Tempat Pertama Bekerja

tempat pertama bekerja

Tempat Pertama Bekerja. Sewaktu masih kuliah, saya sangat ingin bekerja di sebuah perusahaan penerbitan. Saya tidak ingin menjadi guru seperti kebanyakan teman-teman saya, sehingga selepas saya lulus kuliah, saya tidak mengambil kuliah akta IV seperti sebagian besar teman-teman saya di bangku kuliah.

Alhamdulillah gayung bersambut, impian saya tersebut mendapat percikan harapan tatkala penerbit DAR! Mizan membuka lowongan bagi tenaga magang. Saat itu, saya sedang mengerjakan skripsi, dan tanpa pikir panjang langsung melamar sebagai tenaga magang di sana. Sebagai tenaga magang tentunya saya tidak mendapat bayaran uang tapi mendapat ilmu tentang editing dan dunia penerbitan di sana.  Jadi, sambil mengerjakan skripsi, saya juga magang di penerbit DAR! Mizan.

Saya sempat keteteran menyelesaikan skripsi karena keasyikan magang. Alhamdulillah, dengan izin Allah, saya berhasil menyelesaikan skripsi tepat waktu. Hal ini karena kebaikan dosen pembimbing yang mau mengejar-ngejar saya sang mahasiswa untuk menyelesaikan skripsi. Kebalik ya, biasanya mahasiswa mengejar dosen pembimbing, ini malah sang dosen pembimbing yang tidak lelah memgingatkan saya untuk segera menyelesaikan skripsi.

Setelah saya wisuda dan lulus kuliah serta berhasil menyelesaikan masa magang 3 bulan, apakah saya berhasil menggapai cita-cita sebagai editor dan bekerja di penerbitan? Ternyata tidak semudah itu, Fulgoso. Setelah wisuda, malah tidak ada lowongan pekerjaan di penerbit. Namun, pengalaman kerja magang selama 3 bulan, membuat saya menambah cita-cita yaitu sebagai penulis buku bacaan anak. Untuk mewujudkan impian tersebut, saya pun melamar kerja sebagai guru TK. Tujuannya agar saya bisa berinteraksi dengan anak-anak dan memiliki pengalaman langsung dengan anak-anak hingga mendapat ide tulisan dari sana.

Setahun saya bekerja sebagai guru TK. Di tengah kesibukan mengajar dan mendapat pengalaman sebagai guru TK, saya tetap merajut impian saya sebagai penulis buku bacaan anak, dan terus menuliskan ide-ide tulisan buku bacaan anak.

Alhamdulillah, saya mendapat kesempatan mengerjakan buku anak di penerbit As Syaamil. Saat itu, hanya sebagai tenaga lepas. Tidak apa-apalah, yang penting saya mendapat pengalaman. Ternyata, impian saya sebagai penulis buku bacaan anak dan editor tercapai saat penerbit As Syaamil membutuhkan editor sekaligus penulis buku bacaan anak. Saya sangat gembira karena berhasio mencapai cita-cita saya, bahkan saya bekerja dengan seorang penulis buku bacaan anak kenamaam yaitu Kak Eka Wardhana. Walaupun, Kak Eka Wardhana, jarang datang ke kantor karena beliau sibuk, tapi saya sangat bersyukur mendapat kesempatan bekerja sebagai anak buah beliau dan mendapat banyak ilmu dari beliau, hingga saya pun bisa menulis dan menerbitkan buku. Bahagia sekali saat nama kita tercetak di sampul buku sebagai penulis.

Tanpa terasa, saya bekerja di perusahaan penerbitan sampai 13 tahun. Saya ikut serta dalam dinamikan perubahan perusahaan. Hingga akhirnya, tahun ke-13, saya memutuskan mengajukan surat berhenti bekerja dan ingin menjadi ibu rumah tangga seutuhnya.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

13 Responses

  1. Wah keren perjalanannya, Mbak. Semua yang kita inginkan kalo emang diusahakan dengan sungguh-sungguh pasti bisa kita capai yaa. Aku jadi mau berguru, tiga belas tahun di penerbitan hwaaaaa!

  2. Marfa says:

    Waaah kalau mengingat masa kuliah, saat ini aku seeang ada di fase ituuu. Pekerjaan pertama selalu mengesankan ya kalau diingat2

  3. unggulcenter says:

    semangat mba, yang penting namanya pertama bekerja itu kita ambil pengalamannya ya kan. Lama-lama kadang jadi passion juga.

  4. Kang Alee says:

    Gimana rasanya jadi mahasiswa magang yang juga ngerjain skripsi Ran? Eh, beneran baru tahu lho, kalau waktu itu Rani masih ngerjain skripsi hehehe

  5. Gillsss banget kak selama 13 tahun berdedikasi besar banget nih diperusahaan yang kakak tempat dan tiba disaat waktunya untuk istirahat itu hal yg tepat dilakukan kak

  6. Kapan mau bikin buku anak lagi, Teh? Apa masih asyik ngeblog, ya hehehe
    Lumayan lama juga ya, kerja di penerbitan, 13 tahun!

  7. Ruli retno says:

    Perjalanan panjang yang berakhir manis ya mbak. Bagaimanapun, namanya cita2 sudah tercapai itu pasti rasanya bahagia banget ya. Menginspirasi banyak orang untuk mengikuti jejaknya

  8. Keren bisa betah kerja di satu tempat selama tiga belas tahun, Teh. Tipe sabar dan setia nih.hehehe..

    Ayo nulis cerita anak lagi, Teh 🙂

  9. Tika Samosir says:

    Pas banget nih aku mau mencari kerjaan baru. Enaknya sih kalau mau kerja dikantor pertama disambut hangat dan gak ada orang yang menyebalkan.

  10. Kalau bekerja di bidang yang benar-benar kita sukai memang rasanya betah aja ya mbak, setiap kali bekerja, walaupun menurut orang berat, tapi bagi kita itu hal yang menyengkan, stress free banget.

  11. wah ternyata teteh kerja di sana udah sampe 13 tahun ya, lumayan lama juga, pasti banyak banget pengalaman yg didapat

  12. Hal terpenting punya pengalaman di Mizan ya. Semoga pengalaman-pengalaman selama magang dan kerja mampu membuat kita semakin produktif dalam berkarya. Semangat!

  13. Rindang says:

    Pasti menyenangkan bisa kerja di penerbitan. Bagi para bookholic, bekerja di penerbitan itu sesuatu banget. Aku juga yang meski latar belakang kuliah di sains ttp berminat kerja di dunia penerbitan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *