Trip Event Asyik Berbagi Ilmu Penerbitan

Trip Event Asyik Berbagi Ilmu Penerbitan itu mungkin yang paling diidamkan oleh saya. Pastinya asyik ya bisa jalan-jalan sambil berbagi pengetahuan. Walaupun pengetahuan saya ya segitu-gitu aja, tapi kalau ada kesempatan kenapa, tidak?

Sebenarnya jika mesti berbagi ilmu tentang dunia blog dan sebagai narablog, saya tidak terlalu percaya diri. Saya tidak punya prestasi keren di dunia blog. Menulis dan posting artikel di blog pun masih kembang kempis, performa blog pun biasa saja. Lalu, jika ada kesempatan ngetrip sambil event sharing ilmu, saya mau berbagi ilmu apa?

Saya pernah punya pengalaman bekerja di kantor penerbitan selama 13 tahun. Setidaknya, mungkin pengalaman yang cukup lama tersebut bisa saya bagikan kepada teman-teman. Serba-serbi bekerja di penerbitan, dan peluang apa yang bisa didapat dari dunia penerbit baik bagi penulis maupun pekerja lepas yang terkait dengan penerbitan.

Saya pernah dipercaya menangani penerbitan buku-buku anak dan remaja. Saya bisa berbagi pengalaman bagaimana menelurkan ide-ide buku baru setiap bulannya hingga mesti ditetaskan jadi sebuah buku yang layak diapresiasi oleh pembaca umum. Bagaimana proses panjang sebuah buku diterbitkan, bagaimana seorang editor saat menerima naskah dari luar? Apa saja pertimbangan seorang editor merekomendasikan sebuah buku untuk diterbitkan? Proses apa saja yang dilalui sebuah naskah hingga akhirnya berhasil terbit? Apa saja yang dilakukan setelah buku terbit? Dan masih banyak hal lainnya yang terkait dengan penerbitan dan mungkin insight bagi para penulis dan calon penulis yang ingin bukunya diterbitkan.

trip-berbagi-ilmu

 

Saya sangat ingin bisa ngetrip ke Yogyakarta sekalian berkunjung ke penerbit-penerbit buku yang ada di Yogkarta. Salah satu penerbit yang ingin saya kunjungi adalah Penerbit Bentang, karena saya suka buku-bukunya.

Dulu, sewaktu masih aktif bekerja di penerbitan, saya pernah ngetrip ke Singapura dan Kuala Lumpur. Waktu itu, saya mendatangi seminar tentang penulisan buku anak di Singapura. Pastinya sangat senang bisa bertemu para penulis buku anak kelas Asia. Saya bisa belajar dari para penulis internasional tersebut bagaimana mereka bisa mengeluarkan ide-ide out of the box dan menggugah imajinasi anak-anak. Sayangnya waktu itu, saya tidak dalam kapasitas sebagai pembicara dan sharing tentang penulisan buku anak di Indonesia. Semoga suatu saat ada kesempatan seperti itu, ya.

Trip asyik Event

Perjalanan kedua yang terkait dengan dunia penerbitan, saat berkunjung ke penerbit buku di Kuala Lumpur. Senangnya bertemu dengan editor buku dari tanah jiran dan mendapat pengetahuan tentang buku-buku yang diminati oleh pembaca di Malaysia. Akhirnya, saat itu terjalin kerja sama antara penerbit buku di Kuala Lumpur dan penerbit buku tempat saya bekerja.

Namun, saat ini saya sudah tidak bekerja di kantor penerbitan, jadi sepertinya jika akan berbagi tentang hal tersebut agak gimanaaa gitu, ya. Pastinya lebih banyak para ahli lainnya yang punya pengalaman lebih banyak dan masih berjibaku dengan dunia penerbitan. Tapi impian itu masih ada kok, dan semoga ada kesempatan bagi saya untuk kembali terjun ke dunia penerbitan buku.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

13 Responses

  1. Marfa says:

    Wah ke Singapura sama Kuala Lumpur! Pasti menyenangkan belajar banyak di dunia penerbitan. Whua, 13 tahun kak? Pasti berpengalaman bangeeet, temanya ttg buku anak ya? Semoga lekas kembalii kak hihi

  2. Aku kerja di percetakan dan penerbitan mbak, etapi nggak sebesar kayak penerbit yg di Yogya.
    Kalau penerbit di sana emang banyak dan bener2 berkualitas, aku pengennya bisa ke Divapress ehheheee

  3. Kang Alee says:

    Hayuk Ran, balik ke penerbitan hehehe. Sekarang lebih beragam lho buku anak-anak. Selain menyenangkan bikin awet muda hehehe

  4. Dulu sewaktu kecil saya pernah bercita-cita ingin bekerja si sebuah penerbit dengan tujuan bisa membaca banyak buku gratisan, hahahaha.

  5. tomi says:

    Lumayan lama mba berkarier di penerbitan sampe 13 tahun, kenapa keluar mba? Semoga cita-cita dan harapannya untuk terus berbagi tentang buku dan ilmu pengetahuan tentang dunia penerbitan mba. Ke jogja main kemana aja mba selain ke Bentang? istri saya kebetulan di juga tinggal Jogja, sayanya yang merantau ke Jakarta

  6. Wahh asyikk banget bisa tour sekaligus ketemu dengan editor dan penulis buku dari negara lain.
    .
    Pasti banyak ilmu yang didapat ya dari trip tersebut. Hayooo semangat terbitin buku lagi kak

  7. Eko Prasetyo says:

    Saya pengen menggali ilmu cara menulis artikel hingga di publish sama bagian penerbitan itu adalah momen yang patut membanggakan.
    Semoga saya bisa terwujud iya mba, amin..

  8. unggulcenter says:

    emang enak kalau ngetrip tapi sekaligus berbagi ilmu ya. Jadi bermanfaat, lahir batin dan juga untuk masyarakat

  9. Ayo kembali menulis buku, Teh. Pasti banyak ide lalu lalang di.pikiran yang menunggu ditulis supaya ga menguap lagi 😀

  10. Tika Samosir says:

    Aku udah lama nih menulis cerita pribadi tapi masih belum percaya diri masukin ke penerbit.
    Soalnya masih banyak kayaknya kata-kata yang harus dirubah. Boleh banget nih tipsnya mba.

  11. lendyagasshi says:

    Teteeeh…
    Ini rahasia cantiknya teh Rani niih…selalu tersenyum dan menulis untuk anak.
    Ini bedanya buku diterbitkan di penerbit Indie sama mayor yaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *