Target Tahun 2021, Apa Aja, Ya?

Secara tersirat, saya sering menuliskan di postingan bahwa tahun 2020 saya mengalami sesuatu yang membuat ambruk secara mental.  Saya tahu, saya tidak boleh terus latut dalam persoalan yang sama. Saya harus bangkit tapi jujur hal itu tidak semudah tekad yang diucapkan. Apa tekad saya kurang kuat? Mungkin saja, sih. Entahlah, banyak faktor.

Sejak akhir tahun 2020, saya mulai berjualan online dan bergabung dengan komunitas POF ( Popular on Facebook) dengan harapan saya bisa optimasi akun FB untuk berjualan. Ternyata bergabung dengan POF tidak hanya diajarkan cara membuat postingan iklan soft selling di FB tapi juga tim POF banyak memberikan materi self grow. Alhamdulillah, banyak hal yang saya dapatkan, tidak hanya bagaimana cara berbisnis di media sosial tapi juga bagaimana juga memiliki awarness yang bisa bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Melintasi Waktu Menuju Masa Depan

Sebelum bulan Ramadan, alhamdulillah saya dikontak oleh  dr. David Lineation. Beliau sepertinya tahu kalau saya butuh pertolongan. Beliau pun mengajak saya ikut challenge ipov dan TTE di telegram. Awalnya saya bingung, challenge seperti apa itu. Dengan segala ketidaktahuan, saya mulai ikut challenge dan pelan-pelan mulai ikut berkontribusi. 

Saya mencoba rutin untuk ikut chalenge setiap hari dengan harapan bisa “sembuh” dan kembali menata hidup saya dengan hati ringan dan lapang. Sebenarnya, saya telat ikut challenge tersebut karena sudah berlangsung selama 35 hari dan saya baru gabung di hari ke 36. Sekarang sudah memasuki hari ke 47. Alhamdulillah, saya merasa setiap hari menjadi lebih baik.

Sekarang, saya melihat anak-anak begitu manis dan pintar. Mereka masih sih sering buat ulah tapi reaksi saya berbeda. Saya sudah tidak marah-marah lagi, dan berkurang ngomel-ngomelnya Yeaaay …Saya juga lebih tenang jika ada persoalan yang bikin pusing. Saya tidak menyangka, saya bisa punya perasaan lebih ringan.

Pikiran-pikiran negatif yang bisa memicu emosi marah dan sedih masih sering muncul. Tapi saya sudah mengatasinya dengan lebih baik. Jika sebelumnya saya akan tiba-tiba menangis berjam-jam, sekarang saya malah berpikir “Ngapain ya dulu sedih banget dan nangis meraung-raung gitu,”. Jika sebelumnya merasa merasa sebagai “korban”, sekarang saya merasa saya bisa lebih baik dan lebih bahagia. 

Baca Juga: Sumber Inspirasi Saat Jenuh

Menjadi sehat secara emosi bagi saya butuh perjuangan. Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi ternyata jika diupayakan akan memperlihatkan hasilnya. Jangan anggap sekarang saya benar-benar bersih dari segala macam pikiran dan emosi negatif karena jika ingin terus lapang, saya tidak boleh berhenti berlatih. 

Mungkin bagi orang lain, hal seperti ini mudah. Tapi tidak bagi saya yang memiliki kecenderungan “feeling” dan mudah banget menyerap emosi-emosi negatif di sekitar. Ya, diri kita ini bagaikan spons yang mudah menyerap emosi dan pikiran negatif orang lain. Jadi, jika tiba-tiba kita merasa sedih tanpa sebab, coba tanya “Ini punya siapa?” Jika bukan punyaku, “Kembalikan kepada yang punya dengan penuh kesadaran,”, Jangan sampai orang lain yang punya persoalan kesehatan, kita yang sakit. Orang lain yang punya masalah, kita yang pusing.

Ngapain sih Ran, repot latihan ini itu? Repot ikut challenge ini itu? Ikut webinar self self ini itu? Sellow aja, kali. Hehe seandainya semudah itu. Saya sibuk memperbaiki kesehatan mental dan emosi, karena saya ingin bahagia sebagai ibu, sebagai anak, dan peran-peran lainnya. Tahun 2021, saya ingin mulai berbisnis dan menciptakan uang (create money) pastinya dengan cara yang halal. Oleh karena itu, terlebih danulu saya harus stabil secara fisik, mental, dan emosi.

Baca Juga: 5 Serial Favorit Saat Remaja

Oke, sekarang bicara target yang ingin dicapai tahun 2021. 

  1. Sehat fisik, mental, dan emosi
  2. Hubungan dan komunikasi dengan keluarga lebih baik
  3. Tumbuh kembang anak-anak baik secara fisik, emosi, dan mental
  4. Memiliki bisnis yang terus berkembang
  5. Monetisasi Akun Youtube

So, bisa dilihat khan target saya yang teratas masih dalam upaya perbaikan diri. Harapannya jika saya bisa mengatasi hal-hal yang berkaitan dengan emosi, saya bisa melakukan hal lainnya dengan lebih baik, lebih bahagia. All of life comes to me with total EASE, JOY, AND GLORY. 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *