Launching Buku #TETOT: Aku, Kamu, dan Media Sosial

IMG_20150118_163750

Salah satu keuntungan menjadi seorang blogger adalah selalu ada peluang-peluang untuk hadir ke acara-acara keren secara gratis dan mendapat bingkisan gratis juga. Saat Fey a.k.a Ferry Ferdiansyah dari Sygma memberikan pengumuman acara launching buku #TETOT: Aku, Kamu, dan Media Sosial, saya segera tulis komentar ‘daftar’. Sayang, saat itu saya sedang berada di tempat yang kondisinya miskin sinyal. Jadi, saya baru bisa daftar saat malam hari setelah pulang ke rumah. Alhamdulillah, masih kebagian jatah buku gratis. Yeaaay….

Keesokan harinya, setelah mengikuti acara #K3BSauyunan, saya pun datang ke tempat acara launching buku di toko buku Gramedia, Jl. Merdeka. Saya datang tepat waktu yaitu pukul 16.00 WIB. Olala…tempat sudah penuh. Ternyata orang lain sudah datang dari siang dan sudah stay tune di TKP. Hahaha…kecele, deh. Saya pun maju ke depan menghampiri teman-teman sesama blogger yang sudah ada di sana.Rupanya, Kang Emil –sapaan untuk Pak Ridwan Kamil—sudah cuap-cuap. Mereka yang hadir tentunya merupakan fans-nya Kang Emil yang sudah siap ingin menyimak paparan sang walikota. Kang Emil memang sosok yang humoris. Beliau selalu menyempilkan humor di setiap kicauannya (hahaha…kicauan kayak burung aja). Padahal, menurut gosip, Kang Emil baru tiba di bandara dan langsung ke tempat launching buku. Tentunya, kalau kita sih masih capek, ya. Tapi beliau tetap menyempatkan diri untuk hadir di acara launching bukunya dan bertemu dengan masyarakat Kota Bandung yang sudah menunggunya sejak siang. Bahkan tampil dengan penuh senyum dan kelakar.

IMG_20150118_174756

Saat saya datang, Kang Emil sedang memaparkan bagaimana social media merupakan revolusi komunikasi. Dengan komunikasi melalui media sosial, saat ini 88% masalah yang ada di Kota Bandung dapat direspon dan diselesaikan. Sayangnya, tidak semua orang menggunakan media sosial sebagai media komunikasi.

Kang Emil memaparkan 4 fungsi sosial media:

  1. Menyebarkan info
  2. Menjawab pertanyaan
  3. Menerima laporan
  4. Nggak kecatet hahahaha

Sangatlah tepat Kang Emil menggunakan media sosial sebagai media berkomunikasi dengan masyarakat Bandung. Hal itu dikarenakan Bandung menduduki ranking 6 kota twitter di dunia. Artinya warga Bandung suka berkicau di twitter. Hehehe…

Berkomunikasi menggunakan social media ternyata membutuhkan kedewasaan. Menggunakan social media sebagai alat komunikasi dianalogikan sama dengan berkendaraan. Semua orang bisa menyetir tapi bisakah berlalu lintas dengan baik? Tanpa kedewasaan, maka social media bisa menjadi bumerang yang bisa menyerang diri sendiri dan orang lain.

Oh iya, Kang Emil juga bercita-cita menjadikan Bandung sebagai kota yang dihuni oleh orang-orang bahagia. Menurut Kang Emil, ciri-ciri orang bahagia ada 3:

  1. Suka tersenyum
  2. Suka disapa
  3. Suka berinteraksi di ruang publik

IMG_20150118_175353

Berarti saya termasuk orang yang bahagia dong, ya. Saya suka tiga-tiganya, tuh. Heheheh… Sayangnya, acara launching ini sebentar karena Kang Emil harus segera pergi untuk agenda selanjutnya. Sebelum pulang, pihak panitia mengadakan acara tanda tangan dan foto bareng. Semuanya langsung mengantre untuk mendapat tanda tangan sang walikota. Hahaha… saya nggak kebagian tanda tangan. Tapi sempat berfoto rame-rame dengan manekin Kang Emil. Hehehe… tidak foto sama orangnya, foto sama gambarnya pun jadilah.

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

10 Responses

  1. efi says:

    Cieeee foto sama bubu bertandatangannya sumringah bangeut. Apalagi kalau difoto sama orangnya langsung,, ya. 😀

  2. Fey says:

    Wah ada foto sayah..

    nuhun teh Rany. 😀

  3. Bang Ancis says:

    Semoga laris manis ya…. semangat nulisnya juga semoga membuncah, hehehehe

  4. Widy Darma says:

    hihihii…. ingat kejadian setahun lalu. saat Kang Emil ngeluarin mesin Tetot buat menyangkal pernyataan2 cetek farhat abbas. ternyata malah jadi sebuah buku sekarang. sukses kang emil ^_^

  5. Sandi Iswahyudi says:

    wah saya juga penggemar kang Emil kemarin saya juga punya bukunya beliau. Lupa namaya apa, pokoknya buku terbitan Mizan.
    Salam kenal mbak dari blogger Malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *