Tips Menjual Kemampuan

tips menjual kemampuan

 

Tips Menjual Kemampuan Kepada Perusahaan. Sungguh saya berada di fase yang “Kemampuan apa sih yang bisa saya jual?” “Saya khan cuma ibu rumah tangga” “Kemampuan atau keahlian apa yang saya miliki?” Sehingga tema kali ini sungguh membingungkan saya. Jadi, saya hanya akan berbagi pengalaman saya saja, saat dulu memiliki impian bekerja di perusahaan penerbitan dan berusaha mencapainya.

Saat pertama kali saya punya keinginan untuk bekerja di perusahaan penerbitan, saya hanya seorang mahasiswi yang sedang menyelesaikan skripsi dan tidak punya pengalaman apa-apa di bidang tulis menulis dan penerbitan. Berbekal semangat, saya melamar sebagai tenaga magang dengan tujuan agar saya bisa memiliki portofolio yang bisa saya jual. Jadi tips saya yang pertama agar bisa menjual kemampuan kepada perusahaan atau organisasi, buatlah portofolio.

Setelah saya bekerja sebagai tenaga magang, saya pun punya kenalan senior yang bekerja di bidang penerbitan. Saya pun membuka jaringan dengan orang-orang yang bekerja di penerbitan. Jadi tips yang kedua untuk menjual kemampuan, pastikan untuk kenal terlebih dahulu dengan orang-orang dalam perusahaan/organisasi dan buatlah koneksi atau jaringan sehingga lebih mudah pada saat kita akan memberikan portofolio dan menjual kemampuan.

Setelah kenal dan membuat jaringan, belum tentu langsung ada peluang untuk menjual kemampuan, sebaiknya tetap menjaga hubungan baik karena bisa jadi pintu rezeki kita dari pintu lain yang malah tidak diketuk, namun karena tetap menjaga hubungan baik dengan pintu yang sudah diketuk, kita mendapat kesan baik sehingga mendapatkan kesempatan dari pintu lain. Jadinya tips selanjutnya adalah tetap menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan siapa saja.

Saya pastinya pernah melakukan kesalahan dan malahan sering berbuat keliru. Jangan putus asa saat sudah melakukan kekeliruan dan kesalahan. Akui sudah melakukan kesalahan dan usahakan memperbaikinya. Semaksimal mungkin upayakan untuk menjaga komitmen dan kepercayaan pihak lain. Tips selanjutnya berusaha menjaga komitmen.

Selain itu, jika merasa berhasil, jangan berhenti sampai di situ, upayakan untuk menambah skill yang bisa ditawarkan. Misalnya, jika seorang narablog bisa membuat semacam ratecard, yang isinya mengenai data blog kita, dan pencapaiannya sehingga bisa menjualnya kepada pihak klien.

Jangan lupa, manfaatkan media sosial untuk membuat branding. Ingin dikenal sebagai apakah kita? Sebagai seorang yang suka galau di facebook atau seorang yang selalu ceria dan berusaha memaknai semua peristiwa? Ingin dikenal sebagai traveler atau sebagai penyuka masakan? Ingin dikenal sebagai seorang yang fashionable atau seorang hobbies? Silakan manfaatkan media sosial sebagai salah satu alat untuk menjual kemampuan. Jangan sampai, kita dikenal sebagai orang yang suka mencari keributan atau ngamukan.

Nah, paling itu tips sederhana dari saya untuk bisa menjual kemampuan kepada perusahaan atau organisasi. Pastinya teman-teman punya tips yang lebih jitu, silakan sharing ya di kolom

komentar, terima kasih.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

30 Responses

  1. Nurul Rahma says:

    Waaa tipsnya keren bin mantul.
    Layak dipraktikkan yak

  2. Lidya says:

    Dari kesalahan kita bisa belajar dan memperbaiki diri ya mbak, gak gampang menyerah. Dalam bidang apapun harus bisa menambah skill supaya bisa meningkatkan nilai jual

  3. Lusi says:

    Penting buatku nih. Sering bingung, bisa ini itu tapi bagaimana biar jadi penghasilan ya? Thanks sharingnya.

  4. Memiliki kemampuan memang mesti rajin mengasahnya ya mba, dan nggak boleh mudah menyerah, karena pantang menyerah itu jadi dasar untuk terus berkembang

  5. Boleh dijajal tipnya Mbaa. Btw kalo udah seumuran ini caranya gimana ya, gak bisa magang lagi wakaka *dikeplak Btw, thanks tip nya, bisa saya kasih buat adik sepupu nih 🙂

  6. Tipsnya bagus banget sih buat para mahasiswa/i sekarang ini. Ibarat kalau mau kerja di penerbitan ya basicnya pengalaman di penerbitan, mau kerja di accounting ya carilah pengalaman sekitar accounting. Hihi

  7. Tuty Queen says:

    Aku juga begitu saat ngelamar kerja diluar jurusan kuliah, sempat maju mundur khawatir dengan kapabilitas tapi akhirnya maju terus untuk mencoba hehe

  8. Yuni says:

    Bener mbak kita harus punya kemampuan menjual bila ingin dipinang sebuah perusahaan. Dalam artian skill yang kita miliki harus kita tunjukkan. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan yakin bahwa karyawan yang direkrutnya memang mampu dan berkompeten.

  9. Sera W says:

    Intinya melebarkan koneksi dan menjaga hubungan baik dengan mereka itu sangat dibutuhkan ya mba, selain tentunya skills dan pengalaman kita. Thx sharing nya

  10. susie ncuss says:

    “Jangan sampai, kita dikenal sebagai orang yang suka mencari keributan atau ngamukan.”
    bener euy… jangan sampe kita jadi provokator di dunia maya.
    kalau saya mah dikenal jarang posting di media sosial, haha

  11. Uniek Kaswarganti says:

    Media sosial pun kini menjadi incaran para pencari talent atau karyawan ya. Bagi yang media sosialnya positif tentu kemungkinan untuk mendapat poin plus sangatlah tinggi.

  12. Beautyasti1 says:

    Bener tuh mba, harus mem branding kan diri.. ada cara mudah nya, sedikit dikit cekrek upload di social media juga bagus tuh biar terkesan aktif danbanyak follower nya

  13. RAch Alida says:

    Jaman skarang, branding di media sosial sebaiknya tak dianggap ajang pamer. Karena bagaimanapun sangat penting untuk kunci sukses kita juga. Toh berbagi positif ya kan ?

  14. Novitania says:

    bicara soal kemampuan sebenernya peluang untuk orang-orang yang memiliki usia yang nggak lagi muda, dan bekgron pendidikannya kurang jadi lebih besar ya mba. yang pnting kita punya kekampuan yang dibutuhkan perusahaan atau organisasi, tinggal upgrade terus aja skillnya

  15. indah nuria says:

    kalau usaha di bidang jasa memang perlu usaha extra keras untuk mempromosikan keahlian dan juga kemampuan yang dimiliki. Intinya memang ngga boleh putus asa dan selalu semangaaat ya mba

  16. Ade anita says:

    Bekum pernag kerja di kantoran jadi belum bisa ngebayangin penerapannya gimana. Makasih sharingnya ya

  17. Ade anita says:

    Aku pernah keringetan pas diminta untuk mengatakan apa saja kemampuanku pas ngelamar jsdi buzzer sebuah kementerian. Antara nggak pede tapi harus pede

  18. Jadi inget fresh graduate yang nolak gaji 8 juta itu teh. Mungkin bisa jadi mahasiswa ini mengetahui apa skil dia ya jadi. Kayaknya digaji sekian itu ga sesuailah dengan dia. Memang kemampuan ini kudu terus diasah ya teh, agar pede dengan skill kita sendiri

  19. Mpo Ratne says:

    Mpo sekarang ini lagi meningkatkan nih buat follower dengan cara yang benar. Jualan Kita adalah kata kata makanya berusaha nulis yang bermakna dan tidak sembarangan lagi. Intinya banyak belajar lahi

  20. Ira says:

    dulu saya selalu bingung setiap kali ditanya apa kemampuan saya, paling jawabnya yang standar-standar aja seperti dapat berkomunikasi yang baik atau dapat mengoperasikan komputer, hehehe

  21. ZILQIAH says:

    betul mbak, sosial media mah tempat pamer karya
    seneng banget kalau feed instagramku bertaburan karya foto ataupun video serta tulisan2 berfaedah.
    males bangt liat yg suka nyinyir

  22. ZILQIAH says:

    betul mbak, sosial media mah tempat pamer karya
    seneng banget kalau feed instagramku bertaburan karya foto ataupun video serta tulisan2 berfaedah.
    males bangt liat yg suka nyinyir

  23. ZILQIAH says:

    betul mbak, sosial media mah tempat pamer karya
    seneng banget kalau feed instagramku bertaburan karya foto ataupun video serta tulisan2 berfaedah.
    males bangt liat yg suka nyinyir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *