Pengalaman Berobat di Rumah Sakit Kalimantan Timur

 

Pengalaman Berobat di Rumah Sakit Kalimantan Timur. Berada di luar kota dan anggota keluarga yang sakit memang bikin panik. Apalagi, jauh dari kota tempat tinggal. Tapi, saya punya pengalaman menarik saat berada di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Saat saya dan si sulung Fathan diajak si ayah ke kota Balikpapan, kami sempat berkunjung ke Rumah Sakit Kalimantan Timur.

Saat itu, si sulung Fathan baru berusia 8 bulan. Suami yang ada tugas di Kota Balikpapan, mengajak saya dan Fathan menyertainya. Sekalian, saya pun ingin menginjakkan kaki ke tanah Kalimantan Timur. Selama ini, saya hanya tahu dari cerita suami saja. Ingin dong bisa menjejakkan kaki di tanah paru-paru dunia dengan jutaan sumber daya alam yang luar biasa.

Bandara Sepinggan

 

Gerah dan panas, itulah yang saya dan Fathan rasakan saat turun dari pesawat dan menjejakkan kaki di bandara udara Sultan Aji Muhammad Sepinggan Internasional Airport, atau suami menyebutnya bandara udara Sepinggan. Bagi saya dan Fathan yang biasa tinggal di kota dengan udara sejuk membuat kami cukup kepanasan. Keringat terus mengucur dari sekujur tubuh.

Saya sudah dewasa jadi cukup bisa beradaptasi dengan perubahan cuaca. Tapi tidak bagi si kecil Fathan yang saat itu usianya belum genap satu tahun. Apalagi, kami coba memaksimalkan waktu kami di Kota Balikpapan, mengelilingi Kota Balikpapan, menyusuri pantai di sana, dan mencicipi beragam kuliner khas di sana.

Baca Juga: 5 Tips Hidup Sehat

Baca Juga: Barang yang Dibutuhkan Saat Pandemi

Suami mengajak saya dan Fathan jalan-jalan di salah satu pantai di Kota Balikpapan, kalau tidak salah Pantai Melawai. Fathan sangat suka berenang di pantai. Saat lihat air ombak yang menari-naru, tangan kecilnya saat itu langsung melambai-lambai, dan berlonjak-lonjak gembira. Itu tandanya dia ingin berenang. Sebenarnya, saya tidak terlalu mengizinkan dia berenang di pantai karena saat itu dia masih kecil. Tapi kata suami, sebaiknya dia bisa bereksplorasi dengan pantai, air laut dan pasir pantai. Baiklah, saya pun setuju.

Sore itu, Fathan pun bermain di tepi pantai bersama suami. Tubuh mungilnya tampak sangat gembira berlonjak-lonjak di tepian air. Dia tidak peduli dengan air laut yang menyembur ke tubuhnya yang kecil. Tubuhya penuh berbalut pasir pantai. Mulutnya terbuka menyuarakan celoteh-celoteh kegembiraan khas balita. Saya pun turut bahagia melihat kegembiraaannya bermain air laut di tepi pantai.

Setelah puas bermain air laut dan pasir pantai, saya segera membersihkan Fathan. Dia tampak kecapean tapi gurat bahagia membekas di wajahnya. Lalu, suami mengajak saya dan Fathan menikmati ikan bakar yang dijual di warung-warung yang berjajar di tepi pantai. Rasa khas ikan laut yang dibakar bercampur bumbu khas mengisi perut kami yang memang cukup kelaparan.

Agenda selama di Kota Balikpapan memang cukup padat dan melelahkan bagi kami. Ternyata, tubuh kecil Fathan belum bisa menerima perubahan cuaca yang cukup ekstrem baginya.

Hari ketiga di Kota Balikpapan, badan Fathan tiba-tiba panas cukup tinggi. Saya cukup panik karena tidak tahu harus membawa Fathan berobat ke mana? Langkah awal, saya coba mengompres badannya dengan air hangat. Tapi, Fathan terus nangis dan rewel sehingga semalaman tidak tidur. Saya pun cukup kecapean.

Suami berinisiatif membawa Fathan ke UGD Rumah Sakit Kalimantan Timur. Suami membawa kami ke rumah sakit terdekat dari penginapan. Setelah mencari informasi rumah sakit terdekat, suami segera membawa Fathan ke rumah sakit. Alhamdulillah, Fathan langsung ditangani dengan cepat oleh dokter yang berjaga di UGD. Fathan memang kecapean dan tubuhnya memang belum bisa menerima perubahan cuaca yang cukup ekstreme bagi tubuhnya yang kecil. Dokter memberi obat penurun panas, dan panasnya pun perlahan turun. Dokter pun memberi resep yang mesti kami tebus di apotek. Saya pun merasa tenang melihat panas tubuh Fathan sudah turun dan sudah tidak rewel lagi.

Informasi tentang rumah sakit memang penting banget, apalagi jika kita berada di luar kota atau kota yang tidak kita kenal. Untungnya sekarang sudah ada aplikasi Halodoc yang sangat membantu sekali memberikan informasi seputar kesehatan. Bahkan, kita bisa lho konsultasi ke dokter via aplikasi Halodoc. Bahkan, bisa mendapatkan resep setelah konsultasi dan menebus resep via aplikasi Halodoc. Dengan adanya aplikasi Halodoc, di mana pun ada masalah kesehatan bisa buka aplikasinya dan mendapatkan informasi penting. Bahkan bisa mendapatkan penanganan melalui aplikasi Halodoc. Kita pun bisa datang ke rumah sakit yang direkomendasikan oleh aplikasi

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

18 Responses

  1. gina says:

    Suami saya juga lahir di Balikpapan, klo saya sih belom pernah sampai ke kota BPP..udh paling top mendarat di bandaranya. Saya juga pake aplikasi HALODOC, very helpful sih

  2. semoga kita semua diberi kesehatan ya mbak, biar ga usah ke rumah sakit, karena biar gimanapun agak horror ke RS dalam kondisi pandemi seperti saat ini

  3. Okti Li says:

    Kebayang ya bayi sakit di daerah orang pula. Semoga tidak teralami. Selama ini mana saya kemanapun selalu bawa anak. Memang harus lebih waspada bila berada di perantauan. Untung kalau ada aplikasi yg bisa diandalkan macam Halodoc

  4. Elly Nurul says:

    Untuk kalimantan aku baru sampai ke kalimantan selatan aja nih mbak.. kaltim tim tuh terkenal sebagai SG nya Indonesia hehe.. fasilitas disana lumayan ya.. termasuk soal kesehatan.. wah halodoc sudah memasuki kaltim ya

  5. nchie hanie says:

    Asiknya yaaa jaman sekarang dipermudah banget, meski berada di luar kota, tetep mencari info rumah sakit pun tinggal dalam genggaman.
    Udah juara deh halodoc soal kesehatan, penanganan bahkan sampe ke menebus resep. Praktis.

  6. Wah iya kecapekan itu ya. Kebayang panasnnya segimana dan main ke pantai pula. Untung ada halodoc y

  7. Keke Naima says:

    Jangankan di luar kota yang jauh dari keluarga ya, Mbak. Saya waktu pindah ke Jakarta aja sempat bingung cari dokter gigi untuk anak yang dekat rumah. Akhirnya taunya memang dari aplikasi kesehatan 😀

  8. Mugniar says:

    Baca pengalaman Mbak Rani, baru ngeh saya … statemen yang ini Informasi tentang rumah sakit memang penting banget, apalagi jika kita berada di luar kota atau kota yang tidak kita kenal. … Benar. Setidaknya harus tahu tempat mencari informasi mengenai hal-hal darurat ya.

  9. Kebayang banget ya kalau ga tau dimana akses kesehatan terdekat, untungnya ada aplikasi Halodoc jadi bisa cari lewat itu. Semoga sehat terus ya dedek Fathan.

  10. Tuty Queen says:

    Aku berterima kasih banget ada aplikasi Halodoc dan sampai sekarang masih mengandalkan aplikasi ini untuk konsultasi dengan dokter ditambah lagi sekarang lagi pandemi

  11. Aplikasi Halodoc ini membantu banget ya mbak. Konsultasi dokter hingga menebus resep obat, semua bisa dilakukan di sana.

  12. Miyosi says:

    Jadi inget masa2 tinggal di Balikpapan Mbaa
    Rumkit2ny bagus2
    Balikpapan jg kota yg bersih walau panass
    Smoga dedek sehat selalu y mbaa

  13. Lidya says:

    wah aku belum pernah ke Pulau Kalimantan mbak. Sekarangh mau ke mana pun kalau darurat bisa cari rumah sakit atau klinik lewat Halodoc ya

  14. lendyagasshi says:

    Alhamdulillah,
    Sekarang tetap bisa tenang karena apps halodoc yaa, teh..
    Btw, ini jadinya teteh pindah kemana?
    ((kepo)) hihi…maaf, teteh.

  15. indah nuria says:

    semoga bisa selalu mendapat informasi yang dibutuhkan untuk rumah sakit ya mba. Karena kita kan ngga pernah tau kapan perlu konsultasi ya mbaaa

  16. Katanya memang di sana cuacanya panas ya. Gak kebayang panas gitu mai di pantai, pasti pusing lah akhirnya.
    Nah Halodoc ini keren ya bisa ngecek lokasi rumah sakit terdekat. Aku pernah juga coba cek rumah sakit terdekat dengan rumahku dan ketemu dong

  17. paling cepet kalo butuh apa-apa mendadak ya ke UGD atau IGD ya, mbak. aku juga beberapa kali bawa anakku ke IGD di rumah sakit langganan ketika malam hari kalo pas udah urgent dan butuh penanganan segera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *