Jadi Blogger Keren Bareng Kudo

Tidak bisa dipungkiri, saat ini dunia blogger lagi naik daun. Tidak jarang para blogger bisa jadi selebritis dan mendapatkan penghasilan besar dari ngeblog. Contohnya saja si raja twit Raditya Dika yang berawal dari nulis blog, lalu tulisan di blognya dijadikan buku, lalu merambah jadi seleb di sosial media, jadi youtuber, bintang iklan, bahkan bintang film.

Walaupun tidak seseleb Raditya Dika, namun masih banyak blogger-blogger lain yang sudah punya penghasilan jutaan dari ngeblog. Ada buzzer blogger yang tarif berkicau di twitter sekali ngetwit dihargai 3,5 jt oleh brand. Bahkan, ada yang mencapai belasan juta rupiah hanya sekali ngetwit. Heumm… cukup deh memenuhi kebutuhan hidup. Ada juga blogger yang bisa jalan-jalan ke luar negeri, ke tempat-tempat wisata yang eksotis di Indonesia karena ngeblog. Ada juga blogger yang dibayar oleh brand untuk mereview produk-produknya. Ada juga blogger yang mengkhususkan diri mengikuti lomba dan mendapat hadiah-hadiah puluhan juta dari ngeblog. Kalau melihat semua keuntungan tersebut, rasanya ngiler bin ngeces sambil mengkhayal kapan ya saya jadi blogger kayak gitu.

Malu rasanya ngaku-ngaku jadi blogger sementara teman-teman blogger lain sudah banyak yang menorehkan prestasi. Kalau buka sosial media, ngiler deh liat teman blogger yang sedang jalan-jalan di luar negeri dari ngeblog, ada yang menang lomba, ada yang dapet job review. Rasanya, saya masih diam di tempat. Ikutan lomba belum ada yang menang, mendapat job review yang nilainya bikin perut kenyang dan hidup berlimpah pun belum kesampaian. Lalu, apa yang salah? Apa yang saya lakukan selama ini saat menulis blog? Lalu, saya berpikir lagi, sebenarnya apa sih tujuan saya ngeblog?
Kalau dibilang blogger pemula nggak juga sih karena saya sudah lama ngeblog, sejak tahun 2011, udah cukup lama. Tapi, kalau ditanya apa yang sudah saya hasilkan dari blog? Rasanya langsung menciut dan merasa menjadi blogger apalah-apalah, hahaha … Rupanya selama ini saya memang belum memaksimalkan blog saya dan tidak berusaha mengupgrade diri. Dalam banyak hal saya sudah ketinggalan, apalagi soal kekinian dalam dunia blog. Ngeblog juga harus kekinian, dong, ya. Oleh karena itu saat melihat ada acara #KelasBlogger #KudoBox bareng Kudo saya semangat mendaftar. Apalagi materi yang akan disampaikan sungguh menarik minat yaitu; 1. Menulis Reportase Ala Blogger oleh Syaifuddin Sayuti, 2. Menulis Riview di Blogger oleh Kang Arul, dan 3. Belanja Online untuk Semua Orang.

tetap nyimak materi walaupun bayi gelisah

tetap nyimak materi walaupun bayi gelisah

Berhubung saya ingin belajar cara menulis review blog, makanya saya tetap stay tune di acara sampai akhir walaupun bayi saya sudah gelisah. Kang Arul menyampaikan materi di sesi terakhir berbarengan dengan si bayi di gendongan bangun dan mulai gelisah. Walhasil, saya tidak bisa mencatat banyak materi yang disampaikan padahal materinya bagus banget.

Dengan gaya kocak yang membuat mata ngantuk jadi melek, Kang Arul memberikan tips-tips menulis di blog yaitu singkat, berurutan, menceritakan bukan menunjuk, berdasarkan data, tulisannya berbeda, jelas, fokus, dan konsisten. Tulisan di blog harus unik dan mudah dibaca. Tetapiiiii… (bagian ini Kang Arul menegaskan) tulisan bukan BOHONG atau sekadar mencari sensasi. Maksudnya gimana, tuh? Pernah nggak baca tulisan review produk mengenai gadget yang isinya detail banget sampai ke spesiifikasi detail si produk. Padahal, si blogger baru megang produk itu 5 menit atau bahkan belum sama sekali pegang produk itu tapi seakan-akan sudah memakai produk tersebut tahunan. Nah, itulah yang dimaksud tulisan BOHONG menurut Kang Arul. Hihihi…. Kena, deh. Pernah ikut lomba produk X dan menuliskannya detail banget padahal yah belum pernah pakai produknya.
Lanjooott…Kang Arul juga menjelaskan mengenai ide. Ide itu tidak datang sendiri melainkan harus dicari. Sebuah ide tidak bisa muncul sendiri melainkan harus dicari. Lalu bagaimana dengan tema? Ternyata tema itu sama saja yang membedakan adalah cara penulisannya. Pernah melihat buku tema shalat subuh? Nah, bukankah temanya sama, akan tetapi judulnya beda-beda, ada rahasia shalat subuh, keajaiban shalat subuh, khasiat shalat subuh, dll. Nah, itulah hebatnya teman. Tidak ada tema di dunia ii yang belum ditulis oleh orang lain, yang ada hanyalah mengolah ulang kembali dengan bahasa berbeda, sudut pandang berbeda, dan data berbeda.
Kang Arul juga sempat membahas mengenai blogger remahan rengginang. Kalau yang suka mantauin media sosial pastinya sudah tidak asing dengan istilah ini. Blogger remahan rengginang istilah bagi blogger yang merasa masih jauh dari prestasi blogger langit yang sudah punya banyak job. Nah, menurut kang Arul walaupun merasa menjadi blogger remahan rengginang jangan merasa pede karena tetap menjadi blogger profesional pun pasti ada usahanya. Jika kita konsisten ngeblog dan terus meningkatkan kualitas tulisan kita, bukan tidak mungkin kita bisa menjadi blogger professional. Angguk-angguk kepala deh sambil lap keringat pakai jilbab.
Selain itu, sebagai blogger kita sebaiknya menghargai brand yang sudah mengundang kita. Jangan sampai blog kita isinya ulasan semua brand produk yang mengundang kita. Akhirnya muncul istilah blogger pesanan karena isi blog kita isinya ulasan-ulasan berbagai produk yang terkadang menjadi saingan. Contohnya gini, misalnya artikel pertama kita bahas provider A, artikel berikutnya provider B, artikel berikutnya provoder C. Isi ulasan artikel kita semuanya memuji produk provider tersebut, akhirnya munculnya istilah blogger penjilat. Haduuuhh …. #tepukkening, deh. Kang Arul menyarankan sebaiknya kita mulai meninggalkan hal tersebut dan menjadi blogger yang fokus dan konsisten terhadap tema blog kita. Isi blog kita lebih spesifik, misalnya tentang traveling, bisnis, kuliner, atau parenting. Sepakaat ah Kang Arul, saya pun lagi menuju ke sana dengan membuat blog khusus parenting di www.ceritaanakbunda.com.
Mungkin, saat kemarin dan saat ini, saya masih menjadi blogger yang datang ke acara A, ke acara B, ke acara C dengan mengharapkan goody bag atau hadiah. Namun, mungkin sebaiknya sudah mulai memilih acara. Bukan karena saya mulai sombong ingin memilih-milih undangan supaya disebut blogger profesional. Bukaaaan…bukan itu sebabnya, melainkan saat ini belum memungkinkan ke sana ke mari menghadiri acara blogger karena anak-anak tidak bisa ditinggalkan. Apalagi ada ketentuan tidak boleh membawa anak saat menghadiri acara blogger. Kalau kemarin melanggar aturan, mohon maaf karena saya memang ingin sekali menambah wawasan mengenai dunia blogger. Seperti yang Kang Arul sampaikan, apa pun kita, di mana pun kita memosisikan diri, sebaiknya tetap memberikan inspirasi. Apa pun istilahnya, saya merasa sebagai blogger dan saya bangga sebagai blogger.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

6 Responses

  1. Fubuki Aida says:

    Waaa makasih sharingnya. Inspiratif. Saya juga lg berusaha buat konsisten

  2. Anggara says:

    Gampang2 susah sih, tapi tipsnya dari kang Arul menarik 🙂

  3. Ilham says:

    terimakasih sharingnya mbak … ini berguna buat saya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *