Nodame Cantabile: Memanjakan Mata dan Telinga (review dorama)

chiaki-performance

Saya termasuk pecinta drama korea. Tapi, selalu ada dorama yang lebih memikat hati saya. Salah satunya Nodame Cantabile. Dorama ini berhasil membuat saya yang tadinya merasa bahwa dorama ini akan boring karena bercerita tentang music orchestra ternyata, salah besar. Wajar jika saya menyebutkan Nodame Cantabile: memanjakan mata dan telinga.
Yang membuat perhatian saya untuk menonton dorama ini karena ada drama koreanya dengan judul Tomorrow Cantabile. Seperti biasa, versi Korea sering menonjolkan sisi humanisnya, berbeda dengan versi Jepang yang bergerak dengan alur yang lebih cepat dan ekspresi yang lebay. Hahahaa.. Nodame Cantabile ini memang diangkat dari manga Jepang. Seperti versi manga, versi doramanya pun lebay habis dengan ekspresi yang berlebihan, tapi itulah yang membedakan dorama dengan kdrama.
Secara garis besar Nodame Cantabile bercerita mengenai Sinichi Chiaki, seorang siswa jenius di sekolah music. Sejak kecil Chiaki sudah menyukai music Orkestra, bahkan dia diangkat oleh seorang konduktor dunia di Praha yaitu Mr. Viera. Maklumlah, orang tua Chiaki juga merupakan musisi. Chiaki terkenal sebagai siswa yang berbakat di bidang piano. Dia punya wajah tampan badan yang tinggi. Chiaki juga terkenal sangat serius dan perfeksionis. Sayangnya, dibalik semua kekerenan dia, Chiaki memendam masalah besar. Dia sebenarnya bercita-cita menjadi konduktor dan pergi ke Praha untuk berguru ke Mr. Viera. Sayangnya, saat kecil, Chiaki pernah mengalami kecelakaan pesawat terbang sehingga dia merasa trauma. Dia merasa putus asa dan tidak punya harapan. Kekasihnya sendiri tidak bisa memahami dia dan malah menyepelekan impiannya. Chiaki pun minum-minumaan keras (jangan ditiru ya) dan pulang dalam keadaan mabuk. Dia pulang ke asramanya dan ditemukan pingsan oleh Megumi Noda (Nodame) si jenius piano yang sangaaat jorok. Hahahaaa…adegan ini lucu banget, saat Chiaki bangun dari mabuknya dan dia berada di ruangan yang penuh dengan sampah dan lalat. Sementara hatinya merasa nyaman mendengar suara piano yang dimainkan.

nodame
Nodame yang berbakat tapi tidak punya impian menjadi seorang pemain music internasional dan Chiaki yang berbakat dalam bidang music tapi putus asa seperti ditakdirkan untuk bertemu. Chiaki yang merasa jijik dengan Nodame, lama-lama terbiasa dengan keberadaan Nodame yang ceria, polos, kekanakkan, jorok (hahahaha), berantakan. Keberadaan Nodame malah membuat Chiaki kembali bisa bermimpi untuk menjadi seorang konduktor. Nodame membuat Chiaki bisa berbaur dengan anak-anak di kelas S yang sering dipandang sebelah mata oleh anak-anak kelas A.Chiaki yang serius dan perfeksionis awalnya sulit sekali bergabung dengan anak-anak kelas S yang dianggapnya lebih rendah kemampuan musiknya. Sementara anak-anak kelas S menganggap Chiaki sombong dan pemarah. Berkat Nodame-lah Chiaki bersama anak-anak kelas S bisa membentuk orchestra S-Oke yang performance-nya keren banget. Coba yah, ada performance orchestra pake gerakan-gerakan yang serempak. Kereeen pokoknya. Hehehehe…
Seperti umumnya dorama, tidak banyak episodenya. Dorama ini hanya 11 episode, trus ada 2 episode special. Hehehe… dari episode 1 sampai episode 11 lebih menceritakan perjalanan Chiaki menjadi seorang konduktor sampai akhirnya dia bisa punya keberanian untuk terbang ke Praha untuk ikut belajar dan mengikuti kompetisi konduktor dunia. Lalu, bagaimana dengan Nodame? Nodame yang tadinya bermain piano hanya untuk bersenang-senang akhirnya punya tujuan bermusik dan ingin pergi ke sekolah ke luar negeri. Sebenarnya Nodame berbakat musik sejak kecil, sayangnya guru musiknya kasar dan sering memukul Nodame sehingga Nodame trauma dan tidak mau bermusik dengan serius. Di akhir episode 11, Chiaki mempersembahkan pertunjukkan orchestra yang bikin nangis dan merinding. Dalam 11 episode tersebut ada beberapa karakter yang membuat Chiaki dan Nodame menemukan impian mereka yaitu Franz von Stresemann atau Milsch –guru music internasional—yang rada aneh dan suka sama perempuan. Milsch berhasil membuat Nodame memiliki mimpi menjadi seorang pemusik dan berusaha mewujudkannya dengan belajar ke luar negeri. Nodame ikut kompetisi piano nasional dan berhasil menjadi juara. Nodame bisa mewujudkan cita-citanya dan pergi ke luar negeri bersama Chiaki.

Di 2 episode special bercerita tentang Chiaki dan Nodame di Paris. Nodame berhasil masuk ke sekolah musik di Paris sementara Chiaki mengikuti kompetisi konduktor. Chiaki berhasil memenangkan kompetisi internasional mengalahkan Jean. Chiaki pun dikontrak untuk ikut tur dunia bersama Viera. Di tengah perjalanan, dia diculik dan suruh menandatangani kontrak untuk tur bersama Milsch. Akhirnya, Chiaki pun ikut tur bersama Milsc, sementara Nodame tetap di Paris. Nodame yang tidak pernah mengikuti pelajaran music serara teori mengalami kesulitan, apalagi dia merasa ketinggalan. Teman-temannya yang lain menguasai ilmu analisis music sementara Nodame kebingungan. Di tengah kebingungan dia, dia mendengar kabar mengenai dbeut Chiaki sebagai konduktir di Jepang dan akan bermain bersama seorang pianis cantik bersama Son Rui. Nodame yang patah hati berusaha keras meniru cara bermain Son Rui. Di luar dugaan, Nodame malah mendapat kritikan dari guru musiknya di Paris. Nodame pun kacau sekali. Saat Chiaki pulang ke Paris untuk menengok Nodame, Chiaki malah menemukan Nodame yang tampak depresi. Chiaki kembali ke Jepang dalam keadaan bingung. Untungnya, Nodame tidak terlalu larut dalam kesedihan, dia berhasil menemukan apa itu music? Kembali menjadi dirinya sendiri yang mencintai music. Nodame pun ditantang untuk mengikuti resital piano. Nodame berhasil memahami Mozart dan mempersembahkan pertunjukkan music Mozart yang luar biasa keren. Keberhasilan Nodame membuat Chiaki bangga. Chiaki pun berhasil mempersembahkan pertunjukkan debutnya di Eropa. Pertunjukkan orchestra yang sangat indah dan menggetarkan. Lalu, bagaimana kisah cinta Nodame dan Chiaki? Jangan berharap banyak adegan romantis. Sepanjang episode 1-11, hanya satu kali pelukan Chiaki dari belakang. Di 2 episode special akhirnya chiaki kiss Nodame. Hehehe… tapi jangan berharap romantic seperti adegan kiss di kdrama, ya.
Sebenarnya, masih ada lanjutan kisah Chiaki dan Nodame berupa film. Saya belum sempat nonton. Sepertinya versi film ini lebih menitikberatkan pada hubungan Nodame dan Chiaki yang pasang surut.

Acting
Aktor dan aktris Jepang terkenal ekspresif dalam bermain drama. Mereka kalau main drama komikal banget. Hahaha…akting Hirochi Tamaki sebagai Chiaki yang perfeksionis top banget deh. Kadang ikut depresi, ikut seneng, ikut nangis liat Chiaki dan Nodame yang berjuang dalam music. Oh iya ada juga tokoh favoritku nih di Nodame yaitu Ryutaro Mine, si rambut jingkrak, pemain biola yang ngerock abis.
Musik
Nonton dorama ini, telinga kita akan disuguhi musik-musik orchestra kelas dunia. Kenalan juga dengan nama-nama musikus dunia seperti Bach, Mozart, dll. Pokoknya nonton dorama ini bikin saya pengen terbang ke Praha untuk nonton langsung pertunjukkan music orchestra klasik. Hahaha…

chiaki
Casting
Karakter Utama
Megumi Noda (野田 恵 Noda Megumi?) atau Nodame (piano)
Diperankan oleh Juri Ueno
Shin’ichi Chiaki (千秋 真一 Chiaki Shinichi?) (piano, biola, konduktor)
Diperankan oleh Hiroshi Tamaki
Karakter Pendukung
Maestro Franz von Stresemann (フランツ・フォン・シュトレーゼマン Furantsu Fon Shutorēzeman?) (konduktor)
Diperankan oleh Naoto Takenaka
Ryutaro Mine (峰 龍太郎 Mine Ryūtarō?) (biola)
Diperankan oleh Eita
Yasunori Kuroki (黒木 泰則 Kuroki Yasunori?)
Diperankan oleh Seiji Fukushi
Kiyora Miki (三木 清良 Miki Kiyora?)
Diperankan oleh Asami Mizukawa
Tokoh Jepang
Masumi Okuyama (奥山 真澄 Okuyama Masumi?) (timpani)
Diperankan oleh: Keisuke Koide
Saiko Tagaya (多賀谷 彩子 Tagaya Saiko?)
Diperankan oleh Misa Uehara
Sakura Saku (佐久 桜 Saku Sakura?)
Diperankan oleh Saeko
Kozo Eto (江藤 耕造 Etō Kōzō?)
Diperankan oleh: Kosuke Toyohara
Hajime Tanioka (谷岡 肇 Tanioka Hajime?)
Diperankan oleh Masahiko Nishimura
Toru Kikuchi (菊池 亨 Kikuchi Tōru?)
Diperankan oleh Mukai Osamu
Tokoh Paris
Franck Latoine
Diperankan oleh : Eiji Wentz
Tatiana “Tanya” Vishneva
Diperankan oleh Becky
Yunlong Li (李雲龍 Li Yunlong?)
Diperankan oleh Satoshi Hino
Rui Son
Diperankan oleh Yu Yamada
Jean Donnadieu
Diperankan oleh Giry Vincent
Charles Auclair
Lainnya
Elise
Diperankan oleh Michiko Kichise
Sebastiano Vieira
Diperankan oleh : Zdeněk Mácal
Seiko Miyoshi
Keluarga di Chiaki
Masayuki Chiaki
James DePriest

Bahasa
Lucunya walapun, ceritanya di Paris dan Praha, para tokoh bule itu pakai bahasa Jepang dalam berkomunikasi. Walaupun diceritakan, Nodame belajar bahasa Perancis. Hehehe

Properti
Nah, ini cakep banget deh. Alat musiknya superlengkap, gedung-gedungnya keren banget. Pokoknya mata kita akan dimanjakan berbagai keindahan bangunan dan peralatan.
Tayang Perdana
2006
Dorama VS Kdrama
Seperti saya sebutkan di awal tulisan, bahwa yang membuat saya tertarik nonton Nodame Cantabile karena ada versi kdramanya. Secara subjektif saya lebih suka versi Jepang. Selain karena cerita ini berasal dari manga dan dorama lebih pas menampilkan manga dalam versi layar, saya lebih suka akting para aktor dan aktris Jepang. Mereka lebih berekrspresi. Selain itu, Chiaki yang dibintangi oleh Hiroshi Tamaki lebih ganteng daripada Cha Yoo-Jin yang diperankan oleh Joo Won. Padahal, saya termasuk fans Joo Won. Hahaha… Selain itu, saya lebih suka si Nodame yang diperankan oleh Juri Ueno daripada Seol Nae-il yang diperankan oleh Shim Eun-Kyung. Hihihi..si Nodame lebih jorok, ekspresif, dan nggak ada cerita bahwa dia pekerja keras, dll.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

6 Responses

  1. Ety Abdoel says:

    Sudah lama saya nggak pernah nonton kdrama. Terakhir nonton winter sonata deh. qeqeqe, jadul banget ya.
    Keren reviewnya.

  2. Afifah says:

    biasanya, pemain kdrama lebih memanjakan mata, tapi saya juga setuju, lebih suka hiroshi tamaki. 😀
    dorama ini juga satu-satunya live action yang saya lebih suka dibanding animenya. gambar animenya kurang cerah.

    salam kenal, mbak.

    imetamorphogus.blogspot.com / theladybooks.blogspot.com

  3. Saya belum nonton dua duanya nih mak. Baik versi korea atu japan nya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *