Penantian itu …

Tanpa terasa sudah satu bulan lebih tidak menulis di blog. Kangen pengen nulis. Banyak cerita yang ingin didokumentasikan di sini tapi ternyata semuanya terhapus oleh ingatan yang pendek. Hehehe …teteup cari alasan.

Bagi seorang perempuan yang menikah tentunya sangat ingin segera mendapatkan keturunan. Akan tetapi, tidak setiap perempuan beruntung dapat langsung menerima anugrah besar tersebut. Ada yang harus menunggu selama bertahun-tahun. Salah satunya itu saya. Saya tetap menjalani aktivitas saya dengan semangat walaupun sering mendapatkan pertanyaan dari berbagai pihak, baik itu keluarga (biasanya bukan keluarga dekat), tetangga, atau kenalan, “Mana anaknya? Sudah punya berapa?” Saya hanya akan menjawab dengan jawaban standar, “Mohon doanya, ya, belum dikasih sama Allah Swt.” sambil tersenyum. Saya tetap berpikiran positif bahwa suatu saat jika waktunya telah tiba, tentunya saya akan mendapatkan anugrah tersebut.

Selama mas penantian tersebut, saya tidak tinggal diam. Saya melalukan cek ke dokter kandungan. Saya pun mengikuti program dari beberapa dokter kandungan. Hasilnya saya sehat dan memiliki potensi besar untuk mendapatkan keturunan. Saya menyikapi permasalahan tersebut dengan santai, harus bagaimana lagi. Saya sudah berusaha dan berdoa. Satu yang saya hindari yaitu mengeluh. Sehingga orang-orang yang bertemu sering bertanya, “Apa memang belum pengen, ya,” Waah, salah banget perkiraan mereka. Tentunya saya sangat ingin mengandung dan memiliki anak yang dapat menjadi cahaya bagi keluarga.

Tanpa terasa penantian tersebut sudah berlangsung selama enam tahun.  Tanpa disangka, sesuatu berubah di dalam tubuuh saya. Ada yang hadir di sana dan melengkapi kehidupan saya dan keluarga. Saya bersyukur dengan anugrah dan karunia yang dipercayakan Allah Swt. kepada saya dan keluarga. Inilah waktu yang tepat bagi saya dan sekeluarga menadapat anugrah yang tidak terhingga ini.

Tidak hanya saya yang menanti lama. Ada beberapa sahabat dan teman yang bernasib sama. Mereka masih menanti anugrah ini. Bagi para sahabatku yang masih menanti, menantilah dengan penuh kesabaran karena insya Allah jika waktunya sudah datang, anugrah itu akan datang. Allah Swt. akan mengganti semua usaha dan keikhlasan kita dengan anugrah yang sangat besar. Amin…

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

6 Responses

  1. febriantozm says:

    Subhanalloh, Allahu Akbar akhirnya penantian itu tiba, semoga sehat ibu & bayi yang dikandungnya sampai melahirkan nanti, ngiring bingah…

  2. Maha suci Allah yang maha mendengar! Subhanallah! Alhamdulillah! Akhirnya… Yani diberikan anugerah itu dari Allah. Kak Asma masih lagi menanti. Penantian sudah hampir 7 tahun, tapi kami ngak pernah putus asa. Semuanya telah dirancang baik oleh Allah untuk hambanya. Hikmahnya hanya Allah yang maha mengetahui. Semoga perjalanan kehamilan ini dipermudahkan Allah selalu. Amin ya rabb. 🙂

  3. nungcha says:

    Alhamdulillaah, seneng banget pas tau rani hamil. Aku liat di postingan fb. trus jadi kepengen berkunjung ke “rumah” rani. Berkaca2 bacanya. Aku masih menanti juga ran. 🙂 *pelukbesaar*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *