Kisah Bang Maman, Cocokkah untuk Anak-Anak?

Sore itu, saya dikejutkan oleh pemberitaan di televisi mengenai sebuah cerita yang berjudul Bang Maman dari Kali Pasir. Judulnya sederhana, bukan? Cocok untuk anak SD kelas 2. Namun, setelah dibaca, isinya tidaklah sesederhana judulnya. Alur cerita Bang Maman cukup ruwet dan membuat kening kita (orang dewasa) berkerut.

Saat membaca kalimat-kalimat yang digunakan dalam cerita tersebut sebenarnya cukup sederhana. Kalimat-kalimat pendek yang disesuaikan bagi pembaca anak-anak. Akan tetapi, alur cerita, konflik, serta temanya sama sekali tidak cocok untuk anak-anak. Alur yang berliku seperti layaknya sinetron striping serta tema yang cukup berat tentang kelicikan dalam perebutan harta, serta konflik yang ruwet karena melibatkan beberapa pihak. Hmm … sungguh sangat tidak cocok untuk anak-anak. Padahal cerita pendek tersebut ada di dalam buku pelajaran untuk anak kelas 2 SD.

Alangkah baiknya, jika cerita yang ditujukan untuk anak-anak maka isinya pun disesuaikn untuk anak-anak, baik segi penulisan, tema, pesan, dan lain-lain. Bacaan untuk anak yaitu bacaan yang memang ditujukan untuk anak-anak dan sebaiknya tokohnya adalah anak-anak sehingga anak-anak yang secara psikologis sedang dalam fase imitasi dapat meniru perilaku positif yang terdapat di dalam sebuah cerita. Jika cerita seperti Bang Mamang ini, saya khawatir malah yang terekam oleh anak-anak adalah hal-hal negatif dalam cerita seperti perebutan harta, intrik pengambilan harta, dan lain-lain.

Buat yang penasaran sama kisah Bang Maman, inilah kisahnya (saya mengutip kisah ini dari http://www.bisnis.com/articles/inilah-kisah-bang-maman-dari-kali-pasir-yang-menghebohkan-itu)

Bang Maman adalah pedagang buah di Kali Pasir. Bang Maman mempunyai anak perempuan bernama Ijah dan berkata ingin menjodohkannya dengan Salim anak Pak Darip orang kaya di Kali Pasir. Tak lama setelah Salim dan Ijah menikah, Pak Darip meninggal dunia. Pak Darip meninggalkan harta warisan berupa kebun yang sangat luas kepada Salim.

Salim tidak bisa mengurus kebun peninggalan ayahnya, dan minta Kusen mengurusnya. Istri Kusen mempunyai rencana jahat, dia meminta suaminya menjual kebun Salim. Setelah kebun dijual mereka melarikan diri. Salim menjadi miskin, harta warisan ayahnya sudah habis. Akhirnya Salim berjualan buah di pasar.

Bang Maman mengetahui Salim telah jatuh miskin. Bang Maman ingin Ijah bercerai dengan Salim, karena Salim telah jatuh miskin. Ijah tidak mau, biar miskin Ijah tetap setia kepada Salim.

Akhirnya Bang Maman meminta bantuan kepada Patme supaya berpura-pura menjadi istri simpanan Salim. Patme setuju atas permintaan Bang Maman. Kemudian Patme datang ke rumah Salim dan berbicara dengan Ijah. Patme mengaku sebagai istri Salim. Patme dan Ijah bertengkar. Ijah merasa kecewa dan marah kepada Salim.

Kemudian Salim memberikan penjelasan kepada Ijah, namun Ijah tidak percaya. Akhirnya Salim pergi meninggalkan Ijah.

Suatu hari Ijah berkenalan dengan Ujang. Ujang Adalah seorang perampok yang sudah lama dicari polisi. Dengan menyamar seperti orang kaya Ujang datang melamar Ijah. Lamaran Ujang diterima dan akhirnya Ujang dan Ijah menikah.

Pada saat pernikahan berlangsung datanglah polisi menangkap Ujang dan gentong. Mereka sudah lama dicari polisi karena sebagai perampok. Namun Ijah tidak tahu kalau mereka sebagai perampok. Mereka akhirnya dibawa ke kantor polisi dan Bang Maman sebagai saksi.

Polisi minta agar semuanya tenang. Dijelaskan oleh polisi bahwa yang ditangkap itu adalah buronan. Mereka ditangkap karena sering berbuat jahat. Mereka suka merampok dan menipu. Akhirnya pesta perkawinan berangsur-angsur bubar.

Cukup rumit, bukan?

Sumber gambar: http://www.wartanews.com

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

2 Responses

  1. ully says:

    macana pabeulit letah,mikirna pajeujeut otak…ciiikkk atuh nyaaa, ga kebayang yang nulis jigana teu sare…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *