Perpustakaan dalam Genggaman

I love books. Sejak saya bisa membaca huruf-huruf yang bergabung menjadi kata dan kalimat, saya sudah jatuh cinta dengan rangkaian kata dan kalimat. Saya pun menyukai aktivitas membaca terutama membaca buku. Buku menjadi teman salah satu teman baik saya.

Saat sudah memiliki penghasilan sendiri, saya bisa dengan bebas membelanjakan uang untuk membeli buku-buku yang saya suka dan saya butuhkan. Jika ada pameran buku yang menawarkan buku-buku dengan harga diskon, saya bisa kalap untuk hunting beragam buku. Tanpa terasa, rak-rak pun penuh dengan buku. Repotnya, saat harus pindahan, ternyata banyak buku yang tidak terawatt karena tidak ada tempat untuk menyimpannya. Sayang, sekali. Saya pun memberikan sebagian buku kepada anak-anak yang membutuhkannya.

Saat ini, saya membatasi belanja buku karena kondisi tempat yang tidak memungkinkan untuk menyimpannya. Namun, keinginan untuk mengoleksi buku-buku bacaan tidak surut, terutama jika ada buku baru yang direkomendasikan. Alangkah senangnya, saat saya mengetahui bahwa di Galaxy Tablet ada aplikasi untuk belanja buku. Namanya aplikasi Aldiko. Sebelumnya, saya mengunduh aplikasi tersebut. Lalu, dengan aplikasi tersebut, saya bisa belanja buku-buku. Asyiknya, selain yang berbayar, ada juga buku-buku yang gratis. Waah, penyakit kalap pun kembali datang. Asyik banget, dengan sekali tekan bisa pilih buku-buku yang saya inginkan.

Sebenarnya, sudah ada aplikasi bawaan di Galaxy Tab, namanya aplikasi e-book. Aplikasi bawaan ini sangat membantu kita untuk membaca buku. Bahkan, ada tools untuk menandai teks yang sedang dibaca. Bagi saya yang memiliki karakteristik visual kinestetik, hal ini sangat penting. Saya membaca buku dengan menandai kata per kata nya. Waah, seru, kayak pakai stabilo. Selain itu, ada pengaturan cahaya yang otomatis berubah sesuai dengan cahaya ruangan. Kita pun dapat mengatur tampilan back ground dan bahkan warna teks sesuai dengan kebiasaan mata kita. Seru, banget, khan.

Nah, kelebihan ini tidak ada di aplikasi Aldiko. Di aplikasi Aldiko, cara membacanya masih sederhana, sama halnya seperti membaca teks di aplikasi pdf. Agar, saya bisa membaca dengan seru, maka saya mengambil buku-buku yang ada di rak Aldiko dan diimpor ke aplikasi e-book. Hasilnya, buku-buku yang sudah saya dimpan di Aldiko dapat saya baca di e-book dengan tampilan yang menarik. Pengalaman yang sama dengan membaca buku cetak. Wow, keren banget.

Sepertinya, saya akan terus menambah koleksi saya di perpustakaan ini tanpa harus ribet memikirkan tempatnya. Saya dapat membaca di mana saja dan kapan pun tanpa harus memenuhi tas dengan buku-buku. Seru, banget, khan.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

2 Responses

  1. Paluhlimbuy says:

    apakah ada published lokal ngejual format ebook juga yah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *