Kartu Pos … Riwayatmu Kini

 

Nggak tau yang namanya kartu pos? Masa’ sih? Pastinya, orang-orang yang kira-kira sezaman dengan saya akan mengerutkan kening. Tapi, memang itulah yang terjadi sekarang. Anak-anak remaja sudah tidak begitu ‘kenal’ dengan kartu pos bahkan ada yang tidak tahu sama sekali.

Di sebuah kelas bahasa Perancis (CCF) hari itu sang Monsieur akan mengajarkan ‘undangan’,’penerimaan undangan’, dan ‘penolakan undangan’, tentunya menggunakan bahasa Perancis. Media yang digunakan untuk komunikasi dengan teks panjang itu adalah kartu pos. Lalu, ada salah seorang murid yang bertanya (murid itu ABG) yang mengacungkan tangan dan bertanya apa itu kartu pos? Dan bagaimana cara mengisinya? Sang monsieur lalu bertanya, siapa lagi yang nggak tau kartu pos? Olala … ternyata ada beberapa ABG lagi yang mengacungkan tangan. Alhasil, hari itu jadinya monsieur menjelaskan apa itu kartu pos, apa fungsinya, dan bagaimana cara mengisinya.

Di era digital seperti sekarang ini sepertinya sudah menjadi keumuman anak-anak atau remaja lebih mengenal SMS daripada kartu pos. Anak-anak mengenal konektivitas dengan pihak lain melalui teknologi yang canggih seperti smart phone, komputer atau laptop, Tablet, dan lain-lain. Mereka saling berkomunikasi melalui SMS, Chat, Video Call, Voice Call, BBM, telpon, dan media-media lainnya. So, memang sudah sangat jarang yang menggunakan kartu pos sebagai media komunikasi.

Namun, di dalam kurikulum pengajaran bahasa Perancis (saya nggak tahu kalo bahasa asing lainnya) diajarkan bagaimana cara mengundang, menerima undangan, dan menolak undangan dengan tulisan panjang yang tentunya kurang tepat jika disampaikan melalui SMS atau Chat. Yang memungkinkan, hal-hal itu disampaikan melalui surel (surat elektronik alias e-mail). Jadi, masih sangat relevan jika kami diajarkan bagaimana cara menggunakan bahasa Perancis dengan media kartu pos. Saya tidak tahu pasti, apakah di Eropa sana, kartu pos masih popular digunakan atau tidak. Yang pasti, di sini (baca: Bandung) kartu pos sudah jarang digunakan sebagai media komunikasi. Sepertinya, sekarang kartu pos lebih banyak dikoleksi terutama kartu pos bergambar.

Sumber gambar http://littlepensieve.blogspot.com

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *