Haus?Minum = Air? Konservasi, Dong

Saat terbangun dari tidur, saya langsung merasa haus. Untungnya, saya sudah menyiapkan segelas air putih di samping tempat tidur? Coba bayangkan, bagaimana jika saat merasa haus dan tidak menemukan air bersih untuk diminum. Waah, pastinya kita akan merasa sangat kehausan dan menderita karena secara alamiah, tubuh membutuhkan air. Hal itu karena, komponen di dalam tubuh manusia 65% nya adalah air. Kebayang, khan gimana pentingnya air untuk kehidupan manusia.

Air ada di sekeliling kita dan seringnya kita menganggap bahwa seperti halnya udara, air itu akan selalu ada. Padahal, kenyataannya hanya air tawar dengan jumlah 3% dari keseluruhan jumlah air yang ada di bumi ini yang bsia digunakan. Sisanya 97 % air yang ada di bumi ini adalah air asin. Dari fakta tersebut, sesungguhnya jumlah air yang bisa kita gunakan untuk kehidupan ini sangatlah terbatas. Sementara itu, pertumbuhan jumlah penduduk semakin meningkat disertai dengan perkembangan teknologi yang melesat cepat. Dampaknya, kita terancam oleh musibah kekurangan air bersih dan bencana banjir.

Kenyataan tersebut tentunya membuat kita lebih memperhatikan kondisi air. Apakah air yang ada sekarang masih bisa mencukupi kebutuhan manusia saat ini dan masa yang akan datang? Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terhadap air seperti minum, masak, cuci, dan kebutuhan laiinya, setiap orang membutuhkan kurang lebih 2600 liter/kapita/hari untuk air. Padahal potensi ketersediaan air permukaan (terutama dari sungai) di Indonesia, rata-rata mencapai kurang lebih dari 15.500 m3/kapita/tahun.

Selain itu, air tidak hanya memberikan manfaat yang sangat besar bagi umat manusia namun jika tidak dikelola dengan baik bisa mendatangkan bencana yang juga sangat merugikan manusia, misalnya bencana banjir dan bencana kekeringan. Sehingga diperlukan upaya bersama untuk mengantisipasi keterbasan pasokan air atau kekeringan dan banjir. Salah satunya yaitu melakukan upaya konservasi air.

Di mata saya, sebagai seorang blogger, upaya konservasi itu sangatlah penting karena bisa menyelamatkan masyarakat dari bencana yang diakibatkan oleh kekurangpeduliaan masyarakat terhadap air, seperti kekeringan ataupun banjir. Kedua hal tersebut masih mengintai masyarakat kita sehingga menimbulkan banyak kerugian materi dan immaterial, seperti korban jiwa. Tentu saja, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, saya pun ingin ikut berkontribusi dalam melakukan upaya konservasi air.

Seorang blogger, tentunya bisa berperan aktif dalam penyebaran informasi terkait isu lingkungan melalui blognya. Oleh karena itu, blog bisa dijadikan tempat untuk berbagi dan saling belajar dalam melakukan konservasi air, sehingga bisa mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan masalah lingkungan, terutama masalah air. Terutama masalah ketersediaan air bagi masyarakat saat ini dan masa yang akan datang.

Kepedulian blogger terhadap isu lingkungan dapat berdampak positif bagi masyarakat. Dengan berbagi langkah-langkah sederhana dalam upaya konservasi air seperti melakukan penghematan penggunaan air. Masyarakat diajak untuk senantiasa melakukan penghematan air dengan cara memakai air secukupnya dan tidak membiarkan keran terbuka sehingga air bersih terbuang percuma ke selokan. Proses pembuangan sampah yang benar pun dapat menyelamatkan air karena limbah sampah plastik yang dibuang secara tidak tepat dapat meracuni tanah dan mengurangi kualtas air. Apalagi jika sampah dibuang ke sungai, hiiiyyy seperti sering kita liat air sungai sangat kotor dan dipenuhi sampah sehingga makhluk hidup yang tinggal di sungai pun musnah.

Selain itu, blogger bisa berbagi ilmu untuk melakukan konservasi air dengan cara membuat sumur resapan. Saat ini masyarakat tergantung kepada air tanah yaitu sumber air yang tersimpan dalam lapisan tanah yang disebut akuifer. Pemakaian air tanah sebaiknya mempertimbangkan faktor kelestarian air tanah, yaitu melipiti faktor kualitas dan kuantitas. Salah satu cara mempertahankan kuantitas air tanah adalah dengan menerapkan sumur resapan. Keuntungan yang dapat diperoleh dari pemanfaatan sumur resapan adalah yaitu dapat menambah jumlah air tanah dan mengurangi jumlah limpasan. Adanya sumur resapan akan memberikan dampak berkurangnya limpasan permukaan. Air hujan yang semula jatuh ke permukaan genteng tidak langsung mengalir ke selokan atau halaman rumah tetapi dialirkan melalui seng teus ditampung ke dalam sumur resapan. Akibatnya, air hujan tidak menyebar ke halaman atau selokan sehingga akan mengurangi terjadinya limpasan permukaan.

Langkah-langkah sederhana namun nyata tersebut dapat menyelamatkan manusia dari bencana yang diakibatkan oleh ketidakpeduliaan terhadap air. Kepedulian tersebut sangatlah penting. TIdak hanya blogger yang peduli, melainkan seluruh lapisan masyarakat sehingga kita bersama sama dapat melakukan upaya konservasi air sehingga menyelamatkan masyarakat dari bencana dan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap air.

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *