Tips Gaya dengan Cara Hemat Bagi Ibu Bekerja

tips-gaya-dengan-cara-hemat-bagi-ibu-bekerja

Tips Gaya dengan Cara Hemat  Bagi Ibu Bekerja. Menjadi ibu bekerja memang memiliki kelebihan tersendiri yaitu bisa memiliki uang dari hasil memerah keringat sendiri. Bisa membelanjakan uang tanpa harus merasa berdosa karena menghabiskan uang pemberian suami. Namun, kadangkala memiliki uang sendiri itu memiliki risiko yaitu jika tidak mampu mengelola keuangan dengan baik bisa terjebak dalam gaya hidup hedonis. Ceileee…soktahu nih saya.

Kadangkala saat memiliki uang atas hasil kerja sendiri membuat ibu bekerja (baca:saya) merasa memiliki kekuasaan atas uang. Sehingga tanpa sadar seringkali terlena dalam menggunakan uang. Seringkali membeli sesuatu tanpa ada perencanaan terlebih dahulu. Bisa juga ikut-ikutan, karena melihat teman sekantor beli barang A, ikutan beli juga, padahal belum tentu butuh. Butuh siiiih, tapi nantiiii, dan entah kapan dipakainya. (Duuuh, ini yaaa, gue banget). Namun, memang tuntutan gaya hidup (apalagi ibu bekerja) sering menjadi alasan.

Masa sih teman sekantor makan di café yang lagi ngehits enggak ikutan, enggak gaul, dong. Masak sih teman ngerumpi, belanja model hijab terbaru, enggak ikutan, entar kuper doong. Masak sih, teman-teman jalan di kantor beli sepatu branded, enggak ikutan, entar enggak gaya, doong. Masak sih teman-teman di kantor pegang gadget terbaru, sementara henpon yang dipake masih jaduuul, padahal mah udah android tapi ya berhubung merasa kurang eksis, pengenlah ganti henpon, pengenlah beli kamera mirrorless, pengenlah ini itu.

Saya pribadi masih berada di area tersebut. Masih mudah tergoda dengan segala macam barang yang lagi kekinian. Awalnya saya berusaha mengerem tapi lama-lama kebablasan juga. Ya, kepengen ini itu enggak salah. Mungkin saya harus mulai belajar mencari tips gaya dengan cara hemat bagi ibu bekerja. Sehingga uang gaji saya tidak hanyut begitu saja. Tetaplah gaya tapi tetap juga punya simpanan sedikit-sedikitlah buat masa tua nanti.

Apa aja sih tipsnya, ini tips-tips ala saya dari hasil baca-baca dan pengalaman sendiri, hehehe

  1. Sering-sering cek lemari pakaian dan rak sepatu

Jika  koleksi hijabmu menghabiskan setengah dari lemari, kayaknya belum layak deh beli hijab baru. Dengan berbagai alasan, model terbarulah, bahannya lebih ademlah, warnanya belum punya yang matching sama gamis yang itulah. Serta sejuta alasan lainnya. Jika koleksi outer-mu sudah ada dalam mejikubiniu, kayaknya belum layak deh beli outer baru. Jika jaket kesayanganmu lebih dari satu (saya punya empat) kayaknya belum layak deh beli jaket baru. Jika masih ada pakaian yang belum pernah dipake (dengan berbagai alasan, misalnya gaun pesta eh belum ada undangan ke pesta), kayaknya jangan nambah dulu beli gaun dengan berbagai alasan (biasanya alasan membeli karena ada diskon). Jika setiap acara kumpul mewajibkan memakai dresscode tidak serta merta harus membeli baju baru. Coba cek dulu lemarimu, adakah baju yang sesuai dengan dresscode, kalau enggak ada coba tanya saudara, kakak, adik, ibu, mertua (ehh…saya banget suka dipinjemin baju sama mertua), tidak langsung capcus ke mal atau onlineshop buat beli dresscode.

Selain lemari pakaian, mesti rajin juga cek rak sepatu. Jika sepatu olahragamu masih keren dan layak pakai, kayaknya belum perlu deh beli sepatu baru buat nge-gym atau senam aerobic. Jika koleksi sepatu kantormu lebih dari sepasang kayaknya jangan dulu deh beli sepatu baru. Godaan sepatu baru memang begitu luar biasa. Pada akhirnya sepatu yang dipakai ya itu-itu aja, tas yang dipakai ya teteup ransel. Hahaha… begitulah.

  1. Buat rencana pengeluaran

Kayaknya nasihat membuat rencana pengeluaran udah dari zaman dahulu kala tapi tetap enggak basi, lho. Soalnya kalau tidak ada rencana pengeluaran, kadangkala kita membuat pengeluaran di luar rencana alias impulsive buying, kalau menurut penelitian terhadap ciri konsumen Indonesia, konsumen Indonesia masih belum memiliki perencanaan yang baik. So, bisa deh dimulai dari sekarang, membuat perencanaan pengeluaran yang jelas dan detail. Sehingga bisa meminimalisir pengeluaran-pengeluaran yang tidak dibutuhkan. Nah, biasanya ibu bekerja khan punya penghasilan tetap setiap bulannya sehingga untuk alokasi pengeluaran seharusnya sudah bisa diperkirakan.

  1. Selalu Membandingkan Harga

Ini mah kerjaannya emak-emak kalau pergi ke pasar enggak langsung beli tapi banding-bandingkan harga dulu. Inget banget, dulu paling males nganter Mama belanja barang, soalnya semua toko dimasuki, dari deretan awal sampai deretan akhir, ujung-ujungnya beli di toko yang pertama didatengi. Hadeuuh..tapi itulah indahnya belanja. Untungnya sekarang kalau mau membandingkan harga enggak usah capek-capek olahraga kaki cukup olahraga jari aja. Klak klik klak klik, udah banyak toko online. yang menawarkan beragam barang yang dibutuhkan. Kita bisa cek harga, membandingkan harga, dan menemukan harga terbaik yang bisa kita dapatkan. Memang sih perlu usaha lebih untuk bisa mendapatkan barang yang kita inginkan namun tetap hemat. Tapi itulah indahnya berbelanja. Haiyaaahh… kalau dapet barang dengan harga kemahalan rasanya gondoknya yang enggak hilang-hilang. Tapiiiii…kalau dapat barang dengan harga muraah bahkan hemaat, waaah hepinya enggak habis-habis. Apalagi kalau barang itu yang dibutuhkan banget. Biasanya sih ibu bekerja kayak saya langsung pamer kalau bisa dapetin harga murah.

  1. Cari voucher diskon, penawaran hemat, dan lain sebagainya

Nah, kalau ini doyannya saya banget, cari voucher  diskon, voucher penawaran hemat, voucher belanja, dan lain-lain. Beberapa kali deh saya bisa dapatkan barang murah dengan voucher belanja. Pernah nih butuh banget rice cooker karena rice cooker udah rusak. Ini mah kebutuhan wajib, tanpa rice cooker tidak aka nada nasi, dan tidak ada nasi artinya harus beli rice cooker. Tapi sekarang khan banyak pilihan rice cooker, dan yang udah-udah saya kecewa karena nasi mudah bau dan berwarna kuning. Kali ini saya enggak mau dong gagal lagi. Saya pengen rice cooker yang awet, kualitasnya bagus, dan bikin nasi tidak mudah bau dan berubah warna. Ternyata, untuk rice cooker dengan spesifikasi yang saya inginkan harganya lumayan juga. Jadinya pengen gigit panci…panci mana panciiiiii…..!

tetap-gaya-dengan-harga-hemat_lazada

sumber foto: Lazada

Saya pun meluncur ke Lazada untuk mencari rice cooker yang sesuai dengan keinginan saya. Tadaaaa…ini dia rice cooker idaman saya. Harganya sudah didiskon 30% dan kerennya lagi saya mendapatkan tambahan voucer potongan harga sebesar 5% untuk barang elektronik di Lazada. Dari paylesser. Wuiiih…teteup gaya dengan rice cooker keren dengan cara yang hemat.

lazada-voucher-diskon

Nah, urusan dresscode juga kadang bikin puyeng kalau pas kebetulan enggak punya warna bajunya dan sudah keliling ke saudara, adik, teman, dan enggak ada, ya pilihannya harus beli dong, ya.Itung-itung bakal kepakai lagi kok nanti. Nah, niar hemat juga teteup cari Kode Voucher Berrybenka biar dapat tambahan potongan harga. Ah dasar ya, pengen gaya tapi tetap dengan cara hemat ya begini.

berrybenka-voucher-diskon

Yeaaay…. Ternyata pengen gaya itu tidak harus selalu mengeluarkan budget berlebih. Asalkan kita tahu caranya, masih bisa kok tetap gaya dengan cara hemat. Bagi ibu bekerja tetap harus hemat juga lho karena walaupun sekarang masih bekerja tapi tidak tahu besok apakah masih bekerja atau tidak. Sehingga perlu banget mulai menyisihkan sebagian penghasilan untuk masa depan. Namun, jangan sampai saking iritnya pengeluaran karena ingin menyisihkan uang untuk tabungan sampai-sampai enggak bisa gaya. Ibu bekerja tetap perlu juga menjaga penampilan apalagi jika harus bertemu dengan klien. Enggak ketemu klien pun tetaplah harus menjaga penampilan karena bertemu dengan rekan kerja, atasan yang menuntut kerja profesional. Nah, tadi itu tips gaya dengan cara hemat bagi ibu bekerja kayak saya. Semoga bermanfaat.

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

18 Responses

  1. Betul banget. Inti dari semua itu adalah bersyukur dengan yang sudah ada. Mesti ditelaah juga apa yang kita beli itu bener kita butuhkan atau hanya kita inginkan

  2. Kang Alee says:

    Asyiiik. Bermanfaat neh buat ibu pekerja

  3. Makasih ya tipsnya mba. Bermanfaat sekali ini buat para ibu bekerja. Btw, aku juga jadi naksir rice cookernya mba. Keren banget

  4. Indri Noor says:

    biar bergaya tapi tetap hemat ya mba. Asal tau padu padannya. Itu yang susah kalau saya

  5. Tuty Queen says:

    Iya bener tuh mbak mesti sering2 cek lemari pakaian kadang ada baju yg belum kepakai sejak beli

  6. Cari voucher diskonn
    Ini bukan hanya bagi Ibu2 sih bagi lajang berkantung cekak juga hihihi

  7. Ratusya says:

    Wowww tipsnya makjeb banget. Cek lemari baju dan sepatu itu loh… hihihi

  8. Zia Subhan says:

    Tipsnya oke banget teh, bukan hanya buat ibu bekerja, kayanya pas juga buat ibu rt semacam saya kalo kebetulan ada acara formal atau semi formal. Hehehehe

  9. Hana Aina says:

    Aih, pemburu diskon rupanya ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *