengan dunia gay….

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *