Point of View dalam Penulisan Draft Naskah


Hal penting lainnya yang harus dilakukan saat penulisan draft naskah yaitu penentuan point of view karakter.

Saat penulis menceritakan kisahnya, sebaiknya menentukan terkebih dahulu dari sudut mana karakter diceritakan. Apakah akan menggunakan orang pertama (saya) atau orang ketiga (kata si Anu).

Banyak penulis yang menggunakan sudut pandang orang ketiga. Hal itu dikarenakan dianggap lebih memungkinkan penulis untuk mundur dari karakter. Sedangkan jika menggunakan orang pertama, penulis harus selalu berada dalam satu karakter selama plot cerita. Sehingga karakter yang lain kurang tergarap dengan baik dan karakter yang lain kurang dikembangkan.

Penulis juga sebaiknya menulis cerita melalui serangkaian tindakan dengan dialog yang tersebar. Kata-kata sebaiknya menyampaikan citra visual. Anak-anak usia pembaca cerita bergambar belum bisa berpikir secara abstrak. Anak-anak usia ini hanya memahami apa yang mereka lihat dan rasakan. Bahkan, penggambaran emosi harus dijelaskan dalam istilah sensorik, misalnya lutut gemetar menunjukkan rasa takut, dan lain-lain.

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

2 Responses

  1. angga says:

    Saya tertarik dengan artikel yang anda buat
    Saya juga mempunyai web serupa tentang Penulisan – Penulisan anda dapat mengunjungi http://pena.gunadarma.ac.id/ untuk info lebih lanjut mengenai Penulisan yang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *