Makanan Khas Sunda di RM Hj.Cijantung Purwakarta

Sebenarnya udah sering lewat ke depan rumah makan yang terletak di jalan Merak No. 11 ini. Berhubung lokasinya yang sangat dekat sekali dengan tempat tinggal, di Jalan Gagak. Setiap kali lewat, rumah makan tersebut tampak selalu ramai oleh pengunjung. Hal itu terlihat dari parkiran yang selalu penuh. Namun, sedikit pun belum terlintas untuk mencicipi masakan di rumah makan tersebut. Mungkin karena jaraknya yang sangat dekat dengan tempat tinggal, jadi nggak ada tantangannya, hehehe…

Siang itu, perut sudah sangat lapar dan kebetulan saya lewat tempat tersebut. Seperti biasa parkiran tampak penuh. Saya pun menghentikan kendaraan di sana dan masuk ke rumah makan ini. Saat masuk, pelayan langsung bertanya untuk berapa orang. Saya bingung dengan pertanyaan tersebut. Saya pun mencari deretan masakan yang biasanya ada di muka pintu rumah makan khas Sunda, seperti di RM Ampera, RM Sugih Priangan, dan lain-lain. Akan tetapi, saya tidak menemukannya.

Saya pun duduk di kursi yang kosong. Saat itu, langsung pelayan datang dan menyajikan hidangan ke meja. Rupanya, cara pelayanan di rumah makan ini mirip dengan rumah makan Padang, yang menyajikan beberapa lauk pauk ke meja. Pembeli tinggal memakan hidangan yang disajikan di meja. Selesai makan, pelayan akan menghitung berapa masakan yang dihabiskan. Kalau seperti ini caranya, mesti hati-hati karena biasanya kita akan menghabiskan semua hidangan yang disajikan di meja.

Beberapa menu yang disajikan di meja yaitu ayam goreng, ikan mas goreng, beberapa jenis pepes, ada pepes jamur, pepes tahu, pepes ati ampela, tahu dan tempe, sambal, lalap matang dan lalap mentah, dan seboboko nasi. Rupanya, saat pelayan bertanya untuk berapa orang itu untuk mengukur berapa banyak hidangan yang akan disajikan di meja. Hmm …gitu rupanya.

Nasi putih tampak mengepul dari boboko, siap untuk disantap. Saya pun mengambil ayam gorengnya. Ayam goreng di restoran ini digoreng tidak terlalu garing, cukuplah. Entah hanya hari itu saja atau memang khas ayam goreng di sana, rasanya terlalu asin untuk saya. Untuk ayam gorengnya, masih juara di RM Ponyo, deh. Lalu, saya mencoba tahu dan tempenya. Hmm…tahu dan tempenya cukup enak. Saya pun mencoba sambalnya yang menggugah selera. Hmmm…sambel dadak yang ada di cobeknya enak banget. Mantap deh. Saya sangat suka lalapan. Berhubung lagi hamil dan mesti hati-hati dengan lalapan mentah, saya pun memilih lalapan matang yang terdiri atas daun singkong rebus, pare rebus, dan labu kecil rebus. Enak banget, deh. Oh iya, saya pun mencoba pepes jamurnya. Enaaaaak banget. Saya sampai minta tambah tiga kali, tapi sayang pas pesanan ketiga habis ;o/. Sepertinya pepes jamurnya memang juara deh di rumah makan ini.

Selesai makan, saya pun meminum teh tawar panas yang dihidangkan. Hmm…nikmat banget. Makan masakan khas Sunda dan diakhiri dengan minum segelas air teh tawar panas. Alhamdulillah nikmat. Untuk harga, masih terjangkau untuk dompet kita. Untuk rasa, saya recomended deh untuk mencoba masakan di RM Hj. Cijantung, karena memang enak dan nikmat.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *